Kesaktian Prajurit Pasukan Elite TNI AU Ini Selamatkan Teman-temannya dari Pembantaian

Kamis, 24 Maret 2022 - 05:40 WIB
loading...
Kesaktian Prajurit Pasukan...
Prajurit Pasukan Gerak Tjepat (PGT) sekarang bernama Komando Pasukan Gerak Cepat (Kopasgat) TNI AU. Foto/SINDOnews
A A A
JAKARTA - Nama Ngatijan, prajurit Pasukan Gerak Tjepat (PGT) sekarang bernama Komando Pasukan Gerak Cepat (Kopasgat) TNI AU mungkin tidak cukup dikenal. Meski begitu, pengorbanannya dalam Operasi Mandala merebut Irian Barat yang kini bernama Papua cukup besar.

Bersama prajurit Kopasgat lainnya Ngatijan juga berjuang mengibarkan Bendera Merah Putih untuk pertama kalinya di Tanah Papua. Bahkan berkat kesaktiannya, Ngatijan juga melindungi dan menyelamatkan nyawa teman-temannya dari pembataian saat di dalam penjara.

Dikutip dari buku “Heroisme PGT Dalam Operasi Serigala: Pengibaran Bendera Merah Putih Pertama di Teminabuan” yang diterbitkan Subdisjarah Dinas Penerangan Angkatan Udara (Dispenau) diceritakan, Ngatijan merupakan salah satu prajurit Korps Baret Jingga yang diterjunkan dalam Operasi Serigala.

Baca juga: Dikepung Musuh, Perwira Pasukan Khusus TNI AU Ini Gugur dalam Operasi Serigala di Papua

Operasi militer berskala besar yang digelar Angkatan Udara Mandala (AULA) di bawah kepemimpinan Panglima AULA Komodor Udara Leo Wattimena yang juga merangkap Wakil Panglima II Komando Mandala (KOLA) ini antara lain, melakukan infiltrasi atau penyusupan ke pertahanan Belanda sebagai pasukan pendahulu sebelum pasukan lainnya masuk ke Papua melalui daerah Sorong dan Teminabuan.

Kesaktian Prajurit Pasukan Elite TNI AU Ini Selamatkan Teman-temannya dari Pembantaian

Tentara Belanda di Pelabuhan Teminabuan. Foto/Subdisjarah TNI AU

Dalam operasi tersebut, Kopasgat mengemban misi khusus yang cukup berat yakni, mengganggu dan melemahkan kekuatan Belanda, melakukan sabotase termasuk misi pengibaran Bendera Merah Putih di Papua. Operasi militer terpaksa diambil lantaran Belanda tidak mau menyerahkan Papua kepada Indonesia. Sikap Belanda tersebut melanggar perjanjian Konferensi Meja Bundar (KMB) yang telah disepakati.

Baca juga: Heroik! 69 Pasukan Khusus TNI AU Gugur Ditembak dalam Misi Pengibaran Bendera Merah Putih

Panglima Komando Mandala (KOLA) Presiden Soeharto yang kala itu berpangkat Mayjen TNI meminta Leo Wattimena menyiapkan pasukan yang memiliki kemampuan khusus untuk menjalankan operasi infiltrasi dengan cara diterjunkan. Saat itulah, Leo Wattimena menunjuk Komandan III PGT di PAU Margahayu Letnan Udara (LU) I Lambertus Manuhua untuk memimpin pasukan.

“Kalian siap, belum tentu kalian bisa pulang. Bisa juga pulang nama, risiko dengan segala macam kalian siap? Tanya Presiden Soekarno di Istana Negara Bogor. Suasana ketika itu langsung hening sekitar setengah menit, tidak ada yang menjawab.

“Saya siap,” jawab Manuhua memecah keheningan.
“Kamu siapa?,” tanya Soekarno.
“Saya Lambertus Manuhua, AURI, Komandan PGT, Kompi di Margahayu,” jawab L. Manuhua.
“Kamu tahu risikonya,” tanya Soekarno kembali.
“Siap” jawab Manuhua singkat.
“Pulang nama?,” tanyanya lagi
“Siap, untuk Indonesia saya siap mengorbankan nyawa saya,” jawab Manuhua tegas.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Semangat Otsus Harus...
Semangat Otsus Harus Tercermin dalam Desain Politik Papua
Terungkap! 3 Modus Propaganda...
Terungkap! 3 Modus Propaganda Disintegrasi yang Membonceng Film Pesta Babi
Prabowo Kenang Hari...
Prabowo Kenang Hari Lahir Soekarno Lewat Potret Sang Proklamator
Film Pesta Babi Bergeser...
Film Pesta Babi Bergeser dari Kritik Sosial Jadi Instrumen Kampanye Disintegrasi Papua
750 Yonif Teritorial...
750 Yonif Teritorial Pembangunan, Strategi TNI Menghadapi Ancaman Baru
Tim Kolaborasi Film...
Tim Kolaborasi Film Pesta Babi Buka Suara setelah Mama Sinta Lapor Polisi
Bangun Pertanian di...
Bangun Pertanian di Papua, Pemerintah Gelontorkan Rp5 Triliun
China Bakal Bangun Pusat...
China Bakal Bangun Pusat Padi dan Sekolah Vokasi di Papua
Investasi Jangka Panjang:...
Investasi Jangka Panjang: Kolaborasi Pendidikan demi Masa Depan Berkelanjutan di Papua
Rekomendasi
Memuat Kalimat Syahadat,...
Memuat Kalimat Syahadat, Bendera Arab Saudi Tak Menyentuh Tanah di Piala Dunia 2026
Iran Kecam Perlakuan...
Iran Kecam Perlakuan Buruk AS di Piala Dunia: Tim yang Paling Ditindas
Kelompok Suporter Eropa...
Kelompok Suporter Eropa Kritik FIFA: Tribun Piala Dunia 2026 Minim Pemisahan Penonton
Berita Terkini
Evita: Ekspor Satu Pintu...
Evita: Ekspor Satu Pintu Harus Jadi Instrumen Hilirisasi, Bukan Ubah Jalur Penjualan
Profil Letjen TNI (Purn)...
Profil Letjen TNI (Purn) Setyo Sularso yang Dikait-kaitkan dengan Tiyo Ardianto
Dari SPBU ke Meja Makan:...
Dari SPBU ke Meja Makan: Rantai Dampak Kenaikan BBM terhadap Kesejahteraan
Said Didu ke Presiden...
Said Didu ke Presiden Prabowo: Kawan Bapak Tuh Ada di Luar, Bukan di Dalam
Pesan Said Didu untuk...
Pesan Said Didu untuk Prabowo: Waktu Melakukan Akomodasi Politik Sudah Lewat
Ditegur Delegasi Belanda...
Ditegur Delegasi Belanda karena Merokok saat KMB, Jawaban Agus Salim Ini Membuat Mereka Terdiam
Infografis
3 Pangdam Jebolan Akmil...
3 Pangdam Jebolan Akmil 1992 Teman Satu Angkatan KSAD Jenderal TNI Maruli
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved