Ingin Cetak Hattrick Pemilu, Megawati Ingatkan Kader PDIP Turun ke Bawah
Senin, 14 Maret 2022 - 02:10 WIB
loading...
A
A
A
"Ibu Mega sudah memberikan contoh dengan setiap hari melakukan evaluasi dan mengecek kegiatan partai. Tiada hari tanpa gerakan, terus bergerak. Gotong royong harus hidup sehingga kita memastikan menjadi pemenang Pemilu yang akan datang,” tegas Hasto.
Hasto mengatakan DPP PDIP mendorong agar pengurus partai di suatu daerah juga memiliki tanggung jawab membantu di wilayah lain di sekitarnya yang lebih lemah. Semisal, PDIP Sumut punya tanggung jawab bergotong royong membantu wilayah di sekitarnya yang lebih lemah secara politik.
"Semisal di wilayah Aceh. Ketika langkah konsolidasi, ya lebarkan sampai ke sana. Artinya kepemimpinan kita bukan hanya untuk Sumut, namun juga untuk wilayah sekitar kita yang relatif lemah seperti Aceh," jelas Hasto.
Hasto juga mengingatkan agar kader partai di Sumut terus memperkuat kerja sama dengan elemen bangsa yang terlibat dalam membangun Indonesia bersama-sama. Seperti dengan komunitas Nahdatul Ulama (NU), Muhammadiyah, serta berbagai komunitas lainnya.
“Kita harus memerkuat kemitraan dan kerja sama dengan elemen bangsa yang memang sejak awal membangun Indonesia. Seperti NU dan Muhamadiyah, yang sejak awal bersama PNI memang membangun Indonesia. Semuanya dalam konteks membangun gotong royong nasional,” kata Hasto.
Lebih jauh, Hasto mengatakan kesatupaduan kader secara internal harus terus diperkuat. “Kepemimpinan kita harus kepemimpinan yang membangun organisasi, yang membangun spirit juang kader untuk bekerja. Berpolitik itu juga seni mendengarkan. Ide-ide yang baik didengarkan dan ide itu dilaksanakan dan diwujudkan sehingga energi positif bisa disebarkan,” tukas Hasto.
Hasto mengatakan DPP PDIP mendorong agar pengurus partai di suatu daerah juga memiliki tanggung jawab membantu di wilayah lain di sekitarnya yang lebih lemah. Semisal, PDIP Sumut punya tanggung jawab bergotong royong membantu wilayah di sekitarnya yang lebih lemah secara politik.
"Semisal di wilayah Aceh. Ketika langkah konsolidasi, ya lebarkan sampai ke sana. Artinya kepemimpinan kita bukan hanya untuk Sumut, namun juga untuk wilayah sekitar kita yang relatif lemah seperti Aceh," jelas Hasto.
Hasto juga mengingatkan agar kader partai di Sumut terus memperkuat kerja sama dengan elemen bangsa yang terlibat dalam membangun Indonesia bersama-sama. Seperti dengan komunitas Nahdatul Ulama (NU), Muhammadiyah, serta berbagai komunitas lainnya.
“Kita harus memerkuat kemitraan dan kerja sama dengan elemen bangsa yang memang sejak awal membangun Indonesia. Seperti NU dan Muhamadiyah, yang sejak awal bersama PNI memang membangun Indonesia. Semuanya dalam konteks membangun gotong royong nasional,” kata Hasto.
Lebih jauh, Hasto mengatakan kesatupaduan kader secara internal harus terus diperkuat. “Kepemimpinan kita harus kepemimpinan yang membangun organisasi, yang membangun spirit juang kader untuk bekerja. Berpolitik itu juga seni mendengarkan. Ide-ide yang baik didengarkan dan ide itu dilaksanakan dan diwujudkan sehingga energi positif bisa disebarkan,” tukas Hasto.
Lihat Juga :