Cerita Megawati Awal Mula Masuk Partai dan Alasan Masih Terus Bertahan di PDIP
Minggu, 27 Maret 2022 - 03:08 WIB
loading...
A
A
A
Baca juga: Heboh Minyak Goreng, Megawati: Apakah Ibu Hanya Tahu Cara Memasak dengan Menggoreng?
"Itu yang saya bilang tadi, hidup saya seperti Cakra Manggilingan. Pada waktu itu saya dipanggil ke polisi aja 3 kali, ke Kejaksaan Gedung Bundar dan dipanggil dari pagi sampai malam. Saya sampai tanya, sebenarnya kalian (aparat hukum) ini mau mencari dari saya apa toh?" ungkapnya.
"Jadi hidup saya ini seperti Cakra Manggilingan. Kenapa saya mampu di dalam hal mencapai kedudukan seperti ini yang seharusnya saya sudah pensiun tetapi masih terus bekerja, karena apa? Orang melihat saya orang yang bisa bertanggung jawab dan tanggung jawab itu kelihatan. Sebagai pelaksanaan tanggung jawab, karena saya punya keyakinan dan untuk menjalankannya saya punya niat," lanjut Megawati.
Diketahui, pada masa Orde Baru Megawati sempat dilarang menduduki kursi pemimpin partai. Larangan untuk mendukung Mega juga disampaikan dalam Kongres Luar Biasa di Surabaya pada 2 – 6 Desember 1993.
Tetapi fakta berkata lain. Peserta KLB ternyata justru sangat mendukung Megawati menjadi ketua umum PDI. Larangan pemerintah tidak digubris peserta KLB. Megawati pun dikukuhkan sebagai Ketua PDI secara de facto dari 1993 sampai dengan 1998.
"Itu yang saya bilang tadi, hidup saya seperti Cakra Manggilingan. Pada waktu itu saya dipanggil ke polisi aja 3 kali, ke Kejaksaan Gedung Bundar dan dipanggil dari pagi sampai malam. Saya sampai tanya, sebenarnya kalian (aparat hukum) ini mau mencari dari saya apa toh?" ungkapnya.
"Jadi hidup saya ini seperti Cakra Manggilingan. Kenapa saya mampu di dalam hal mencapai kedudukan seperti ini yang seharusnya saya sudah pensiun tetapi masih terus bekerja, karena apa? Orang melihat saya orang yang bisa bertanggung jawab dan tanggung jawab itu kelihatan. Sebagai pelaksanaan tanggung jawab, karena saya punya keyakinan dan untuk menjalankannya saya punya niat," lanjut Megawati.
Diketahui, pada masa Orde Baru Megawati sempat dilarang menduduki kursi pemimpin partai. Larangan untuk mendukung Mega juga disampaikan dalam Kongres Luar Biasa di Surabaya pada 2 – 6 Desember 1993.
Tetapi fakta berkata lain. Peserta KLB ternyata justru sangat mendukung Megawati menjadi ketua umum PDI. Larangan pemerintah tidak digubris peserta KLB. Megawati pun dikukuhkan sebagai Ketua PDI secara de facto dari 1993 sampai dengan 1998.
Lihat Juga :