Dinasihati karena Tagar Tenggelamkan Gerindra, Ini Tanggapan Arief Poyuono

Rabu, 17 Juni 2020 - 11:38 WIB
loading...
Dinasihati karena Tagar...
Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Arief Poyuono enggan menanggapi pernyataan Juru Bicara Partai Gerindra Habiburokhman yang mengaku sudah menasehati dirinya. Foto/SINDOphoto
A A A
JAKARTA - Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Arief Poyuono enggan menanggapi pernyataan Juru Bicara Partai Gerindra Habiburokhman yang mengaku sudah menasihati dirinya. Namun, Arief Poyuono menilai Habiburokhman seolah menjadi gurunya.

"Dia (Habiburokhman-red) ngomong aku muridnya dia. Ya biar aja lah. Dia ngaku guru saya," ujar Arief Poyuono kepada SINDOnews, Rabu (17/6/2020). (Baca juga: Komentarnya Viral di Medsos, Wakil Ketua Umum Gerindra Dinasihati)

Diberitakan SINDOnews sebelumnya, Habiburokhman melalui akun Twitternya, @HabiburokhmanJktTimur mengaku sudah menasehati Arief Poyuono. Habiburokhman juga mengingatkan Arief bahwa sikap Partai Gerindra jelas anti-PKI.

Habiburokhman juga menjelaskan bahwa pernyataan Arief Poyuono terkait isu kebangkitan PKI tidak mewakili Partai Gerindra. Adapun penjelasan Habiburokhman itu menyikapi tanda pagar atau hashtag #tenggelamkangerindra ramai di media sosial Twitter sejak Selasa 15 Juni 2020.

Tanda pagar (tagar) itu muncul menyusul beredarnya video rekaman pernyataan Wakil Ketua Umum DPP Partai Gerindra, Arief Poyuono di Twitter. Dalam video itu, Arief yang berbincang dengan seseorang menyatakan isu PKI sengaja diembuskan oleh "kadrun-kadrun". (Baca juga: Arief Poyuono Ngomong Kadrun, Tagar Tenggelamkan Gerindra Ramai di Medso s)
(kri)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Slopaganda: Propaganda...
Slopaganda: Propaganda Massal di Era AI
Denny JA Soroti Kerusuhan...
Denny JA Soroti Kerusuhan Agustus 2025 dalam Perspektif Kelas Rentan Digital
Dukung Blokir Konten...
Dukung Blokir Konten LGBT di Medsos, DPR: Jika Dibiarkan Menormalisasi Perilaku Menyimpang
Tumbuhkan Asa Jurnalis...
Tumbuhkan Asa Jurnalis Muda di Era Disruspi Digital, IJTI Gelar Konferensi Jurnalis Kampus se-Indonesia
Gerindra: Diplomasi...
Gerindra: Diplomasi Aktif Prabowo Perkuat Posisi Indonesia di Panggung Global
Habiburokhman Kritik...
Habiburokhman Kritik Dino Patti Djalal: Sok Paling Kemlu Sendiri Sedunia
Kisah Mas Rushh Bangun...
Kisah Mas Rushh Bangun Personal Branding lewat Konten Keluarga
3 Kali Jadi Korban Hacker,...
3 Kali Jadi Korban Hacker, Akun Instagram Wardatina Mawa Diretas Lagi
Polemik Paskibraka Sulsel,...
Polemik Paskibraka Sulsel, Pengamat Wanti-wanti Tidak Jadi Ajang Politik Praktis
Rekomendasi
Perselingkuhan Membuka...
Perselingkuhan Membuka Rahasia Kelam Seorang Polisi di Microdrama V+Short The Next Door Detective
Harga BBM Naik 37%,...
Harga BBM Naik 37%, Saatnya Percepat Adopsi Kendaraan Listrik
Malih Tong Tong Doakan...
Malih Tong Tong Doakan Haji Bolot Cepat Sembuh, Akui Rindu Kerja Bareng Lagi
Berita Terkini
PKB Minta PDIP Tegas...
PKB Minta PDIP Tegas soal Posisi terhadap Pemerintah: Jangan Abu-abu
Menang Lagi di PN Jakpus,...
Menang Lagi di PN Jakpus, Putusan Hakim Tegaskan Keabsahan Tanda Tangan Ketum PPP dan Wasekjen pada SK Plt Maluku
Di Seskoau, Sjafrie:...
Di Seskoau, Sjafrie: Kepemimpinan Adaptif Penting Hadapi Tantangan Pertahanan Masa Depan
Indonesia Emas 2045...
Indonesia Emas 2045 Taruhannya: Ketika Pundak Gen Z Rapuh Tanpa Jangkar Moral
Threshold DPRD Dinilai...
Threshold DPRD Dinilai Reduksi Demokrasi Lokal, Gardian Muhammad Minta Reformasi Politik Substantif
Pengamat: Dugaan Manipulasi...
Pengamat: Dugaan Manipulasi Ekspor Minyak Sawit Harus Diusut demi Kepastian Hukum
Infografis
6 Jenderal Bintang 4...
6 Jenderal Bintang 4 AS Ini Pernah Peringatkan Trump soal Risiko Perang Melawan Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved