BMKG Perkirakan Lapisan Es di Puncak Jaya Wijaya Punah Pada 2025
Senin, 21 Maret 2022 - 16:31 WIB
loading...
A
A
A
Selain itu, proyeksi iklim berdasarkan basis 2006-2016, suhu udara pada di 2030 akan meningkat 0,5 derajat Celcius dalam kurun waktu 10 tahun dan curah hujan lebih kering 20%. Hal ini disebabkan potensi bencana hidrometeorologi semakin meningkat.
"Yang paling mencemaskan dari analisis BMKG, terjadi kenaikan suhu hingga tahun 2100 di seluruh provinsi pulau utama di Indonesia apabila tidak dilakukan mitigasi iklim," katanya.
Dibandingkan zaman praindustri pada 1850, saat ini terjadi peningkatan suhu udara 4 derajat Celcius. Artinya ada peningkatan empat kali lipat. "Hal ini menyebabkan cuaca ekstrem semakin sering, intensitas meningkat, dan durasi semakin panjang. Apalagi kalau suhu tersebut meningkat empat kali lipat setiap tahunnya di tahun 2100," ujar Dwikorita.
Baca juga: Bandung Diguyur Hujan Es, Begini Penjelasan BMKG
Perubahan cuaca ekstrim karena El Nino dan La Nina di Indonesia juga disebut Dwikorita Karnawati semakin cepat siklusnya. Dari yang sebelumnya setiap 7 tahun sekali menjadi setiap tahun.
"Periode El Nino (musim kering panjang) dan La Nina (musim hujan basah yang ekstrim) periode sebelum 1980 itu 5-7 tahun sekali. Namun karena perubahan iklim pada 1981 memendek jadi 2-3 tahun, dan dua tahun terakhir terjadi setiap tahun," ungkapnya.
"Yang paling mencemaskan dari analisis BMKG, terjadi kenaikan suhu hingga tahun 2100 di seluruh provinsi pulau utama di Indonesia apabila tidak dilakukan mitigasi iklim," katanya.
Dibandingkan zaman praindustri pada 1850, saat ini terjadi peningkatan suhu udara 4 derajat Celcius. Artinya ada peningkatan empat kali lipat. "Hal ini menyebabkan cuaca ekstrem semakin sering, intensitas meningkat, dan durasi semakin panjang. Apalagi kalau suhu tersebut meningkat empat kali lipat setiap tahunnya di tahun 2100," ujar Dwikorita.
Baca juga: Bandung Diguyur Hujan Es, Begini Penjelasan BMKG
Perubahan cuaca ekstrim karena El Nino dan La Nina di Indonesia juga disebut Dwikorita Karnawati semakin cepat siklusnya. Dari yang sebelumnya setiap 7 tahun sekali menjadi setiap tahun.
"Periode El Nino (musim kering panjang) dan La Nina (musim hujan basah yang ekstrim) periode sebelum 1980 itu 5-7 tahun sekali. Namun karena perubahan iklim pada 1981 memendek jadi 2-3 tahun, dan dua tahun terakhir terjadi setiap tahun," ungkapnya.
Lihat Juga :