Siap Penuhi Panggilan KPK, Andi Arief Sebut Polemik Surat Selesai
Rabu, 06 April 2022 - 08:23 WIB
loading...
A
A
A
Andi Arief kemudian mempersoalkan terkait surat pemanggilan dari KPK yang tak kunjung sampai ke alamatnya. "Buat Jubir KPK: Saya gak punya rumah di Cipulir. Alamat KTP saya di Lampung. Kantor saya di DPP Demokrat. Saya beberapa kali dapat undangan panggilan kepolisian dan saya hadir. Saya pasti hadir jika dipanggil KPK, tapi suratnya gak ada saya terima. Saya tak menghindar," cuit Andi Arief.
"Saya minta Jubir KPK hentikan kebohongan bahwa saya pernah menerima panggilan. Tunjukkan siapa yang mengantar, siapa yang nerima. Perlu diketahui 20-27 Maret saya di Lampung bersama seluruh keluarga. Kontrakan saya gak ada orang. Apakah hantu yang menerima surat panggilan?" kata Andi Arief lagi.
Sebagaimana diketahui sebelumnya, Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri yang menyampaikan Ketua Bappilu Partai Demokrat Andi Arief akan dipanggil ke KPK terkait tindak pidana korupsi kegiatan pekerjaan pengadaan barang dan jasa serta perizinan di Kabupaten Penajam Paser Utara Kalimantan Timur 2021-2022. Baca juga: KPK Sebut Pemangilan Andi Arief Cs Murni Proses Penegakan Hukum
Andi Arief akan diperiksa sebagai saksi terkait operasi tangkap tangan (OTT) Bupati Penajam Paser Utara (PPU) Abdul Gafur Mas'ud dalam dugaan kasus korupsi.
"Saya minta Jubir KPK hentikan kebohongan bahwa saya pernah menerima panggilan. Tunjukkan siapa yang mengantar, siapa yang nerima. Perlu diketahui 20-27 Maret saya di Lampung bersama seluruh keluarga. Kontrakan saya gak ada orang. Apakah hantu yang menerima surat panggilan?" kata Andi Arief lagi.
Sebagaimana diketahui sebelumnya, Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri yang menyampaikan Ketua Bappilu Partai Demokrat Andi Arief akan dipanggil ke KPK terkait tindak pidana korupsi kegiatan pekerjaan pengadaan barang dan jasa serta perizinan di Kabupaten Penajam Paser Utara Kalimantan Timur 2021-2022. Baca juga: KPK Sebut Pemangilan Andi Arief Cs Murni Proses Penegakan Hukum
Andi Arief akan diperiksa sebagai saksi terkait operasi tangkap tangan (OTT) Bupati Penajam Paser Utara (PPU) Abdul Gafur Mas'ud dalam dugaan kasus korupsi.
(kri)