Mengenal Komunikasi Pemasaran Jasa di Era Disrupsi

Selasa, 22 Maret 2022 - 13:42 WIB
loading...
A A A
Baca juga: Pandemi Percepat Disrupsi Digital

Dalam melakukan komunikasi internal, baik komunikasi vertikal antara karyawan dengan manajemen perusahaan, maupun sebaliknya, juga komunikasi horizontal dengan sesama karyawan, dibutuhkan tidak sekadar face to face communication tetapi dapat menggunakan media sosial, seperti WhatsApp, Telegram, atau Messenger. Yang terpenting, media ini digunakan untuk menyebarkan pesan komunikasi dalam rangka menyamakan makna atas bisnis jasa yang dijual kepada konsumen. Karyawan dan manajemen harus memiliki pemahaman yang sama mengenai jasa yang diperdagangkan. Manajemen perlu memperlakukan dengan baik karyawannya, karena secara langsung akan mempengaruhi interaksi karyawan dengan konsumennya dalam pemasaran interaktif.

Pemasaran interaktif dapat dilakukan melalui media digital maupun konvensional. Bukan saja pemanfaatan platform media sosial, namun perlu mempersiapkan kapabilitas karyawan untuk memberikan layanan yang unggul kepada konsumen. Selain itu, dalam komunikasi pemasaran eksternal yang terjadi antara manajemen perusahaan dengan konsumen juga dapat dilakukan melalui media sosial maupun maupun media massa konvensional. Bentuk komunikasi yang dilakukan bisa seperti periklanan dan promosi penjualan yang dilakukan melalui media digital. Intinya, dalam komunikasi pemasaran jasa perlu memanfaatkan platform media sosial maupun media online. Dengan perkembangan teknologi informasi yang masif, sebagian kebutuhan komunikasi dalam pemasaran jasa, dapat dilakukan secara hybrid antara kecakapan komunikasi antar pribadi, komunikasi media konvensional dan komunikasi bermedia digital.

Pemanfaatan media digital dalam bisnis jasa dalam rangka komunikasi yang lebih baik, telah diterapkan banyak perusahaan. Sebagai contoh untuk jasa wedding organizer. Seperti dilansir dalam bridestory.com (diakses 7 Maret 2022), hasil survei yang dilakukan pada tahun 2017, mengindikasikan bahwa responden menggunakan jasa wedding organizer karena menemukan jasa tersebut via media digital, yakni sebanyak 18,8% responden menggunakan social media search (Facebook, Instagram, Pinterest, dll), 8,5% menggunakan internet search (Google, Yahoo, dan Bing!), 3,2% melalui wedding blog, 1,4% melalui wedding magazine directory, dan 0,6% melalui online ads. Hasil riset Setyawati (2020) juga mengindikasikan bahwa interaksi pengguna dan jasa pernikahan di Instagram sebagai alternatif pencarian informasi. Pencarian informasi biasanya dilatarbelakangi oleh ketersediaan informasi di Instagram orang terdekat. Keputusan menggunakan suatu jasa dilatarbelakangi oleh konsultasi dan kualitas yang dapat dicari di Instagram. Interaksi pengguna dengan penyedia jasa pada masa pandemi dilakukan pada hari pernikahan maupun pascapernikahan. Influencer di Instagram juga memainkan peran penting dalam memberikan referensi mengenai ide konsep pernikahan.

Jika platform media sosial dan media digital dapat terintegrasi untuk menjadi saluran komunikasi dalam penyampaian pesan mengenai bisnis jasa wedding organizer, tentu akan memudahkan konsumen mendapatkan layanan bisnis yang sesuai dengan kebutuhan dan keinginannya. Komunikasi yang terintegrasi antara manajemen, karyawan dan konsumen dalam mencapai tujuan pemasaran, tentu tidak saja memberikan benefit bagi perusahaan, lebih jauh dapat memuaskan konsumen. Selain kemudahan interaksi, keluhan konsumen juga dapat tertangani dengan cepat dan tepat, karena kapabilitas karyawan yang mampu beradaptasi dengan berbagai media komunikasi.
(zik)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Transformasi Polri di...
Transformasi Polri di Tengah Era Disrupsi Digital
Gerindra: Komunikasi...
Gerindra: Komunikasi Prabowo dengan Jokowi Baik-Baik Aja
Tumbuhkan Asa Jurnalis...
Tumbuhkan Asa Jurnalis Muda di Era Disruspi Digital, IJTI Gelar Konferensi Jurnalis Kampus se-Indonesia
Hasan Nasbi Dorong Mahasiswa...
Hasan Nasbi Dorong Mahasiswa Fisip Unpas Lebih Kritis Hadapi Disrupsi Digital
Tunjuk Qodari Pimpin...
Tunjuk Qodari Pimpin Bakom, Prabowo Bangun Dream Team Komunikasi Pemerintah
Setkab Tembus 3 Besar,...
Setkab Tembus 3 Besar, Komunikasi Teddy Dinilai Kunci Kepercayaan Publik
IYSDGS 2026 Dorong Kolaborasi...
IYSDGS 2026 Dorong Kolaborasi Lintas Sektor untuk Ketahanan Air dan Pangan
MICoCS 2026: Akademisi...
MICoCS 2026: Akademisi Dunia Kupas Tantangan AI bagi Industri Media dan Komunikasi
Kerja Sama dengan Foshan...
Kerja Sama dengan Foshan Polytechnic Tiongkok, Universitas Bakrie Perluas Jejaring Global
Rekomendasi
Anggota DPR AS Sebut...
Anggota DPR AS Sebut Zohran Mamdani 'Teroris Muslim' karena Juluki Netanyahu Penjahat Perang
Gunung Lewotobi Laki-laki...
Gunung Lewotobi Laki-laki Erupsi, Ketinggian Abu Mencapai 1.600 Meter
Jet Tempur Siluman Su-57...
Jet Tempur Siluman Su-57 Rusia Seharga Rp2 Triliun Jatuh, Bukan akibat Ditembak Ukraina
Berita Terkini
Alasan Hotman Paris...
Alasan Hotman Paris Tidak Khawatir soal Ucapannya 'Lu Punya Otak Gak?' Dilaporkan ke Polisi
Kejagung Dijadwalkan...
Kejagung Dijadwalkan Periksa Febrie Adriansyah Hari Ini, Sebelumnya Mangkir
Pakar: Pertemuan Kapolri-Direktur...
Pakar: Pertemuan Kapolri-Direktur FBI Langkah Strategis Hadapi Kejahatan Transnasional
Sebut 108 UU Perlu Diubah,...
Sebut 108 UU Perlu Diubah, Cak Imin: Omnibus Law Ciptaker hingga Agraria
KPK: Sebelum Serahkan...
KPK: Sebelum Serahkan Amplop ke Menhut, Bupati Kuansing Kumpulkan SGD 46.500
PPATK Ungkap Perputaran...
PPATK Ungkap Perputaran Dana Judi Online Turun hingga Rp286,84 Triliun di Era Prabowo
Infografis
Joao Pinheiro, Wasit...
Joao Pinheiro, Wasit Kontroversial di Laga Argentina vs Swiss
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved