Kiprah Politik TGB yang Tak Pernah Padam
Jum'at, 04 Maret 2022 - 14:09 WIB
loading...
A
A
A
Sama seperti Risma, kiprah TGB politiknya tak berhenti selepas purnatugas sebagai Gubernur Nusa Tenggara Barat (TGB). Kini, dia menjabat sebagai Wakil Komisaris Utama Bank Syariah Indonesia (BSI) dan Ketua Dewan Nasional Konvensi Rakyat Perindo.
TGB menjelaskan, dua alasan kenapa menerima amanah sebagai Ketua Dewan Nasional Konvensi Rakyat Perindo. Pertama, konvensi rakyat ini sebagai terobosan dalam menjaring caleg yang lebih inklusif. Metode ini berbeda dengan kebiasaan partai politik (parpol) selama ini di mana caleg ini diutamakan berasal dari internal terlebih dahulu.
"Banyak elemen masyarakat yang merasa bukan anggota partai agak enggan karena merasa tidak punya modal secara kepartaian untuk bisa direkrut atau masuk dalam proses pencalegan yang konvensional. Konvesi Rakyat memberikan inklusivitas, dalam arti membuka ruang yang sama kepada seluruh anak bangsa di mana pun dia berada dan sudah atau belum menjadi anggota Perindo," ujarnya kepada Koran SINDO, Selasa (1/2/2022).
Alasan kedua, platform digital yang digunakan sebagai medium dalam proses penjaringan. Menurutnya, ini sebagai langkah menuju digitalisasi politik di Indonesia. Dia memprediksi pelaksaaan politik Indonesia akan banyak mengandalkan TI di masa yang akan datang. Di beberapa negara, pemilihan umum (pemilu) sudah menggunakan voting secara elektronik (e-voting) penjaringan caleg ini sudah dimulai sejak November tahun lalu dan akan berakhir pada Maret 2023.
Ada beberapa kriteria yang dicari Perindo untuk caleg yang akan turun gelanggang pada pemilu 2024. Pertama, menurut TGB, komitmen terhadap Merah-Putih. Kedua, mempunyai komitmen kuat untuk membangun Indonesia. Ketiga, mereka harus berorientasi pada gerakan, pemikiran, dan ide-ide politik untuk kepentingan rakyat.
TGB menyatakan, hal itu sejalan dengan ideologi politik Perindo yang secara jelas, tegas, dan lugas untuk kesejahteraan. "Bagaimana agar politik itu bisa menghadirkan kesejahteraan yang konkret dan riil bagi seluruh masyarakat," tegasnya.
TGB menjelaskan, dua alasan kenapa menerima amanah sebagai Ketua Dewan Nasional Konvensi Rakyat Perindo. Pertama, konvensi rakyat ini sebagai terobosan dalam menjaring caleg yang lebih inklusif. Metode ini berbeda dengan kebiasaan partai politik (parpol) selama ini di mana caleg ini diutamakan berasal dari internal terlebih dahulu.
"Banyak elemen masyarakat yang merasa bukan anggota partai agak enggan karena merasa tidak punya modal secara kepartaian untuk bisa direkrut atau masuk dalam proses pencalegan yang konvensional. Konvesi Rakyat memberikan inklusivitas, dalam arti membuka ruang yang sama kepada seluruh anak bangsa di mana pun dia berada dan sudah atau belum menjadi anggota Perindo," ujarnya kepada Koran SINDO, Selasa (1/2/2022).
Alasan kedua, platform digital yang digunakan sebagai medium dalam proses penjaringan. Menurutnya, ini sebagai langkah menuju digitalisasi politik di Indonesia. Dia memprediksi pelaksaaan politik Indonesia akan banyak mengandalkan TI di masa yang akan datang. Di beberapa negara, pemilihan umum (pemilu) sudah menggunakan voting secara elektronik (e-voting) penjaringan caleg ini sudah dimulai sejak November tahun lalu dan akan berakhir pada Maret 2023.
Ada beberapa kriteria yang dicari Perindo untuk caleg yang akan turun gelanggang pada pemilu 2024. Pertama, menurut TGB, komitmen terhadap Merah-Putih. Kedua, mempunyai komitmen kuat untuk membangun Indonesia. Ketiga, mereka harus berorientasi pada gerakan, pemikiran, dan ide-ide politik untuk kepentingan rakyat.
TGB menyatakan, hal itu sejalan dengan ideologi politik Perindo yang secara jelas, tegas, dan lugas untuk kesejahteraan. "Bagaimana agar politik itu bisa menghadirkan kesejahteraan yang konkret dan riil bagi seluruh masyarakat," tegasnya.
Lihat Juga :