Eks Anggota ISIS Bertaubat, Kini Buka Usaha Seni Kaligrafi

Minggu, 20 Maret 2022 - 10:24 WIB
loading...
Eks Anggota ISIS Bertaubat,...
Yusuf Abdur Rahman eks anggota teroris ISIS kini membuka usaha seni kaligrafi. Foto/SINDOnews
A A A
JAKARTA - Yusuf Abdur Rahman adalah seorang mitra deradikalisasi Badan Nasional Penanggulangan Terorisme ( BNPT ). Dirinya sempat bergabung dengan kelompok ISIS, dan berakhir mendekam di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Sentul sebagai napi terorisme.

Selama 3 tahun, Yusuf berpindah-pindah tempat penahanan. Sempat di Rutan Mako Brimob, kemudian Lapas Gunung Sindur, dan bahkan salah satu lapas paling mengerikan di Indonesia, yakni Nusakambangan.

Yusuf menuturkan, selama menjalani masa tahanan, dia mengikuti pembinaan selama empat hari. Di hari Senin mendapatkan materi wawasan kebangsaan, lalu di Selasa pembinaan agama, Rabu pembinaan wirausaha, dan Kamis ada pendampingan psikologi.

Baca juga: Heroik! 69 Pasukan Khusus TNI AU Gugur Ditembak dalam Misi Pengibaran Bendera Merah Putih

"Selama di Lapas Sentul saya dapat banyak pembinaan dari petugas dan juga kakak pembina. Utamanya saya mengikuti pembinaan sebagai wirausaha yang kemudian saya mengikuti bidang kaligrafi," ujar Yusuf dalam video YouTube BNPT, dikutip Minggu (20/3/2022).

Saat menjalani masa tahanan, Yusuf sempat takut bahwa nantinya selepaa bebas dia tak akan diterima lagi di lingkungan sekitarnya. Namun, dugaan itu tidak benar-benar terjadi. Sebab, saat pria asal Boyolali ini menghirup bebas, justru sambutan positif yang didapatkannya. Para tetangga menyatakan rindu akan kehadirannya, terutama saat Bulan Ramadan.

Baca juga: Mutasi TNI AL, Mantan Dandenjaka Jabat Wakil Komandan Pasmar 3 Sorong

"Respons lingkungan sekitar kepada saya ketika saya bebas dari Lapas Sentul, yang pertama kangen ya. Jadi saya dicari, mas kok lama enggak keliatan, Idul Fitri biasanya ngimamin enggak ada, salat jemaah enggak ada dan momen ramadan lainnya. Saya bersyukur masyarakat tidak mencemooh ya tapi malah merindukan saya," imbuhnya.

Kini, keseharian Yusuf dipenuhi banyak hal bermanfaat. Dia menjadi pengajar di salah satu Madrasah Ibtidaiyah di Sukoharjo, Jawa Tengah. Mata pelajaran yang diajarkannya adalah Al Quran dan Bahasa Arab. "Di tiap akhir pekan saya pulang ke Boyolali untuk membantu orang tua jualan mie ayam bakso," jelasnya.

Kesibukan Yusuf lainnya, yakni membuat kaligrafi dan lukisan ketika ada pesanna pelanggan. Kaligrafi mulai tertarik didalamnya ketika di dalam lapas ada tahanan lain yang memiliki minat kesenian tinggi. "Saya mulai mendalami kaligrafi, bertemu pembina yang didatangkan BNPT untuk memperbaiki dan memperbagus seni saya," ungkapnya.

Untuk pesanan kaligrafi yang dibuatnya dibanderol harga sesuai dengan bahan dan tingkat kesulitan. Menurut dia, bahan triplek cenderung lebih murah ketimbang berbahan kanvas. "Pemasaran kaligrafi selama ini masih terbatas pada WhatsApp saja. Rencana saya mau dipasarkan di Instagram dan Facebook tapi masih by process," tuturnya.

Yusuf pun berpesan untuk narapidana terorisme lain sgar jangan berputus asa dengan apa yang terjadi. Kata Yusuf, jangan selalu menengok ke masa lalu, namun coba tengok masa depan. "Tetap jadi diri sendiri dan jangan terlalu memikirkan apa kata orang, terlebih kesan negatif, jangan terlalu dimasukan ke hati. Tetap optimis dan tetap berkarya, kita jaga negara kita jadi negara damai dan sejahtera," ujarnya.
(cip)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Ekstremisme Kekerasan...
Ekstremisme Kekerasan di Asia Tenggara
BNPT Minta Presiden...
BNPT Minta Presiden Prabowo Teken Perpres Umumkan Status Terorisme di Indonesia
112 Anak Terpapar Radikalisme,...
112 Anak Terpapar Radikalisme, BNPT Tekankan Pentingnya Menjaga Ruang Digital
Terungkap! Ini Pertanyaan...
Terungkap! Ini Pertanyaan Jebakan Kelompok Teroris untuk Jaring Anak-anak
Densus 88: Kelompok...
Densus 88: Kelompok Teror Rekrut Anak-anak Pakai Medsos dan Game Online
Densus 88 Antiteror...
Densus 88 Antiteror Tangkap 5 Orang Perekrut Anak Masuk Jaringan Terorisme
Ammar Zoni Menangis...
Ammar Zoni Menangis Dipindah ke Nusakambangan, Sebut Suasana Penjara Mencekam
Iran Balas Dendam, Tetapkan...
Iran Balas Dendam, Tetapkan Tentara Seluruh Uni Eropa sebagai Kelompok Teroris
130 Tahanan Risiko Tinggi...
130 Tahanan Risiko Tinggi Kembali Dipindahkan ke Nusakambangan
Rekomendasi
Pemimpin Oposisi Zionis:...
Pemimpin Oposisi Zionis: Kesepakatan Damai AS-Iran Berarti Tak Satu Pun Tujuan Perang Israel Tercapai
Makin Dicintai Dunia,...
Makin Dicintai Dunia, Batik Ramah Lingkungan Asal Semarang Sukses Mendunia lewat LinkUMKM BRI
Hadapi Pemilu 2029,...
Hadapi Pemilu 2029, PSI Perkuat Konsolidasi Akar Rumput di Kalimantan
Berita Terkini
5 Peristiwa Politik...
5 Peristiwa Politik Pekan Ini: Said Iqbal Jadi Penasihat Presiden, Prabowo Terima JK, hingga Mahasiswa Turun ke Jalan
Kompolnas Diperkuat...
Kompolnas Diperkuat dalam UU Polri Baru, Boni Hargens Yakin Gagasan Restorasi Kapolri Bakal Terwujud
Rieke Diah Pitaloka...
Rieke Diah Pitaloka Dikritik Akademisi: Melihat Dukungan Manajemen Jangan Sempit
Wamenhaj: Transparansi...
Wamenhaj: Transparansi jadi Kunci Berantas Kartel Haji
Menkomdigi Ajak Generasi...
Menkomdigi Ajak Generasi Muda Jadi Duta Internet Sehat dan Lawan Kejahatan Digital
Mendikdasmen Abdul Muti:...
Mendikdasmen Abdul Mu'ti: Sebagian Besar Murid Berharap Program MBG Dilanjutkan
Infografis
Agung Gumilar Saputra,...
Agung Gumilar Saputra, Eks Kopassus yang Jadi Asisten Khusus Prabowo
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved