Guntur Soekarnoputra Usulkan Dialog Hati untuk Penyelesaian Konflik Papua

Senin, 28 Maret 2022 - 15:25 WIB
loading...
Guntur Soekarnoputra Usulkan Dialog Hati untuk Penyelesaian Konflik Papua
Ketua Forkoma PMKRI Hermawi Taslim bersama Guntur Soekarnoputra dalam pelantikan pengurus baru PA GMNI di Golden Ball Room Hotel Sultan Jakarta, Sabtu (26/3/2022). FOTO/IST
A A A
JAKARTA - Putra sulung Presiden Soekarno, Guntur Soekarnoputra ikut menyoroti konflik yang terjadi di Papua . Ternyata, dua prajurit TNI gugur saat Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Papua pimpinan Egianus Kogoya menyerang Pos Satgas Mupe Yonif Marinir-3 di Kwareh Bawah.

Dua prajurit TNI yang gugur itu adalah Letda Mar Mohammad Iqbal dan Pratu Wilson Anderson Here. Selain keduanya, delapan anggota Satgas Mupe Marinir juga terluka dalam serangan ini.

Ketua Forum Komunikasi Alumni Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (Forkoma PMKRI) Hermawi Taslim menuturkan, dirinya bertemu dengan Guntur Soekarnoputra dalam pelantikan pengurus baru Persatuan Alumni (PA) GMNI di Golden Ball Room Hotel Sultan Jakarta, Sabtu (26/3/2022). Dirinya bersama Ketua Dewan Pertimbangan Partai NasDem Siswono Yudohusodo dan pengurus teras PA GMNI Riad Oscar Chalik duduk satu meja dengan Mas Tok, sapaan akrab Guntur.



Dalam pertemuan itu, kata Taslim, Mas Tok mengatakan kunci penyelesaian Papua adalah dialog hati. Pendekatan ini dulu menjadi senjata pamungkas Bung Karno tatkala menyelesaikan proses integrasi Papua ke dalam NKRI.

"Kita tidak boleh surut dan patah semangat untuk membangun dialog yang terus-menerus dengan saudara-saudara kita yang ada di Papua," kata Mas Tok seperti dituturkan Taslim dalam keterangan tertulis, Senin (28/3/2022).

Baca juga: Prajurit TNI Berguguran di Papua, Fadli Zon: Kok Dianggap seperti Angin Lalu

Senada dengan Mas Tok, Hermawi Taslim memandang perlunya ruang dialog yang lebih luas untuk meredam konflik di Papua secara damai dan tanpa upaya-upaya paksa atau kekerasan.

"Dialog yang terus menerus perlu diperluas ruang lingkupnya, yang mencakup komunitas adat yang sangat bervariasi, pemuka agama serta para pemuda dan mahasiswa Papua yang tersebar di berbagai kota besar di tanah ini," kata Wasekjen Kebijakan Publik dan Isu Strategis DPP Partai NasDem ini.
(abd)
Komentar
Copyright © 2022 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.2278 seconds (11.210#12.26)