Tuberkulosis dan Kebiasaan Merokok
Jum'at, 08 April 2022 - 14:07 WIB
loading...
A
A
A
Data di atas menunjukkan bahwa tuberkulosis dan juga kebiasaan merokok adalah masalah kesehatan penting di negara kita. Menurut The Global TB Report 2021 di dunia sekitar 0,73 juta kasus TB terkait dengan kebiasaan merokok. Di Indonesia, merokok merupakan faktor risiko TB yang utama setelah kekurangan gizi berdasarkan Global TB Report 2020. Data di Indonesia pada 2018 menunjukkan ada 152.000 pasien TB berisiko merokok.
Publikasi ilmiah berjudul “Effect of smoking on tuberculosis treatment outcomes: A systematic review and meta-analysis” pada Plos One September 2020 menganalisa mendalam 22 penelitian dalam bentuk sintesis kualitatif.
Hasil meta analisa ini menunjukkan bahwa kebiasaan merokok secara bermakna meningkatkan perburukan hasil pengobatan TB sebesar 51%. Perburukannya lebih nyata lagi pada negara berpenghasilan rendah dan menengah dibandingkan dengan negara berpenghasilan tinggi.
Jurnal Kedokteran Internasional Thorax pada Januari 2022 memublikasi artikel berjudul “Effect of quitting smoking on health outcomes during treatment for tuberculosis: secondary analysis of the TB & Tobacco Trial”. Penelitian ini dilakukan pada 2.472 pasien tuberkulosis dan melihat dampak berhenti merokok pada beberapa indikator klinik tuberkulosis yaitu hasil konversi pemeriksaan dahak, gambaran foro ronsen dada, kualitas hidup dalam bentuk “quality of life - EQ-5D-5L”, kesembuhan penyakit, penyelesaian pengobatan dan angka kekambuhan.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa mereka yang berhenti merokok ternyata jauh lebih baik dampaknya bagi kesembuhan tuberkulosisnya dibandingkan mereka yang tidak berhenti merokok, angkanya 91% dibanding 80%, dan juga angka kekambuhan lebih rendah yaitu 6% dibanding 15%, angka konversi dahak pada minggu ke sembilan juga lebih baik yaitu 91% berbanding 87% serta berbagai perbedaan dampak indikator lainnya. Jadi jelaslah bahwa pasien TB yang juga merokok harus menghentikan kebiasaan merokoknya.
Bentuk Investasi
Pada 24 Maret 2022 kita memperingati Hari Tuberkulosis Sedunia, yang di tingkat global temanya adalah “Invest To End TB. Save Lives”, yang secara umum dapat diartikan sebagai investasi yang diberikan dalam penanggulangan tuberkulosis akan menyelamatkan nyawa manusia di dunia. Untuk Indonesia maka tema yang dipilih adalah adalah “Investasi untuk Eliminasi Tuberkulosis, Selamatkan Bangsa”. Investasi yang dimaksud di sini tentu amat luas artinya, baik investasi pemerintah, sektor swasta, donor , serta juga investasi dalam bentuk upaya, tenaga, jiwa, cinta dan kasih sayang untuk upaya penanggulangan TB.
Publikasi ilmiah berjudul “Effect of smoking on tuberculosis treatment outcomes: A systematic review and meta-analysis” pada Plos One September 2020 menganalisa mendalam 22 penelitian dalam bentuk sintesis kualitatif.
Hasil meta analisa ini menunjukkan bahwa kebiasaan merokok secara bermakna meningkatkan perburukan hasil pengobatan TB sebesar 51%. Perburukannya lebih nyata lagi pada negara berpenghasilan rendah dan menengah dibandingkan dengan negara berpenghasilan tinggi.
Jurnal Kedokteran Internasional Thorax pada Januari 2022 memublikasi artikel berjudul “Effect of quitting smoking on health outcomes during treatment for tuberculosis: secondary analysis of the TB & Tobacco Trial”. Penelitian ini dilakukan pada 2.472 pasien tuberkulosis dan melihat dampak berhenti merokok pada beberapa indikator klinik tuberkulosis yaitu hasil konversi pemeriksaan dahak, gambaran foro ronsen dada, kualitas hidup dalam bentuk “quality of life - EQ-5D-5L”, kesembuhan penyakit, penyelesaian pengobatan dan angka kekambuhan.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa mereka yang berhenti merokok ternyata jauh lebih baik dampaknya bagi kesembuhan tuberkulosisnya dibandingkan mereka yang tidak berhenti merokok, angkanya 91% dibanding 80%, dan juga angka kekambuhan lebih rendah yaitu 6% dibanding 15%, angka konversi dahak pada minggu ke sembilan juga lebih baik yaitu 91% berbanding 87% serta berbagai perbedaan dampak indikator lainnya. Jadi jelaslah bahwa pasien TB yang juga merokok harus menghentikan kebiasaan merokoknya.
Bentuk Investasi
Pada 24 Maret 2022 kita memperingati Hari Tuberkulosis Sedunia, yang di tingkat global temanya adalah “Invest To End TB. Save Lives”, yang secara umum dapat diartikan sebagai investasi yang diberikan dalam penanggulangan tuberkulosis akan menyelamatkan nyawa manusia di dunia. Untuk Indonesia maka tema yang dipilih adalah adalah “Investasi untuk Eliminasi Tuberkulosis, Selamatkan Bangsa”. Investasi yang dimaksud di sini tentu amat luas artinya, baik investasi pemerintah, sektor swasta, donor , serta juga investasi dalam bentuk upaya, tenaga, jiwa, cinta dan kasih sayang untuk upaya penanggulangan TB.