Airlangga Hartarto Terima Aspirasi Petani Soal Perpanjangan Masa Jabatan Jokowi
Kamis, 24 Februari 2022 - 16:14 WIB
loading...
A
A
A
Airlangga mengakui berkat kebijakan Presiden Joko Widodo kini pendapatan pekebun dari sawit kini naik 3,5 kali. "Ini berkat kepemimpinan Bapak Presiden. Ini tentu kita sebagai parpol tentu kita akan dengarkan aspirasi tersebut dan sekali lagi akan kami komunikasikan bahwa keberhasilan ini dirasakan oleh masyarakat dan masyarakat beraspirasi," katanya.
Selain dalam sesi tanya jawab, salah seorang petani sawit bernama P Sihombing juga secara tegas berharap Jokowi bisa memimpin tiga periode.
Baca juga: Muhaimin Iskandar Usulkan Pemilu 2024 Ditunda Maksimal 2 Tahun
"Harapan saya dan petani sawit lain, Pak Presiden Jokowi, bisa tiga periode, sejak beliau jadi presiden harga sawit sangat bagus. Tapi, kalau bisa harga pupuk dikurangi. Selain itu, pembangunan jalan di daerah sini supaya cepat diperbaiki," kata Sihombing, kepada media.
Selain itu, petani lain menyatakan kebijakan Presiden Jokowi ini sangat diterima oleh masyarakat, termasuk kebijakan KUR yang jumlahnya tahun ini dinaikkan dari Rp283 triliun tahun kemarin naik menjadi Rp373 triliun. Dia melihat di pemerintah kedua Jokowi, di mana Indonesia dilanda pandemi Covid-19, bukanlah sesuatu yang gampang menata pemerintahan dan bagaimana memajukan ekonomi yang berat sekali.
Selain dalam sesi tanya jawab, salah seorang petani sawit bernama P Sihombing juga secara tegas berharap Jokowi bisa memimpin tiga periode.
Baca juga: Muhaimin Iskandar Usulkan Pemilu 2024 Ditunda Maksimal 2 Tahun
"Harapan saya dan petani sawit lain, Pak Presiden Jokowi, bisa tiga periode, sejak beliau jadi presiden harga sawit sangat bagus. Tapi, kalau bisa harga pupuk dikurangi. Selain itu, pembangunan jalan di daerah sini supaya cepat diperbaiki," kata Sihombing, kepada media.
Selain itu, petani lain menyatakan kebijakan Presiden Jokowi ini sangat diterima oleh masyarakat, termasuk kebijakan KUR yang jumlahnya tahun ini dinaikkan dari Rp283 triliun tahun kemarin naik menjadi Rp373 triliun. Dia melihat di pemerintah kedua Jokowi, di mana Indonesia dilanda pandemi Covid-19, bukanlah sesuatu yang gampang menata pemerintahan dan bagaimana memajukan ekonomi yang berat sekali.
Lihat Juga :