Kuatkan Kerja Sama Indonesia-Swedia, Dirjen Amerop Kemlu Kunjungi Stockholm
Senin, 28 Maret 2022 - 18:33 WIB
loading...
A
A
A
Mengawali FKB, Dirjen Swajaya juga melakukan pertemuan dengan State Secretary Kemlu Swedia, Robert Rydberg. Keduanya membahas Global Blended Finance Alliance yang merupakan inisiatif Indonesia pada G20, dukungan Swedia pada inisiatif tersebut, serta hubungan Indonesia dengan Uni Eropa.
Baca juga: Swedia Umumkan Pandemi COVID-19 Berakhir, Ini Alasannya
Sebelumnya, pada 24 Maret 2022, Dirjen Swajaya mengawali rangkaian kunjungannya di Swedia dengan bertemu CEO Syntronic, Björn Östlund, beserta jajaran di kantor pusat Syntronic, di kota Gävle (sekitar 150 km utara Stockholm). "Syntronic merupakan perusahaan yang bergerak di bidang konsultasi dan layanan jasa riset teknologi tinggi," katanya.
Syntronic saat ini memiliki pabrik perbaikan dan pemeliharaan barang-barang teknologi tinggi, seperti base trans-receiver station 5G, seluas 3.000 m2 yang berlokasi di Cikarang, Jawa Barat. Ke depannya, Syntronic berencana mengembangkan usahanya di Indonesia untuk menjadi pusat perbaikan dan pemeliharaan terbesar di ASEAN.
Syntronic meyakini Indonesia akan menjadi salah satu pusat global supply chain terbesar di dunia di masa mendatang. "Ini merupakan kesempatan baik baik bagi Syntronic untuk terus kembangkan usahanya di Indonesia, mulai dari layanan logistik hingga mendirikan pusat riset dan pengembangan kelas dunia," kata Björn Östlund kepada delegasi RI.
Sejumlah perusahaan Swedia yang juga ditemui oleh Dirjen Swajaya, antara lain SKF dan Brighter. Pada pertemuan dengan SKF, dibahas ekonomi sirkular pada sektor manufaktur, kaitan erat pendidikan vokasi dan industri serta ekspansi SKF di Indonesia.
Baca juga: Swedia Umumkan Pandemi COVID-19 Berakhir, Ini Alasannya
Sebelumnya, pada 24 Maret 2022, Dirjen Swajaya mengawali rangkaian kunjungannya di Swedia dengan bertemu CEO Syntronic, Björn Östlund, beserta jajaran di kantor pusat Syntronic, di kota Gävle (sekitar 150 km utara Stockholm). "Syntronic merupakan perusahaan yang bergerak di bidang konsultasi dan layanan jasa riset teknologi tinggi," katanya.
Syntronic saat ini memiliki pabrik perbaikan dan pemeliharaan barang-barang teknologi tinggi, seperti base trans-receiver station 5G, seluas 3.000 m2 yang berlokasi di Cikarang, Jawa Barat. Ke depannya, Syntronic berencana mengembangkan usahanya di Indonesia untuk menjadi pusat perbaikan dan pemeliharaan terbesar di ASEAN.
Syntronic meyakini Indonesia akan menjadi salah satu pusat global supply chain terbesar di dunia di masa mendatang. "Ini merupakan kesempatan baik baik bagi Syntronic untuk terus kembangkan usahanya di Indonesia, mulai dari layanan logistik hingga mendirikan pusat riset dan pengembangan kelas dunia," kata Björn Östlund kepada delegasi RI.
Sejumlah perusahaan Swedia yang juga ditemui oleh Dirjen Swajaya, antara lain SKF dan Brighter. Pada pertemuan dengan SKF, dibahas ekonomi sirkular pada sektor manufaktur, kaitan erat pendidikan vokasi dan industri serta ekspansi SKF di Indonesia.
Lihat Juga :