Evaluasi Perekrutan Staf Khusus Presiden Jokowi

Jum'at, 24 April 2020 - 18:00 WIB
loading...
Evaluasi Perekrutan...
Presiden Jokowi saat mengumumkan 7 Staf Khusus Presiden dari kalangan milenial, Kamis (21/11/2019) sore. Foto/setkab.go.id.
A A A
JAKARTA - Hengkangnya Adamas Belva Syah Devara dan Andi Taufan Garuda Putra dari Staf Khusus (Stafsus) Presiden Joko Widodo (Jokowi) mendorong munculnya desakan agar pihak Istana Negara segera melakukan evaluasi terkait perekrutan dan pengangkatan stafsus.

Anggota Komisi II DPR RI Mardani Ali Sera menilai, pengangkatan stafsus memiliki banyak catatan negatif yang harus segera dievaluasi. Menurutnya, mundurnya kedua stafsus milenial tersebut bisa jadi akan diikuti stafsus lainnya.

"Evaluasi perekrutan dan persyaratan. Misal, tidak boleh stafsus merangkap pimpinan perusahaan. Ini standar wajib bagi semua. Ada prundent, compliance, dan etika yang harus dipegang,” kata Mardani saat dihubungi SINDOnews, Jumat (24/4/2020).

Terpisah, Ketua Hukum dan Hak Asasi Manusia Pimpinan Pemuda Muhammadiyah Razikin menilai mundurnya Adamas Belva Syah Devara dan Andi Taufan Garuda Putra dari Staf Khusus Presiden Joko Widodo mencerminkan masih ada secuil penghormatan terhadap etika publik.

"Kasus keduas stafsus ini menjadi peringatan keras pada semua pejabat, bukan hanya stafsus milenial," kata Razikin, Jumat (24/4/2020).

Dia yakin Presiden Jokowi akan memperketat keberadaan stafsus milenial, sehingga tidak lagi ada tindakan yang berpotensi terjadinya abuse of power. "Hal ini penting, karena Presiden tidak hanya memberikan kepercayaan pada para milenial tetapi perlu disertai dengan tugas yang jelas," tuturnya. (Baca juga: Belva dan Andi Taufan Lebih Nyaman di Perusahaan ketimbang Jadi Pejabat yang Kerap Di-Bully ).

Dia mengungkapkan, sebenarnya dalam skala yang lebih luas lagi, kasus seperti Belva dan Andi Taufan sudah sering terjadi. Para pejabat yang membuat kebijakan menguntungkan diri sendiri atau kelompoknya terjadi di mana-mana. "Dan ini masih sangat sulit diberantas. Karena masih berjibun para pejabat menjadikan jabatannya sebagai alat untuk melakukan akumulasi sumber daya material," ujarnya.

Lebih lanjut dia mengatakan, cara-cara mengelola negara seperti itu harus ditinggalkan. "Indonesia harus mengikuti sportif dunia, yaitu transparansi, demokrasi serta penghormatan terhadap hak asasi manusia, dan itu dapat terwujud jika dimulai dari Istana," pungkasnya. (Baca juga: Istana Didorong Evaluasi Posisi dan Status Stafsus Milenial ).
(zik)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Jokowi Bakal Masuk PSI,...
Jokowi Bakal Masuk PSI, Deddy Sitorus PDIP: Terus Terang Kami Tidak Takut
Ketum Rampai Nusantara:...
Ketum Rampai Nusantara: Kami Yakin Roy Suryo Akan Segera Ditahan
Ketum All Cipayung Nusantara...
Ketum All Cipayung Nusantara Berharap Sidang Kasus Ijazah Jokowi Digelar Terbuka
Pengacara Jokowi: Ada...
Pengacara Jokowi: Ada Dugaan Manipulasi Bukti Elektronik dalam Kasus Ijazah Jokowi
Relawan Jokowi Sebut...
Relawan Jokowi Sebut Tudingan Roy Suryo Cs Soal Ijazah Jokowi Menguras Energi
Namanya Disebut dalam...
Namanya Disebut dalam Pleidoi Nadiem, Jokowi: Yang Saya Tahu Pak Nadiem Orang Baik
Roy Suryo Titip Pesan...
Roy Suryo Titip Pesan ke Massa Aksi Demo: Jangan Disusupi, Aparat Harus Humanis
Jokowi Buka Suara! Soal...
Jokowi Buka Suara! Soal Kasus Laptop Nadiem: Semua Kebijakan dari Presiden
Kasus Tudingan Ijazah...
Kasus Tudingan Ijazah Palsu Jokowi Segera Disidang, Roy Suryo: Kayaknya Ini Didorong Termul yang Ngamuk
Rekomendasi
Bek Arab Saudi Abdulelah...
Bek Arab Saudi Abdulelah al-Amri Koyak Gawang Uruguay di Babak Pertama
Ford Batal Gunakan Baterai...
Ford Batal Gunakan Baterai LFP untuk Mobil Listriknya
Sambut 1 Muharram, Ulama...
Sambut 1 Muharram, Ulama Ajak Masyarakat Tolak Provokasi dan Jaga Persatuan Umat
Berita Terkini
Indonesia Tunjukkan...
Indonesia Tunjukkan Kerukunan Antaragama ke Presiden Jerman di Istiqlal dan Katedral
Gelombang I Berakhir,...
Gelombang I Berakhir, 245 Kloter Jemaah Haji Telah Diberangkatkan ke Tanah Air
Kolonel Inf Achmad Fikri...
Kolonel Inf Achmad Fikri Dalimunthe, Prajurit TNI Pertama yang Lulus National Defence College Yordania
Jamu Presiden Steinmeier,...
Jamu Presiden Steinmeier, Prabowo Sebut Jerman Jadi Inspirasi Inovasi Teknologi
Telusuri Aset Tersangka...
Telusuri Aset Tersangka Kasus Kuota Haji, KPK Periksa Pengelola Apartemen
Tahun Baru Islam, Menag:...
Tahun Baru Islam, Menag: Momentum Pentingnya Dialog dan Merangkul Perbedaan
Infografis
Delcy Rodriguez, Presiden...
Delcy Rodriguez, Presiden Sementara Venezuela yang Dijuluki Harimau
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved