Kiprah DKN Harus Diperkuat untuk Kawal Kualitas Kebijakan LHK

Minggu, 14 Juni 2020 - 23:29 WIB
loading...
Kiprah DKN Harus Diperkuat...
Ketua Presidium DKN, Bambang Hendroyono meminta seluruh anggota DKN kembali menguatkan kiprahnya dalam menjembatani hadirnya produk kebijakan yang berkualitas. Foto/Istimewa
A A A
JAKARTA - Ketua Presidium Dewan Kehutanan Nasional (DKN), Bambang Hendroyono meminta seluruh anggota DKN kembali menguatkan kiprahnya dalam menjembatani hadirnya produk kebijakan yang berkualitas agar mendorong pengelolaan sektor kehutanan dan lingkungan hidup di Indonesia menjadi semakin baik.

Hal ini dikatakan Bambang saat memberikan arahannya pada silaturahmi/halal bi halal virtual anggota dan pengurus DKN tahun 2020, Sabtu 13 Juni 2020. DKN merupakan mitra strategis Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK). (Baca juga: Menteri LHK Nilai Pemda Berperan Penting Atasi Perubahan Iklim)

Sebagai organisasi yang terdiri dari para rimbawan yang terbagi menjadi lima kamar, yaitu kamar Pemerintah, kamar masyarakat, kamar LSM, kamar bisnis dan kamar akademisi. Kiprah DKN diharapkan bisa mencapai level tertingginya.

"Saya berharap kedepan DKN dapat berkontribusi memberikan saran dan masukan dalam perumusan kebijakan pemerintah utamanya di Kementerian LHK," ujar Bambang dalam siaran pers, Minggu (14/6/2020). (Baca juga: Indonesia Jadi Perhatian Dunia Terkait Lingkungan dan Hutan)

Bambang selaku ketua Presidium DKN pun berujar, jika kepercayaan yang diberikan kepadanya sebagai presidium DKN saat ini akan dijalankan sebaik-baiknya, salah satunya dengan menjembatani kerja sama Kementerian LHK dengan DKN menjadi semakin baik.

"Keberadaan DKN dikukuhkan dalam keputusan Menteri LHK Siti Nurbaya, karena DKN ini adalah mitra kerja strategis Kementerian LHK," tuturnya.

Dijelaskan Bambang, DKN pada masa kepemimpinannya akan diarahkan untuk bekerja selaras dengan arah kebijakan nasional yang mengedepankan kepentingan masyarakat. Keberadaan kamar masyarakat dan kamar LSM dalam DKN akan dioptimalkan, bersinergi dengan kamar pemerintah, bisnis dan akademisi.

"DKN harus lebih banyak mendengarkan keinginan masyarakat di tingkat tapak yang kemudian dielaborasi dalam menyusun masukan-masukan untuk perumusan kebijakan pemerintah," ucap Bambang yang juga Sekjen Kementerian LHK ini.

"Dari tapaklah peran DKN ini, dengarkanlah suara-suara mereka, dengarkanlah apa yang dihadapi mereka di lapangan, dengarkanlah perwakilan-perwakilan mereka. Karena kalau dari pengalaman saya, jika tidak berasal dari tapak masyarakat, sulit bagi DKN untuk memposisikan masukan-masukan strategis," sambungnya.

Bambang berpesan, agar penguatan kelembagaan DKN dilakukan melalui penguatan DKN dan DKD di propinsi untuk sinergitas dan fasilitasi program kerja pusat dan daerah. Di samping itu, mengokohkan positioning DKN dengan semakin banyak terlibat pada diskusi-diskusi yang saat ini lebih intens terjadi di tengah masyarakat terkait isu kehutanan dan lingkungan hidup.

Program kerja DKN juga diharapkan tidak terlalu banyak, namun fokus dan memiliki benang merah dengan kebijakan Pemerintah. "Saya berharap kedepan apapun yang terjadi di lapangan yang kita lihat dan rasakan, kita diskusikan di DKN, agar bisa menjadi jembatan emas untuk semua pihak," imbuhnya.

DKN saat ini mempunyai beberapa program untuk mendukung kebijakan pemerintah di bidang lingkungan hidup dan kehutanan, seperti program-program yang terkait persoalan tata kelola kehutanan, penguatan Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH), percepatan perhutanan sosial dan pemberdayaan masyarakat, termasuk penyelesaian konflik di dalamnya, kontribusi NDC dalam pengendalian perubahan iklim, serta revitalisasi bisnis kehutanan.
(maf)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pembangunan Tanpa Ekologi:...
Pembangunan Tanpa Ekologi: Keteledoran yang Harus Dibayar Mahal
Ekologi adalah Kesehatan:...
Ekologi adalah Kesehatan: Ketika Dua Visi Besar Emil Salim dan Farid Moeloek Menjadi Keharusan Zaman
Kolaborasi Generasi...
Kolaborasi Generasi Muda Jadi Penggerak Perubahan Lingkungan
Ajakan Tobat Ekologis...
Ajakan Tobat Ekologis Menteri Jumhur Sangat Tepat dan Relevan
BPDLH Gandeng 8 Lembaga...
BPDLH Gandeng 8 Lembaga Perantara Perkuat Transformasi Pembiayaan Perhutanan Sosial
Mengenal Konsep Green...
Mengenal Konsep Green Building dan Manfaat Penerapannya
Langkah Membumi 2026...
Langkah Membumi 2026 Dimulai, Hadirkan Program Sustainability yang Lebih Pop untuk Anak Muda
Aksi Bersih dan Penghijauan...
Aksi Bersih dan Penghijauan dalam Memperingati HLH 2026, NHM Ajak Masyarakat Jaga Lingkungan Bersama
Hari Lingkungan Hidup,...
Hari Lingkungan Hidup, Masyarakat Tangerang Pelajari Kelola Minyak Jelantah
Rekomendasi
Ini Penampakan Taufik...
Ini Penampakan Taufik Hidayat usai Ditangkap Polisi, Tangan Diborgol Tali Ties
Purbaya Santai Tanggapi...
Purbaya Santai Tanggapi Risiko Pencucian Uang di Patriot Bond: Bisa Dipakai Bangun Ekonomi
Ketua PMI Jakpus Apresiasi...
Ketua PMI Jakpus Apresiasi Dukungan MNC Peduli di Jumtek PMR dan Relawan 2026
Berita Terkini
Berkas Perkara Roy Suryo...
Berkas Perkara Roy Suryo dan Dokter Tifa Dilimpahkan ke PN Jakarta Timur
Berkas Perkara 3 Pejabat...
Berkas Perkara 3 Pejabat Bea Cukai Dilimpahkan ke Pengadilan, Segera Disidang
Ferdinand: Pernyataan...
Ferdinand: Pernyataan Tiyo Soal Teror Alat Penyadap Masuk Kategori Penyebaran Hoaks
Putusan PTUN Tegaskan...
Putusan PTUN Tegaskan Keabsahan SK Menkum, Kepemimpinan Mardiono sebagai Ketum PPP Sah
Mengapa Harga Beras...
Mengapa Harga Beras Terus Merangkak Naik?
SPI Jadi yang Pertama...
SPI Jadi yang Pertama Beri Naskah Analisis RUU Advokat ke Pemerintah
Infografis
3 Syarat Iran di Selat...
3 Syarat Iran di Selat Hormuz: Aturan Ketat untuk Kapal yang Melintas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved