Kasus Covid-19 Konsisten Menurun, Pemerintah Izinkan Ibadah Ramadhan di Masjid
Selasa, 29 Maret 2022 - 01:13 WIB
loading...
A
A
A
Update BOR dan Isoter di Luar Jawa-Bali
Airlangga menjelaskan, terdapat tiga provinsi dengan kasus aktif tertinggi, namun angka bed occupancy ratio (BOR) terpantau masih memadai, dan konversi TT Covid-19 di RS masih rendah. Ketiga provinsi tersebut adalah Papua, Lampung dan Nusa Tenggara Timur.
Tingkat BOR Covid-19 dan BOR isolasi tertinggi di luar Jawa-Bali berada di Kalimantan Utara yakni masing-masing 21% dan 24%. Sementara, BOR ICU tertinggi untuk luar Jawa-Bali berada di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) yakni 32%, dan BOR ICU tertinggi untuk tingkat Kabupaten/Kota berada di Kota Bandar Lampung.
Adapun untuk evaluasi PPKM Luar Jawa-Bali Transmisi Komunitas (TK) Kasus Konfirmasi terus mengalami penurunan, dan sudah tidak ada provinsi yang berada di Level 4. Tingkat Kematian juga terus terkendali (26 Provinsi berada di Level 1 dan hanya Kepulauan Babel yang berada di Level 2).
Adapun 19 provinsi masih memiliki kapasitas respons terbatas akibat testing atau tracing yang terbatas; enam provinsi lain di kategori Sedang; dan 2 provinsi memadai. Per 27 Maret 2022, Level Asesmen membaik cukup signifikan, karena tidak ada Kabupaten/Kota Level 4. Kemudian Kabupaten/Kota Level 3 menurun; dan Kabupaten/Kota Level 2 dan Level 1 meningkat.
“Pemerintah memutuskan memperpanjang PPKM selama 14 hari ke depan yaitu dari 29 Maret hingga 12 April 2022. Kriteria Penerapan Level PPKM di luar Jawa-Bali adalah berdasarkan Level Situasi Pandemi Covid-19, yaitu transmisi komunitas (jumlah kasus, kematian, dan rawat inap) dan kapasitas respons (Testing, Tracing, Treatment/BOR),” papar Menko Airlangga.
Kemudian, juga menggunakan indikator berupa tingkat vaksinasi dosis-2 (minimal 45%), dan vaksinasi lansia dosis-1 (minimal 60%). Kabupaten/Kota yang tidak memenuhi ambang batas akan dinaikkan satu Level PPKM-nya, dengan pengecualian bagi Kabupaten/Kota dengan jumlah penduduk kurang dari 200 ribu orang dan kasus konfirmasi kurang dari 2 kasus per 100 ribu penduduk.
Airlangga menjelaskan, terdapat tiga provinsi dengan kasus aktif tertinggi, namun angka bed occupancy ratio (BOR) terpantau masih memadai, dan konversi TT Covid-19 di RS masih rendah. Ketiga provinsi tersebut adalah Papua, Lampung dan Nusa Tenggara Timur.
Tingkat BOR Covid-19 dan BOR isolasi tertinggi di luar Jawa-Bali berada di Kalimantan Utara yakni masing-masing 21% dan 24%. Sementara, BOR ICU tertinggi untuk luar Jawa-Bali berada di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) yakni 32%, dan BOR ICU tertinggi untuk tingkat Kabupaten/Kota berada di Kota Bandar Lampung.
Adapun untuk evaluasi PPKM Luar Jawa-Bali Transmisi Komunitas (TK) Kasus Konfirmasi terus mengalami penurunan, dan sudah tidak ada provinsi yang berada di Level 4. Tingkat Kematian juga terus terkendali (26 Provinsi berada di Level 1 dan hanya Kepulauan Babel yang berada di Level 2).
Adapun 19 provinsi masih memiliki kapasitas respons terbatas akibat testing atau tracing yang terbatas; enam provinsi lain di kategori Sedang; dan 2 provinsi memadai. Per 27 Maret 2022, Level Asesmen membaik cukup signifikan, karena tidak ada Kabupaten/Kota Level 4. Kemudian Kabupaten/Kota Level 3 menurun; dan Kabupaten/Kota Level 2 dan Level 1 meningkat.
“Pemerintah memutuskan memperpanjang PPKM selama 14 hari ke depan yaitu dari 29 Maret hingga 12 April 2022. Kriteria Penerapan Level PPKM di luar Jawa-Bali adalah berdasarkan Level Situasi Pandemi Covid-19, yaitu transmisi komunitas (jumlah kasus, kematian, dan rawat inap) dan kapasitas respons (Testing, Tracing, Treatment/BOR),” papar Menko Airlangga.
Kemudian, juga menggunakan indikator berupa tingkat vaksinasi dosis-2 (minimal 45%), dan vaksinasi lansia dosis-1 (minimal 60%). Kabupaten/Kota yang tidak memenuhi ambang batas akan dinaikkan satu Level PPKM-nya, dengan pengecualian bagi Kabupaten/Kota dengan jumlah penduduk kurang dari 200 ribu orang dan kasus konfirmasi kurang dari 2 kasus per 100 ribu penduduk.
Lihat Juga :