Waketum PAN Minta Fraksi PAN Tak Ikut Bahas RUU Cipta Kerja

Jum'at, 24 April 2020 - 18:02 WIB
loading...
Waketum PAN Minta Fraksi...
Waketum PAN, Yandri Susanto berpandangan bahwa Fraksi PAN sudah sepatutnya tidak ikut dalam pembahasan Omnibus Law RUU Ciptaker di Baleg DPR bersama dengan pemerintah. Foto/SINDOphoto
A A A
JAKARTA - Wakil Ketua Umum (Waketum) PAN, Yandri Susanto berpandangan bahwa Fraksi PAN sudah sepatutnya tidak ikut dalam pembahasan Omnibus Law Rancangan Undang-Undang Cipta Kerja (RUU Ciptaker) di Badan Legislasi (Baleg) DPR bersama dengan pemerintah. Namun, ini masih sebatas pandangan pribadinya.

“Kalau saya setuju (RUU Ciptaker) ditolak,” ujar Yandri saat dihubungi SINDOnews, Jumat (24/4/2020).

Ketua Komisi VIII DPR ini melihat dari draf yang diajukan oleh pemerintah masih banyak ketentuan yang rancu dan isinya banyak merugikan para pekerja dan rakyat biasa. Bahkan, RUU sapu jagad itu cenderung berat pada kaum pengusaha.

“Sangat berpihak ke penguasa dan pengusaha, kurangnya kepastian hukum,” kata legislator Dapil Banten II itu.

Menurut Yandri, dia sendiri sudah menyampaikan aspirasinya itu dalam rapat Badan Musyawarah (Bamus) DPR. Dia juga melihat bahwa banyak ketentuan yang bertabrakan dengan ketentuan perundang-undangan lainnya.

“Waktu rapat Bamus udah pernah saya sampaikan, mana mungkin PP (peraturan pemerintah) bisa menggantikan UU (undang-undang),” tukas Yandri.

Soal apakah Fraksi PAN akan ikut menarik diri dari pembahasan, Yandri menuturkan bahwa Fraksi PAN akan melihat perkembangan. Meskipun, dia sendiri sangat setuju jika PAN tidak ikut membahas.

“Kita lihat perkembangan, kalau saya setuju nggak usah ikut bahas,” pungkasnya.
(kri)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pakar Hukum: UU Polri...
Pakar Hukum: UU Polri yang Baru Akomodasi Kepentingan Masyarakat dan Kepolisian
Revisi UU Polri Disahkan...
Revisi UU Polri Disahkan Jadi Undang-Undang, Pelayanan Kepolisian Diharapkan Meningkat
Wamenkum: 20 DIM RUU...
Wamenkum: 20 DIM RUU Polri Bakal Dibahas Bareng DPR
Dadan Hindayana Cs Terjerat...
Dadan Hindayana Cs Terjerat Korupsi, DPR Perketat Pengawasan Tata Kelola di BGN
Trimedya Panjaitan Sebut...
Trimedya Panjaitan Sebut RUU HPI Sejalan dengan Semangat Prabowo Perkuat Posisi Hukum Indonesia
DPR Minta Pemerintah...
DPR Minta Pemerintah Antisipasi Ancaman PHK Massal di Industri Hasil Tembakau
DPR dan Pemerintah Pastikan...
DPR dan Pemerintah Pastikan Tak Ada Kendala Besar saat Puncak Haji
Jelang Armuzna, DPR...
Jelang Armuzna, DPR Ingatkan Pemerintah soal Layanan Konsumsi dan Transportasi
Komisi III DPR Nilai...
Komisi III DPR Nilai Kasus Amsal Sitepu Janggal, Proses Hukum Tak Objektif
Rekomendasi
Tren Perawatan Kulit...
Tren Perawatan Kulit Regeneratif Makin Diminati, Teknologi DNA Ikan Trout Jadi Sorotan
Timnas Indonesia U-19...
Timnas Indonesia U-19 Raih Peringkat Ketiga Piala AFF U-19 2026
Kemendagri Percepat...
Kemendagri Percepat Penegasan Batas Desa di Tiga Kabupaten di Sultra
Berita Terkini
Kasus Muara Enim, Eks...
Kasus Muara Enim, Eks Penyidik KPK: WTP Penting Bagi Pemda, Malah Jadi Ajang Negosiasi
Peduli Lingkungan, Aliansi...
Peduli Lingkungan, Aliansi Lintas Agama-Kementerian LH Serukan Tobat Ekologis Nasional
Diseminasi Eksaminasi...
Diseminasi Eksaminasi Ungkap Dugaan Kekeliruan Penegakan Hukum dalam Kasus Eks Dirut Indofarma
Mahasiswa Soroti Pemborosan...
Mahasiswa Soroti Pemborosan APBN, Qodari: Prabowo Berhasil Hemat Rp300 Triliun
Polri Gelar Nobar Piala...
Polri Gelar Nobar Piala Dunia 2026, Pakar Hukum: Mendekatkan Polisi dengan Masyarakat
Ditahan KPK, Asrul Azis...
Ditahan KPK, Asrul Azis Tersangka Baru Kasus Kuota Haji Ajukan Praperadilan ke PN Jaksel
Infografis
Rakyat Swiss Minta Pembelian...
Rakyat Swiss Minta Pembelian 36 Jet Tempur F-35 AS Dibatalkan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved