Tolak Tunda Pemilu 2024, Puan Maharani Dianggap sebagai Negarawan
Jum'at, 08 April 2022 - 18:25 WIB
loading...
Ketua DPR RI Puan Maharani menolak penundaan Pemilu 2024. Foto/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Ketua DPR RI Puan Maharani, sudah menyatakan sikap politiknya untuk menolak penundaan pemilu sejak jauh - jauh hari. Sikap ini dinilai cerminkan dirinya sebagai negarawan.
Pengamat Politik Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta (UPN Veteran Jakarta) Danis TS Wahidin menyatakan Puan dilihatnya konsisten sejak awal menolak penundaan pemilu. Ini terlihat dari beragam komentarnya sejak dulu menyikapi isu ini.
"Penundaan pemilu bagi saya adalah pelanggaran konstitusi. Di sisi lain penundaan pemilu adalah indikasi pejabat yang mabuk dengan kekuasaan. Puan tidak mau dan menolak ini, artinya dia seorang negarawan," ujarnya, Jumat (08/04/2022).
Baca juga: Tolak Tunda Pemilu, Puan dan Jokowi Segaris Instruksi Megawati
Danis menyebut ide penundaan pemilu tidak memiliki basis pijakan yang jelas. Jika ini dilakukan akan melanggar konstitusi yang membatasi jabatan presiden hanya 2 kali saja. Selain itu, dia menyebut survei dari lembaga SMRC menunjukkan 78,9% masyarakat Indonesia menolak penundaan pemilu. Danis lalu menyimpulkan ide ini sebatas untuk kepentingan elite politik saja.
Di sisi lain, dirinya juga menyebut Puan sebagai negarawan karena membawa aspirasi rakyat. Merujuk hasil survei, jelas mayoritas masyarakat tak sepakat pemilu ditunda. Artinya sikap Puan memang berbasis pada suara rakyat. "Saya memprediksi paska ini akan meredup isu penundaan pemilu. Pilpres pada akhirnya tetap dilaksanakan di 2024," tegasnya.
Baca juga: Jokowi Larang Menteri Bicara Perpanjangan Masa Jabatan Presiden
Pengamat Politik Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta (UPN Veteran Jakarta) Danis TS Wahidin menyatakan Puan dilihatnya konsisten sejak awal menolak penundaan pemilu. Ini terlihat dari beragam komentarnya sejak dulu menyikapi isu ini.
"Penundaan pemilu bagi saya adalah pelanggaran konstitusi. Di sisi lain penundaan pemilu adalah indikasi pejabat yang mabuk dengan kekuasaan. Puan tidak mau dan menolak ini, artinya dia seorang negarawan," ujarnya, Jumat (08/04/2022).
Baca juga: Tolak Tunda Pemilu, Puan dan Jokowi Segaris Instruksi Megawati
Danis menyebut ide penundaan pemilu tidak memiliki basis pijakan yang jelas. Jika ini dilakukan akan melanggar konstitusi yang membatasi jabatan presiden hanya 2 kali saja. Selain itu, dia menyebut survei dari lembaga SMRC menunjukkan 78,9% masyarakat Indonesia menolak penundaan pemilu. Danis lalu menyimpulkan ide ini sebatas untuk kepentingan elite politik saja.
Di sisi lain, dirinya juga menyebut Puan sebagai negarawan karena membawa aspirasi rakyat. Merujuk hasil survei, jelas mayoritas masyarakat tak sepakat pemilu ditunda. Artinya sikap Puan memang berbasis pada suara rakyat. "Saya memprediksi paska ini akan meredup isu penundaan pemilu. Pilpres pada akhirnya tetap dilaksanakan di 2024," tegasnya.
Baca juga: Jokowi Larang Menteri Bicara Perpanjangan Masa Jabatan Presiden
Lihat Juga :