Ini Jenis Olahraga yang Disarankan Dokter Reisa Selama Pandemi COVID-19
Rabu, 17 Juni 2020 - 17:45 WIB
loading...
Tim Komunikasi Publik Gugus Tugas, Reisa Broto Asmoro mengatakan, WHO menyarankan olahraga dengan intensitas ringan hingga sedang selama masa pandemi COVID-19. FOTO/BNPB
A
A
A
JAKARTA - Olahraga teratur merupakan salah satu cara untuk menjaga kesehatan tubuh. Lalu, jenis olahraga apa yang disarankan selama masa pandemi virus corona jenis baru, COVID-19?
Tim Komunikasi Publik Gugus Tugas COVID-19, Reisa Broto Asmoro mengatakan, Badan Kesehatan Dunia (WHO) menyarankan olahraga dengan intensitas ringan hingga sedang selama masa pandemi COVID-19 . Jenis olahraga berat, untuk sementara tidak disarankan untuk dilakukan karena tubuh membutuhkan waktu untuk bisa kembali ke kondisi normal atau fit.
"Proses ini membutuhkan waktu yang lebih lama dibandingkan kalau kita berolahraga ringan. Dan hal ini akan membuat kita lebih berisiko terinfeksi," katanya di Media Center Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Graha Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Jakarta, Rabu (17/6/2020).(Baca juga: Dokter Reisa Ingatkan Masyarakat tentang Transmisi Lokal Covid-19 )
Reisa menegaskan bahwa tujuan berolahraga adalah untuk menyehatkan badan. Namun di masa pandemi corona, perlu diperhatikan tingkat kebugaran dan risiko kesehatannya. "Ketika kita sudah memutuskan melakukan suatu jenis olahraga tertentu, maka pertama pastikan unsur keamanan dari COVID-19 tentunya," katanya.
Menurutnya, jika merasa berolahraga di luar rumah tidak aman karena banyak kerumunan orang atau wilayah sekitar sedang merebak wabah penyakit, maka disarankan sebaiknya berolahraga di rumah.
Banyak opsi yang bisa dipilih untuk berolahraga di dalam rumah. "Misalnya dengan gerakan-gerakan tanpa alat seperti senam SKJ, zumba, yoga dan lain-lain. Atau menggunakan barang-barang yang bisa kita temukan di sekitar rumah. Seperti memanfaatkan kursi, botol air minum, tangga dan sebagainya," katanya.(Baca juga: Update Corona Indonesia 17 Juni 2020: 41.431 Orang Positif, 16.243 Sembuh, dan 2.276 Meninggal )
Namun, jika ingin berolahraga sambil melepas penat di luar rumah, maka harus mempertimbangkan keamanannya. "Unsur keamanan yang paling utama. Tentunya keamanan di sini adalah berkaitan dengan penularan virus COVID-19 ," kata Reisa.
Tim Komunikasi Publik Gugus Tugas COVID-19, Reisa Broto Asmoro mengatakan, Badan Kesehatan Dunia (WHO) menyarankan olahraga dengan intensitas ringan hingga sedang selama masa pandemi COVID-19 . Jenis olahraga berat, untuk sementara tidak disarankan untuk dilakukan karena tubuh membutuhkan waktu untuk bisa kembali ke kondisi normal atau fit.
"Proses ini membutuhkan waktu yang lebih lama dibandingkan kalau kita berolahraga ringan. Dan hal ini akan membuat kita lebih berisiko terinfeksi," katanya di Media Center Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Graha Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Jakarta, Rabu (17/6/2020).(Baca juga: Dokter Reisa Ingatkan Masyarakat tentang Transmisi Lokal Covid-19 )
Reisa menegaskan bahwa tujuan berolahraga adalah untuk menyehatkan badan. Namun di masa pandemi corona, perlu diperhatikan tingkat kebugaran dan risiko kesehatannya. "Ketika kita sudah memutuskan melakukan suatu jenis olahraga tertentu, maka pertama pastikan unsur keamanan dari COVID-19 tentunya," katanya.
Menurutnya, jika merasa berolahraga di luar rumah tidak aman karena banyak kerumunan orang atau wilayah sekitar sedang merebak wabah penyakit, maka disarankan sebaiknya berolahraga di rumah.
Banyak opsi yang bisa dipilih untuk berolahraga di dalam rumah. "Misalnya dengan gerakan-gerakan tanpa alat seperti senam SKJ, zumba, yoga dan lain-lain. Atau menggunakan barang-barang yang bisa kita temukan di sekitar rumah. Seperti memanfaatkan kursi, botol air minum, tangga dan sebagainya," katanya.(Baca juga: Update Corona Indonesia 17 Juni 2020: 41.431 Orang Positif, 16.243 Sembuh, dan 2.276 Meninggal )
Namun, jika ingin berolahraga sambil melepas penat di luar rumah, maka harus mempertimbangkan keamanannya. "Unsur keamanan yang paling utama. Tentunya keamanan di sini adalah berkaitan dengan penularan virus COVID-19 ," kata Reisa.
Lihat Juga :