Kisah Nikolay Petrov: Intel Rusia Mahir Berbahasa Jawa, Terlibat Proyek 055 di Surabaya

Sabtu, 12 Maret 2022 - 07:45 WIB
loading...
A A A
Kedatangan Nikolay Petrov

Satsus Intel menjuluki para intel Soviet itu sebagai Gatot, sebuah nama umum di Jawa. Operasi untuk mengawasi mata-mata negara komunis itu pun gencar dilakukan. Kendati beberapa pejabat intel Soviet dianggap kurang profesional, kata Ken, namun mereka harus diakui sebagai lawan tangguh.

Yang paling dianggap berbahaya yakni Oleg Brykin. Sekretaris Kedua Kedubes berbadan gempal itu selama hampir satu dekade mempelajari Bahasa Inggris. Pada 1970, Satsus Intel mencurigai dia berhasil merekrut dua orang Kedutaan Inggris di Indonesia, yakni seorang konselor dan sekretaris.

Pada pertengahan 1972, datang seorang kapten GRU berusia 33 tahun ke Indonesia. Nikolay Grigoryevich Petrov, namanya. Petrov, anak bungsu dari empat bersaudara dari keluarga Petani di Moskow memilih bergabung dengan militer pada 1959.

Baca: Rivalitas 2 Jenderal Kepercayaan Presiden, Penuh Intrik dan Saling Jegal

Penempatan pertamanya di resimen tank. Tiga tahun berikutnya dia mendaftarkan diri pada program khusus Bahasa Indonesia di sekolah bahasa militer. Petrov menorehkan prestasi sebagai ahli bahasa.

“Pada 1967 sesudah lima tahun belajar Bahasa Indonesia secara intensif, dia ditempatkan sebagai juru bahasa pada Proyek 055,” tutur Ken.

Proyek 055 ini berada di Surabaya. Proyek ini, kata Ken, berfungsi memantau pemberian sisa bantuan Soviet kepada Angkatan Laut Indonesia. Asal tahu, meski Orde Baru lebih berpihak kepada Barat, faktanya Soviet tetap memberikan bantuan kepada militer Indonesia.

Ken tak menjelaskan rinci tentang Proyek 055. Namun kemungkinan yang dimaksud yakni pembelian kapal penjelajah kelas Sverdlov buatan Soviet oleh Indonesia. Kapal itu semula dinamai Ordzhonikidze 310, merujuk pada Menteri Industri Berat era Stalin, Grigory "Sergo" Ordzhonikidze.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Teken Kerja Sama Hukum,...
Teken Kerja Sama Hukum, Indonesia dan Rusia Perkuat Mutual Legal Assistance
Prabowo Batal Hadiri...
Prabowo Batal Hadiri KTT ASEAN-Rusia, Istana Ungkap Alasannya
Prabowo Bakal Hadiri...
Prabowo Bakal Hadiri KTT ASEAN-Rusia di Kazan 17 Juni, Ini Kata Wamenlu
Menko AHY Dorong Diaspora...
Menko AHY Dorong Diaspora Indonesia di Rusia Bentuk Asosiasi Pengusaha
Menko AHY-Dewan Maritim...
Menko AHY-Dewan Maritim Rusia Kerja Sama Pembangunan PLTN Terapung dan Kapal Cepat
750 Yonif Teritorial...
750 Yonif Teritorial Pembangunan, Strategi TNI Menghadapi Ancaman Baru
10 Mata-mata Perang...
10 Mata-mata Perang Dingin yang Tak Pernah Takut Mati
Putin: Negara-negara...
Putin: Negara-negara Barat Secara Terbuka Mengatakan Mereka Bersiap Perangi Rusia
Tegang dengan NATO,...
Tegang dengan NATO, Pesawat Pengebom Nuklir Rusia Berkeliaran di Arktik
Rekomendasi
UKM Malaysia Tembus...
UKM Malaysia Tembus Peringkat 7 Dunia THE Sustainability Impact Ratings 2026
2 Polisi Dibacok OTK...
2 Polisi Dibacok OTK saat Sedang Bertugas, Gus Falah: Ancaman Serius terhadap Supremasi Hukum
Bank Mandiri Taspen...
Bank Mandiri Taspen dan PNM Gelar Pelatihan Vokasi untuk Difabel di Brebes
Berita Terkini
Peradi SAI Siap Jembatani...
Peradi SAI Siap Jembatani Dunia Usaha dan Hukum dalam Pelaksanaan KUHP Baru
Masa Penahanan Dadan...
Masa Penahanan Dadan Hindayana Cs Diperpanjang 40 Hari ke Depan
Indonesia Berkomitmen...
Indonesia Berkomitmen dalam Transisi Energi Melindungi Lingkungan dan Pekerja
Panglima TNI Lantik...
Panglima TNI Lantik 1.737 Perwira Baru di Akmil Magelang
Deklarasi Kebangsaan,...
Deklarasi Kebangsaan, Gabungan Aliansi BEM Nasional Serukan 5 Tuntutan
Menkum Supratman Sampaikan...
Menkum Supratman Sampaikan Capaian Posbankum di Legal Forum Rusia dan Perkuat Kerja Sama Ekstradisi Narapidana
Infografis
5 Negara Produsen Jet...
5 Negara Produsen Jet Tempur Terbesar di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved