Isu 3 Periode, Membuat Penurunan Tingkat Kepuasan Jokowi
Jum'at, 01 April 2022 - 14:58 WIB
loading...
A
A
A
"Ini bisa jadi mengarah ke skandal politik dan mengancam kredibilitas pemerintah. Bahkan Aroma 98 bisa saja terulang oleh ulah kabinet yang banyak melakukan manuver politik diluar konstitusi UUD 1945," ujarnya.
Mochtar menuturkan, bila Pemerintahan Jokowi sampai tanggal 1 Agustus 2024 dan dimulainya tahapan Pemilu 2024 tidak aneh-aneh, bisa saja bulan Agustus survei Pilpres Ganjar dan Puan diantara pesaingnya bisa selisih 2 digit. Begitu juga PDI Perjuangan akan menembus di atas 30%, bisa selisih 2 digit dari pesaing di bawahnya.
"Bahkan Ganjar-Puan pada simulasi tiga nama bisa nembus angka 40%," tuturnya. Mochtar menegaskan, pengaruh isu penundaan pemilu dan tiga periode menurunkan tingkat kepuasan publik terhadap kinerja pemerintah Jokowi dari 71,7% turun menjadi 64,6% survei SMRC 13 sd 20 Maret 2024," tuturnya.
Hal sama diungkapkan Sekretaris DPD Laskar Ganjar- Puan Provinsi Papua Barat, Rosaline Irene Rumaseuw berharap semoga tanah Papua yang sungainya mengalir emas benar-benar dapat dirasakan oleh seluruh rakyat Papua dengan lahirnya pemimpin baru ke depan.
Ketua DPD LGP Papua Barat, Dominggus Mandacan mengatakan, sebagai Kepala Suku Besar Arfak dia meminta warga Papua Barat menolak pemilu ditunda dan mendukung Ganjar dan Puan menjadi Capres-Cawapres 2024. "Ini dikarenakan tanah Papua ingin mempersembahkan pemimpin baru Indonesia di 2024 yang merupakan prototype Bung Karno," ucapnya.
Mochtar menuturkan, bila Pemerintahan Jokowi sampai tanggal 1 Agustus 2024 dan dimulainya tahapan Pemilu 2024 tidak aneh-aneh, bisa saja bulan Agustus survei Pilpres Ganjar dan Puan diantara pesaingnya bisa selisih 2 digit. Begitu juga PDI Perjuangan akan menembus di atas 30%, bisa selisih 2 digit dari pesaing di bawahnya.
"Bahkan Ganjar-Puan pada simulasi tiga nama bisa nembus angka 40%," tuturnya. Mochtar menegaskan, pengaruh isu penundaan pemilu dan tiga periode menurunkan tingkat kepuasan publik terhadap kinerja pemerintah Jokowi dari 71,7% turun menjadi 64,6% survei SMRC 13 sd 20 Maret 2024," tuturnya.
Hal sama diungkapkan Sekretaris DPD Laskar Ganjar- Puan Provinsi Papua Barat, Rosaline Irene Rumaseuw berharap semoga tanah Papua yang sungainya mengalir emas benar-benar dapat dirasakan oleh seluruh rakyat Papua dengan lahirnya pemimpin baru ke depan.
Ketua DPD LGP Papua Barat, Dominggus Mandacan mengatakan, sebagai Kepala Suku Besar Arfak dia meminta warga Papua Barat menolak pemilu ditunda dan mendukung Ganjar dan Puan menjadi Capres-Cawapres 2024. "Ini dikarenakan tanah Papua ingin mempersembahkan pemimpin baru Indonesia di 2024 yang merupakan prototype Bung Karno," ucapnya.
(abd)
Lihat Juga :