100 Juta Orang Diperkirakan Akan Mudik Lebaran 2022

Selasa, 29 Maret 2022 - 08:02 WIB
loading...
100 Juta Orang Diperkirakan Akan Mudik Lebaran 2022
Pemerintah memperkirakan 100 juta orang akan mudik Lebaran 2022. Foto/Ilustrasi/Dok.SINDOnews
A A A
JAKARTA - Pemerintah memperkirakan 100 juta orang akan mudik Lebaran 2022. Diketahui, kegiatan ibadah di bulan Ramadhan dan mudik tahun ini diperbolehkan sesuai arahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada 23 Maret lalu.

Sehingga, umat Islam dapat kembali menjalankan ibadah salat Tarawih dan salat Ied berjamaah di masjid dengan tetap menerapkan protokol kesehatan. Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendy mengatakan bahwa menurut survei Kementerian Perhubungan, kebijakan penghapusan aturan tes antigen/PCR dalam bepergian berpotensi terhadap peningkatan arus mudik Lebaran yang cukup tinggi yakni, hingga 55 juta pelaku perjalanan.

Sedangkan jika tanpa syarat atau cukup dengan vaksin dosis kedua, diperkirakan akan ada 79 juta warga yang melakukan perjalanan mudik. “Kalau ada kemudahan lain, misal ada mudik bersama, nah peluangnya mendekati 100 juta (pemudik). Maka dari itu, jika kita betul-betul menyiapkan ibadah Ramadhan dengan baik, otomatis kelambatan ekonomi kemarin akan bisa ditebus pada masa lebaran ini,” kata Muhadjir dikutip dari keterangan resmi yang diterima, Selasa (29/3/2022).

Baca juga: Partai Perindo Sambut Baik Kebijakan Pemerintah Izinkan Tarawih Berjamaah dan Mudik Lebaran



Sementara itu, pemerintah telah mengatur sejumlah pengaturan kegiatan dan kapasitas ibadah selama bulan Ramadhan yang teruang dalam SE Menag Nomor 4 Tahun 2022 dan Imendagri Nomor 8 Tahun 2022, serta pengaturan pergerakan masyarakat dalam SE Menhub Nomor 21 Tahun 2022. “Kegiatan tarawih, buka puasa, takbiran menyesuaikan ketentuan kapasitas tempat ibadah, yakni PPKM Level 3 maksimal 50%, PPKM Level 2 maksimal 75% dan PPKM Level 1 maksimal 75%. Sementara untuk pelaku perjalanan dalam negeri yang telah mendapatkan vaksin kedua atau ketiga (booster), tidak perlu menunjukkan hasil swab antigen dan PCR,” ujar Muhadjir.

Muhadjir pun optimistis ibadah Ramadhan dapat dilaksanakan lebih khidmat dan leluasa karena situasi pandemi Covid-19 mulai melandai.
(rca)
Komentar
Copyright © 2023 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.2063 seconds (11.97#12.26)