TGB: Pemimpin Harus Mendengar Beragam Aspirasi
Jum'at, 04 Maret 2022 - 14:15 WIB
loading...
A
A
A
"Kalau kita bicara menavigasi itu berarti ada arah yang harus dituju. Ada kompetensi untuk mengelola dinamika lingkungan geopolitik yang ada, baik itu internal dalam negeri, regional, maupun internasional. Apalagi kita melihat pertarungan antarnegara-negara besar untk menjadi adidaya atau penguasa de facto di dunia ini cukup keras dan kuat," ucapnya.
Tantangan nyata di depan adalah ekonomi, sosial, politik, dan tentu saja, kesehatan. Pemimpin juga harus bisa menyeimbangkan dan mengonsolidasi seluruh kepentingan yang tumbuh dan berkembang di Nusantara ini. Siapa pun pemimpin Indonesia nantinya harus bisa mendengar beragam aspirasi masyarakat sehingga dapat menjaga keutuhan bangsa ini.
Baca juga: Kiprah Politik TGB yang Tak Pernah Padam
TGB menyatakan jangan ada yang merasa dipinggirkan dan terabaikan. "Negara kesatuan itu bukan berarti suara-suara daerah diabaikan," ucapnya. Dia menyebut kebijakan Jokowi dalam pembangunan dan penganggaran yang mengedepankan Indonesia sentris harus dilanjutkan. "Kesejahteraan untuk semua. Itu yang saya bayangkan untuk pemimpin Indonesia ke depan," katanya.
Di luar kegiatan politik, TGB masih mengamalkan ilmunya dengan mengisi ceramah di berbagai daerah. Meski kegiatannya padat, TGB tetap coba meluangkan waktu dengan keluarga. Memang secara kuantitas waktunya terserap untuk beragam aktivitas yang berkaitan dengan masyarakat dan sosial. Dia mengakui keluarganya harus menyesuaikan karena secara kuantitas pertemuan mungkin tidak seperti yang lainnya.
Maka, ketika bisa bertemu dengan keluarga, TGB menekankan pada interaksi yang berkualitas, seperti menanamkan nilai-nilai kedisiplinan, menghormati orang lain dan pendapat yang berbeda, serta membangun kebersamaan. "Interaksi yang di dalamnya itu ada growing value (untuk) menumbuhkan dan mengembangkan nilai-nilai yang baik," katanya.
Tantangan nyata di depan adalah ekonomi, sosial, politik, dan tentu saja, kesehatan. Pemimpin juga harus bisa menyeimbangkan dan mengonsolidasi seluruh kepentingan yang tumbuh dan berkembang di Nusantara ini. Siapa pun pemimpin Indonesia nantinya harus bisa mendengar beragam aspirasi masyarakat sehingga dapat menjaga keutuhan bangsa ini.
Baca juga: Kiprah Politik TGB yang Tak Pernah Padam
TGB menyatakan jangan ada yang merasa dipinggirkan dan terabaikan. "Negara kesatuan itu bukan berarti suara-suara daerah diabaikan," ucapnya. Dia menyebut kebijakan Jokowi dalam pembangunan dan penganggaran yang mengedepankan Indonesia sentris harus dilanjutkan. "Kesejahteraan untuk semua. Itu yang saya bayangkan untuk pemimpin Indonesia ke depan," katanya.
Di luar kegiatan politik, TGB masih mengamalkan ilmunya dengan mengisi ceramah di berbagai daerah. Meski kegiatannya padat, TGB tetap coba meluangkan waktu dengan keluarga. Memang secara kuantitas waktunya terserap untuk beragam aktivitas yang berkaitan dengan masyarakat dan sosial. Dia mengakui keluarganya harus menyesuaikan karena secara kuantitas pertemuan mungkin tidak seperti yang lainnya.
Maka, ketika bisa bertemu dengan keluarga, TGB menekankan pada interaksi yang berkualitas, seperti menanamkan nilai-nilai kedisiplinan, menghormati orang lain dan pendapat yang berbeda, serta membangun kebersamaan. "Interaksi yang di dalamnya itu ada growing value (untuk) menumbuhkan dan mengembangkan nilai-nilai yang baik," katanya.
(abd)
Lihat Juga :