Naluri Klowor Waldiyono Menggelorakan Bahasa Ibu dari Desa Kartun Sidareja
Senin, 21 Februari 2022 - 13:37 WIB
loading...
A
A
A
baca juga: Tetap Eksis, Desa Kartun Sidareja Purbalingga Luncurkan Village Gallery
12 tempat yang didatangi Klowor selama masa pandemi, merupakan pembuktian kebutuhan jiwa yang tidak dapat dibatasi oleh pembatasan. Konsistensi dan eksistensi adalah formula seorang seniman Klowor Waldiyono memiliki karakter personal yang sangat kuat. Perjalanan nalurinya di daerah Nusakambangan, Museum Affandi, Kali Yasa, Umbul Sidomukti, Bukit Ngisis Kulon Progo, Griya Ciptaning Pacet Mojokerto, Klenteng Sam Poo Kong, Kota Lama Semarang, hingga penyeberangan di atas kapal ke Pulau Nusakambangan, Bukit Pangol Piyungan, semuanya menghasilkan 72 karya dalam media sederhana pastel di atas kertas.
![Naluri Klowor Waldiyono Menggelorakan Bahasa Ibu dari Desa Kartun Sidareja]()
Media yang sepintas terlihat simpele Tapi bagi sang seniman tentu tidak sesederhana itu. Semua karya tersebut memiliki energi tersendiri untuk melatih instuisi dirinya, umumnya lagi masyarakat luas. Dan rasa ini menjadi hal terbesar yang ia goreskan dalam seluruh karyanya, tanpa batas dan terus memberikan nutrisi pada proses kreatifnya, yang sudah terlibat lebih dari 133 pameran bersama.
baca juga: Asyiknya Belajar Kartun di Alam Sidareja Purbalingga
Panitia acara, Gita Thomdean mengakui, seorang Klowor memberikan sinergi dan energi yang luar biasa. Dorongan nalurinya mampu mengedukasi para seniman muda di tempat ini, serta memberikan inspirasi pada masyarakat setempat. “Oleh karenanya, konsep membuka pameran dengan 34 bahasa ibu dari daerah di Indonesia, dari Sabang hingga Marauke adalah tepat. Di mana sekaligus membangkitkan kembali energi generasi muda untuk menghargai kekayaan leluhur Indonesia sekaligus meneladani semangat seorang Klowor Waldiyono,” kata Gita.
![Naluri Klowor Waldiyono Menggelorakan Bahasa Ibu dari Desa Kartun Sidareja]()
Pameran tunggal ini juga menyuguhkan diskusi yang cukup panjang dan berwarna khususnya bagi para pelaku seni di Kabupaten Purbalingga. Diskusi menghadirnya Ugo Untoro selaku pelukis asli Purbalingga, Hani Santana pelukis Cilacap, serta beberapa seniman dari Yogya, Wonosobo, dan Purwokerto. Tak hanya itu, ada juga beberapa agenda selama pameran berlangsung, salah satunya tour gallery bersama pemuda seni Kie Kartun ataupun anak SD dari Kie Art Cartoon School dan OTS.
12 tempat yang didatangi Klowor selama masa pandemi, merupakan pembuktian kebutuhan jiwa yang tidak dapat dibatasi oleh pembatasan. Konsistensi dan eksistensi adalah formula seorang seniman Klowor Waldiyono memiliki karakter personal yang sangat kuat. Perjalanan nalurinya di daerah Nusakambangan, Museum Affandi, Kali Yasa, Umbul Sidomukti, Bukit Ngisis Kulon Progo, Griya Ciptaning Pacet Mojokerto, Klenteng Sam Poo Kong, Kota Lama Semarang, hingga penyeberangan di atas kapal ke Pulau Nusakambangan, Bukit Pangol Piyungan, semuanya menghasilkan 72 karya dalam media sederhana pastel di atas kertas.

Media yang sepintas terlihat simpele Tapi bagi sang seniman tentu tidak sesederhana itu. Semua karya tersebut memiliki energi tersendiri untuk melatih instuisi dirinya, umumnya lagi masyarakat luas. Dan rasa ini menjadi hal terbesar yang ia goreskan dalam seluruh karyanya, tanpa batas dan terus memberikan nutrisi pada proses kreatifnya, yang sudah terlibat lebih dari 133 pameran bersama.
baca juga: Asyiknya Belajar Kartun di Alam Sidareja Purbalingga
Panitia acara, Gita Thomdean mengakui, seorang Klowor memberikan sinergi dan energi yang luar biasa. Dorongan nalurinya mampu mengedukasi para seniman muda di tempat ini, serta memberikan inspirasi pada masyarakat setempat. “Oleh karenanya, konsep membuka pameran dengan 34 bahasa ibu dari daerah di Indonesia, dari Sabang hingga Marauke adalah tepat. Di mana sekaligus membangkitkan kembali energi generasi muda untuk menghargai kekayaan leluhur Indonesia sekaligus meneladani semangat seorang Klowor Waldiyono,” kata Gita.

Pameran tunggal ini juga menyuguhkan diskusi yang cukup panjang dan berwarna khususnya bagi para pelaku seni di Kabupaten Purbalingga. Diskusi menghadirnya Ugo Untoro selaku pelukis asli Purbalingga, Hani Santana pelukis Cilacap, serta beberapa seniman dari Yogya, Wonosobo, dan Purwokerto. Tak hanya itu, ada juga beberapa agenda selama pameran berlangsung, salah satunya tour gallery bersama pemuda seni Kie Kartun ataupun anak SD dari Kie Art Cartoon School dan OTS.
(hdr)
Lihat Juga :