Akademisi IPB: Produktivitas Padi Indonesia Peringkat Kedua di Asia
Jum'at, 08 April 2022 - 14:09 WIB
loading...
A
A
A
Menurut Gandhi, meskipun kontribusi biaya pupuk dalam struktur biaya produksi sekitar 10 persen, namun pupuk itu merupakan makanannya tumbuhan, urea memacu fase vegetatif tanaman menjadi subur hijau, sedangkan pupuk NPK khususnya unsur phospat akan mengisi bulir padi secara optimal.
Dalam kondisi sulit dan mahalnya pupuk kimiawi, kini digencarkan pupuk organik dan pupuk hayati, hemat karena buatan sendiri dari bahan kompos yang ada di sekitar. “Hal yang sama, penggunaan benih padi unggul berkontribusi pada produktivitas. Penggunaan ideal benih padi 25 kg per hektar maupun jagung 15 kg per hektar bila dengan benih unggul terbukti berdampak pada produktivitas,” katanya.
Ia menyebutkan kini petani sudah familiar dengan benih unggul dan melakukan pergiliran varietas. Bahkan kini petani menyukai varietas unggul genjah guna mengejar indek pertanaman hingga IP 300 bahkan sudah mulai belajar IP 400 yang berarti setahun empat kali tanam dan empat kali panen.
“Asal ada kemauan merubah dan disitu akan ada hasil yang lebih baik. Alhasil dari data BPS, sejak 2019 hingga sekarang tidak ada impor beras umum, bahkan setiap tahun produksi beras selalu surplus di atas kebutuhan konsumsinya,” kata Gandhi. CM
Dalam kondisi sulit dan mahalnya pupuk kimiawi, kini digencarkan pupuk organik dan pupuk hayati, hemat karena buatan sendiri dari bahan kompos yang ada di sekitar. “Hal yang sama, penggunaan benih padi unggul berkontribusi pada produktivitas. Penggunaan ideal benih padi 25 kg per hektar maupun jagung 15 kg per hektar bila dengan benih unggul terbukti berdampak pada produktivitas,” katanya.
Ia menyebutkan kini petani sudah familiar dengan benih unggul dan melakukan pergiliran varietas. Bahkan kini petani menyukai varietas unggul genjah guna mengejar indek pertanaman hingga IP 300 bahkan sudah mulai belajar IP 400 yang berarti setahun empat kali tanam dan empat kali panen.
“Asal ada kemauan merubah dan disitu akan ada hasil yang lebih baik. Alhasil dari data BPS, sejak 2019 hingga sekarang tidak ada impor beras umum, bahkan setiap tahun produksi beras selalu surplus di atas kebutuhan konsumsinya,” kata Gandhi. CM
(ars)
Lihat Juga :