Selama Tak Ubah Aturan, Fadli Zon Anggap Isu Penundaan Pemilu 2024 Pepesan Kosong
Minggu, 20 Maret 2022 - 10:55 WIB
loading...
Anggota DPR RI Fraksi Gerindra Fadli Zon mengatakan, selama tidak merubah aturan, isu penundaan Pemilu 2024 hanyalah pepesan kosong.Foto/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Anggota DPR RI Fraksi Gerindra Fadli Zon buka suara soal mencuatnya isu penundaan Pemilu 2024. Menurutnya, isu penundaan pemilu yang tengah bergulir liar di publik hanyalah pepesan kosong.
“Selama isu itu (penundaan pemilu) tidak menyentuh pada perubahan aturan, sebenarnya itu hanya pepesan kosong menurut saya,” kata Fadli Zon seusai menghadiri forum ASEAN+3 Meeting dalam rangkaian acara Inter-Parliamentary Union (IPU), Minggu (20/3/2022).
Sebab, kata dia, wacana yang bergulir tetap tidak akan mengubah undang-undang yang menyebutkan secara tegas jadwal penyelenggaraan Pemilu. Apalagi, pembuatan aturan tersebut juga mempunyai proses yang panjang antara eksekutif dan legislatif.
Baca juga: Heroik! 69 Pasukan Khusus TNI AU Gugur Ditembak dalam Misi Pengibaran Bendera Merah Putih
“Saya kira harusnya penyelenggara berkonsentrasi persiapan untuk menyukseskan sesuai dengan jadwal. Apalagi memang secara konstitusi pembatasan itu sudah menjdi norma yang inheren dengan Reformasi dan demokrasi kita.” pungkas dia.
“Selama isu itu (penundaan pemilu) tidak menyentuh pada perubahan aturan, sebenarnya itu hanya pepesan kosong menurut saya,” kata Fadli Zon seusai menghadiri forum ASEAN+3 Meeting dalam rangkaian acara Inter-Parliamentary Union (IPU), Minggu (20/3/2022).
Sebab, kata dia, wacana yang bergulir tetap tidak akan mengubah undang-undang yang menyebutkan secara tegas jadwal penyelenggaraan Pemilu. Apalagi, pembuatan aturan tersebut juga mempunyai proses yang panjang antara eksekutif dan legislatif.
Baca juga: Heroik! 69 Pasukan Khusus TNI AU Gugur Ditembak dalam Misi Pengibaran Bendera Merah Putih
“Saya kira harusnya penyelenggara berkonsentrasi persiapan untuk menyukseskan sesuai dengan jadwal. Apalagi memang secara konstitusi pembatasan itu sudah menjdi norma yang inheren dengan Reformasi dan demokrasi kita.” pungkas dia.
Lihat Juga :