Masalah Lingkungan Hidup, Indonesia Usung 3 Isu Prioritas di EDM-CSW
Selasa, 01 Maret 2022 - 20:12 WIB
loading...
Menteri LHK, Siti Nurbaya. Foto/Ist
A
A
A
JAKARTA - Indonesia mengusung tiga isu prioritas, yang menjadi fokus pembahasan setiap pertemuan Environment Deputies Meeting and Climate Sustainability Working Group (EDM-CSW) pada presidensi G20 Indonesia. Hal ini dikatakan oleh Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK), Siti Nurbaya.
Baca juga: Presidensi G20 Harus Jadi Momentum RI Menengahi Perang Rusia-Ukraina
Kegiatan ini diselenggarakan dalam tiga pertemuan tingkat Deputi/Direktur Jenderal Anggota G20 yang akan dilaksanakan secara berurutan di Yogyakarta pada 21-24 Maret 2022, di Jakarta pada 19-21 Juni 2022; dan di Bali pada 29-30 Agustus 2022.
Baca juga: Jelang KTT G20, Mendagri Terjunkan Tim Dukung Pengelolaan Sampah di Bali
Siti Nurbaya menjelaskan ketiga isu tersebut yaitu pertama, mendukung pemulihan yang berkelanjutan (supporting a more sustainable recovery). Kedua, peningkatan aksi berbasis daratan dan lautan untuk mendukung perlindungan lingkungan hidup dan tujuan pengendalian perubahan iklim (enhancing land- and sea-based actions to support environment protection and climate objectives).
"Ketiga, peningkatan mobilisasi sumber daya untuk mendukung perlindungan lingkungan hidup dan tujuan pengendalian perubahan iklim (enhancing resource mobilization to support environment protection and climate objectives)," kata Siti Nurbaya dalam keterangannya, Selasa (1/3/2022).
Hadir dalam acara media briefing itu, Dirjen Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan (PPKL) KLHK, Sigit Reliantoro, Dirjen Pengendalian Perubahan Iklim, Laksmi Dhewanthi, dan Kepala Humas KLHK, Nunu Anugrah melalui daring.
Dijelaskan Siti, tiga isu prioritas dan misi-misi utama EDM-CSWG akan dibahas dan dirumuskan menjadi komitmen kolektif G20 melalui adopsi suatu Komunike Menteri-Menteri Lingkungan Hidup dan Perubahan Iklim G20 sebagai dokumen utama hasil pertemuan.
Baca juga: Presidensi G20 Harus Jadi Momentum RI Menengahi Perang Rusia-Ukraina
Kegiatan ini diselenggarakan dalam tiga pertemuan tingkat Deputi/Direktur Jenderal Anggota G20 yang akan dilaksanakan secara berurutan di Yogyakarta pada 21-24 Maret 2022, di Jakarta pada 19-21 Juni 2022; dan di Bali pada 29-30 Agustus 2022.
Baca juga: Jelang KTT G20, Mendagri Terjunkan Tim Dukung Pengelolaan Sampah di Bali
Siti Nurbaya menjelaskan ketiga isu tersebut yaitu pertama, mendukung pemulihan yang berkelanjutan (supporting a more sustainable recovery). Kedua, peningkatan aksi berbasis daratan dan lautan untuk mendukung perlindungan lingkungan hidup dan tujuan pengendalian perubahan iklim (enhancing land- and sea-based actions to support environment protection and climate objectives).
"Ketiga, peningkatan mobilisasi sumber daya untuk mendukung perlindungan lingkungan hidup dan tujuan pengendalian perubahan iklim (enhancing resource mobilization to support environment protection and climate objectives)," kata Siti Nurbaya dalam keterangannya, Selasa (1/3/2022).
Hadir dalam acara media briefing itu, Dirjen Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan (PPKL) KLHK, Sigit Reliantoro, Dirjen Pengendalian Perubahan Iklim, Laksmi Dhewanthi, dan Kepala Humas KLHK, Nunu Anugrah melalui daring.
Dijelaskan Siti, tiga isu prioritas dan misi-misi utama EDM-CSWG akan dibahas dan dirumuskan menjadi komitmen kolektif G20 melalui adopsi suatu Komunike Menteri-Menteri Lingkungan Hidup dan Perubahan Iklim G20 sebagai dokumen utama hasil pertemuan.
Lihat Juga :