Menteri LHK Minta Para Rimbawan Tinggalkan Pendekatan Antroposentris
Kamis, 31 Maret 2022 - 21:05 WIB
loading...
Menteri LHK Siti Nurbaya dalam acara Resepsi Peringatan Hari Bakti Rimbawan yang digelar luring dan daring di Jakarta, Kamis (31/3/2022). Foto/Ist
A
A
A
JAKARTA - Para rimbawan diminta bergerak meninggalkan pendekatan antroposentris, menuju ke arah biosentris dan ekosentris. Hal ini dikatakan oleh Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan ( LHK ), Siti Nurbaya.
Baca juga: Peringatan Hari Bakti Rimbawan, Masyarakat Bersihkan Pantai Salira
"Dalam upaya pengelolaan hutan berkelanjutan, sesungguhnya rimbawan juga profesional di bidang lingkungan hidup," kata Menteri LHK Siti Nurbaya ketika memberikan sambutan pada Resepsi Peringatan Hari Bakti Rimbawan yang digelar luring dan daring di Jakarta, Kamis (31/3/2022).
Menurut Siti, Hari Bakti Rimbawan merupakan penegasan dan pengakuan sebuah profesi di bidang pengelolaan hutan. Kata dia, Hari Bakti Rimbawan juga merupakan tonggak konsolidasi para rimbawan di seluruh Indonesia untuk kembali menguatkan komitmen kesadaran berkarya dan membangun hutan Indonesia.
"Rimbawan bukan hanya orang-orang yang bertugas mengelola hutan saja, tapi menyangkut siapapun yang memiliki sikap mental, pemikiran, perhatian, dan dedikasinya untuk pengelolaan hutan berkelanjutan, serta kelestarian alam," ucap Siti.
Siti Nurbaya mengingatkan kesadaran menjaga alam Indonesia, sebagai mandat yang cukup berat. Sehingga, secara sekuensial perkembangan dan perubahan harus diikuti dan direkayasa menurut kebutuhan strategis bangsa.
Baca juga: Peringatan Hari Bakti Rimbawan, Masyarakat Bersihkan Pantai Salira
"Dalam upaya pengelolaan hutan berkelanjutan, sesungguhnya rimbawan juga profesional di bidang lingkungan hidup," kata Menteri LHK Siti Nurbaya ketika memberikan sambutan pada Resepsi Peringatan Hari Bakti Rimbawan yang digelar luring dan daring di Jakarta, Kamis (31/3/2022).
Menurut Siti, Hari Bakti Rimbawan merupakan penegasan dan pengakuan sebuah profesi di bidang pengelolaan hutan. Kata dia, Hari Bakti Rimbawan juga merupakan tonggak konsolidasi para rimbawan di seluruh Indonesia untuk kembali menguatkan komitmen kesadaran berkarya dan membangun hutan Indonesia.
"Rimbawan bukan hanya orang-orang yang bertugas mengelola hutan saja, tapi menyangkut siapapun yang memiliki sikap mental, pemikiran, perhatian, dan dedikasinya untuk pengelolaan hutan berkelanjutan, serta kelestarian alam," ucap Siti.
Siti Nurbaya mengingatkan kesadaran menjaga alam Indonesia, sebagai mandat yang cukup berat. Sehingga, secara sekuensial perkembangan dan perubahan harus diikuti dan direkayasa menurut kebutuhan strategis bangsa.
Lihat Juga :