Kemendagri Sebut Ada Dua Indikator Sukses Pilkada Serentak 2020
Rabu, 17 Juni 2020 - 17:08 WIB
loading...
A
A
A
Indikator itu juga merupakan hasil pengkajian atas pengalaman beberapa negara yang melaksanakan pilkada di masa pandemi Covid-19, khususnya Korea Selatan.
"Dalam lima bulan terakhir, berbagai rapat dan pertemuan yang dikomandoi oleh Menteri Dalam Negeri, Pak Tito Karnavian, dan oleh Pak Dirjen Otda, serta komponen lain di Kemendagri, untuk membicarakan dan kemudian memutuskan, memilih skenario optimis untuk melanjutkan tahapan Pilkada Serentak yang akan diadakan pada bulan Desember," tutur Kastorius.
Dia menekankan, penyelenggaraan Pilkada Serentak 2020 dengan partisipasi masyarakat yang tinggi dengan dibarengi protokol kesehatan yang ketat sehingga tidak memicu penularan Covid-19, akan menjadi reputasi yang baik bagi bangsa Indonesia di mata dunia.
Oleh karena itu, dia mengatakan Kemendagri akan mengerahkan seluruh sumber daya untuk menyukseskan Pilkada Serentak 2020 bersama dengan elemen-elemen pemangku kepentingan lainnya.
"Minggu lalu kami mengadakan webinar dengan PB Ikatan Dokter Indonesia (IDI), da memyampaikan pegalaman ini. Pihak IDI mengatakan siap mendukung. Bukan hanya pasif tetapi juga ikut dalam supervisi dan mentoring ketika protokol kesehatan itu diterapkan. Harapan kami rumah sakit yang tergabung dalam Arsada dan PERSI juga akan bergerak dalam arah yang sama. Rumah sakit memiliki peran vital dan unik dalam Pilkada ini," kata Kastorius.
Pilkada Serentak 2020 menjadi unik, kata Kastorius, karena adanya keharusan penerapan protokol kesehatan dengan disiplin yang tinggi. Hal itu telah dirumuskan secara detail oleh seluruh elemen yang turut pada proses penyelengaraan yang pada akhirnya diputuskan oleh KPU.
"Dalam lima bulan terakhir, berbagai rapat dan pertemuan yang dikomandoi oleh Menteri Dalam Negeri, Pak Tito Karnavian, dan oleh Pak Dirjen Otda, serta komponen lain di Kemendagri, untuk membicarakan dan kemudian memutuskan, memilih skenario optimis untuk melanjutkan tahapan Pilkada Serentak yang akan diadakan pada bulan Desember," tutur Kastorius.
Dia menekankan, penyelenggaraan Pilkada Serentak 2020 dengan partisipasi masyarakat yang tinggi dengan dibarengi protokol kesehatan yang ketat sehingga tidak memicu penularan Covid-19, akan menjadi reputasi yang baik bagi bangsa Indonesia di mata dunia.
Oleh karena itu, dia mengatakan Kemendagri akan mengerahkan seluruh sumber daya untuk menyukseskan Pilkada Serentak 2020 bersama dengan elemen-elemen pemangku kepentingan lainnya.
"Minggu lalu kami mengadakan webinar dengan PB Ikatan Dokter Indonesia (IDI), da memyampaikan pegalaman ini. Pihak IDI mengatakan siap mendukung. Bukan hanya pasif tetapi juga ikut dalam supervisi dan mentoring ketika protokol kesehatan itu diterapkan. Harapan kami rumah sakit yang tergabung dalam Arsada dan PERSI juga akan bergerak dalam arah yang sama. Rumah sakit memiliki peran vital dan unik dalam Pilkada ini," kata Kastorius.
Pilkada Serentak 2020 menjadi unik, kata Kastorius, karena adanya keharusan penerapan protokol kesehatan dengan disiplin yang tinggi. Hal itu telah dirumuskan secara detail oleh seluruh elemen yang turut pada proses penyelengaraan yang pada akhirnya diputuskan oleh KPU.
Lihat Juga :