Fahri Hamzah Ingin Presiden Jokowi Berakhir dengan Baik
Jum'at, 04 Maret 2022 - 17:31 WIB
loading...
Presiden Jokowi memberikan keterangan pers bersama Fahri Hamzah usai pemberian anugerah Bintang Mahaputra Nararya di Istana Negara pada 13 Agustus 2020. FOTO/TANGKAPAN LAYAR
A
A
A
JAKARTA - Mantan Ketua DPR Fahri Hamzah berharap Presiden Jokowi mengakhiri jabatannya dengan baik dan dikenal dengan nama besar sebagai negarawan yang patuh dan taat pada konstitusi. Ia meminta tidak ada upaya menjerumuskan presiden dengan gerakan yang merusak demokrasi seperti mengembuskan wacana menunda Pemilu 2024.
"Saya adalah orang yang ingin Pak Jokowi berakhir dengan baik sehingga akan dikenal nama besar dan kenegarawanannya karena patuh dan taat kepada jadwal konstitusi kita. Tolong ini dipikirkan secara matang. Jangan nafsu mengalahkan akal sehat. Jangan ngawur dan sembrono," cuit Fahri Hamzah di akun Twitter-nya, Jumat (4/3/2022).
Dalam tweet panjangnya, Fahri mengingatkan kepada Jokowi agar tidak memberikan jalan kepada pihak-pihak yang ingin berada di lingkaran kekuasaan untuk selama-lamanya. Jokowi harus belajar dari presiden pendahulu bagaimana mereka mengakhiri jabatannya, ada yang mulus, banyak pula yang tidak baik.
"Sekali lagi saya selama dua periode bukan pemilih Pak Jokowi bukan pendukung Jokowi tidak pernah menjadi Tim Sukses Pak Jokowi. Dan tidak ingin menjadi bagian dari pemerintahan Pak Jokowi. Tapi saya tidak mau ada lagi presiden yang berakhir secara tragis dan memalukan," tulis Wakil Ketua Umum Partai Gelora ini.
"Saya adalah orang yang ingin Pak Jokowi berakhir dengan baik sehingga akan dikenal nama besar dan kenegarawanannya karena patuh dan taat kepada jadwal konstitusi kita. Tolong ini dipikirkan secara matang. Jangan nafsu mengalahkan akal sehat. Jangan ngawur dan sembrono," cuit Fahri Hamzah di akun Twitter-nya, Jumat (4/3/2022).
Dalam tweet panjangnya, Fahri mengingatkan kepada Jokowi agar tidak memberikan jalan kepada pihak-pihak yang ingin berada di lingkaran kekuasaan untuk selama-lamanya. Jokowi harus belajar dari presiden pendahulu bagaimana mereka mengakhiri jabatannya, ada yang mulus, banyak pula yang tidak baik.
"Sekali lagi saya selama dua periode bukan pemilih Pak Jokowi bukan pendukung Jokowi tidak pernah menjadi Tim Sukses Pak Jokowi. Dan tidak ingin menjadi bagian dari pemerintahan Pak Jokowi. Tapi saya tidak mau ada lagi presiden yang berakhir secara tragis dan memalukan," tulis Wakil Ketua Umum Partai Gelora ini.
Lihat Juga :