Pengamat: Puan Bisa Jadi King Maker dalam Penentuan Koalisi Pilpres 2024

Minggu, 20 Februari 2022 - 22:34 WIB
loading...
Pengamat: Puan Bisa...
Ketua DPR RI Puan Maharani dapat menjadi king maker dalam penentuan koalisi Pilpres 2024.Foto/SINDOnews/Dok
A A A
JAKARTA - Centre for Strategic and International Studies (CSIS) menilai sosok Ketua DPR RI Puan Maharani dapat menjadi king maker dalam penentuan koalisi Pilpres 2024 . CSIS pun menyarankan Puan Maharani beradaptasi dengan situasi pemilih yang tengah berubah untuk bisa bersaing dalam kontestasi Pilpres 2024.

Salah satunya mendekati pemilih dari Gen Z dan milenial yang jumlahnya setengah dari populasi pemilih Indonesia pada 2024 mendatang. "Desain kampanye harus berubah. Puan harus ke kalangan penduduk berusia di bawah 39 tahun (Gen Z dan milenial). Jumlah mereka sangat signifikan," ungkap Pengamat Politik CSIS Arya Fernandez, Minggu (20/2/2022).

Arya mengatakan, perilaku dan tindakan politik pemilih muda tersebut diprediksi akan berbeda dengan generasi lainnya, baik dari preferensi isu, medium informasi dan aktor yang disukai. Karena itu, desain maupun isu kampanye harus bisa menyasar pemilih Gen Z ini.

"Saya melihat, pemilih Gen Z ini tertarik isu-isu baru, kesehatan publik, perubahan iklim, lingkungan hidup, digital government, dan lainnya," katanya. Baca: Hasto Ungkap Pesan Bung Karno dan Mega soal Kebudayaan dan Wayang

Arya menjelaskan, data penetrasi internet pada 2022 diperkirakan sebesar lebih dari 70% populasi sudah mengakses internet. Demikian juga, penetrasi publik terhadap social media terus meningkat.

Bahkan saat ini, berkembang juga artificial intelligence (AI) dan big data analytics untuk memprediksi dan mengetahui preferensi sosial-politik publik. "Jadi, tim kampanye Puan harus bisa meracik strategi yang mudah dipahami dan diterima oleh Gen Z dan kelompok milenial ini," jelasnya.

Dalam konteks politik hari ini, Puan memiliki banyak instrumen politik sebagai bagian dari marketing politik. Hanya saja sejauh ini aktivitas kampanyenya belum berdampak secara elektoral. Artinya aktivitas kampanye belum linear dengan elektabilitas.

"Maka saya kira yang perlu dilakukan saat ini, beliau harus merombak desain strategi kampanyenya sehingga posisi politik yang ada bisa punya dampak ke tingkat keterpilihan beliau," ujar Arya.

Ditanya soal sosok Puan Maharani, Arya Fernandez menilai sosok Ketua DPR RI Puan Maharani dapat menjadi King Maker dalam penentuan koalisi Pilpres 2024. Dukungan kursi PDI Perjuangan 21% di parlemen membuat posisi cucu Proklamator ini sangat menentukan.

"Dengan kursi 21% di DPR, Puan bisa menjadi King Maker dalam penentuan koalisi," ungkap Arya. Arya melanjutkan, PDI Perjuangan adalah satu-satunya parpol yang bisa mengajukan calon Presiden sendiri.

Maka dalam kontek koalisi, posisi PDI Perjuangan sangat menentukan. Terkait posisi Puan Maharani, kata dia, akan lebih ideal dan realistis maju sebagai calon wakil presiden (cawapres).

"Artinya beliau bisa merekalkulasi lagi niat untuk maju sebagai capres. Karena bila dia tetap berniat maju, pekerjaan rumahnya sangat berat. Puan harus kerja keras, sering bicara isu publik, aktif di sosial media dan memiliki çapaian atau kinerja yang diingat publik," ucap Arya.
(hab)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Beda dengan PKB, Golkar...
Beda dengan PKB, Golkar Pilih Hormati Sikap PDIP sebagai Partai Penyeimbang
Didesak Tegaskan Sikap...
Didesak Tegaskan Sikap ke Pemerintahan Prabowo, PDIP: Memangnya Jazilul Siapa?
PKB Minta PDIP Tegas...
PKB Minta PDIP Tegas soal Posisi terhadap Pemerintah: Jangan Abu-abu
Guntur Romli Tepis Tuduhan...
Guntur Romli Tepis Tuduhan BEM Bersatu: Kegilaan Logika Cocokologi yang Dipaksakan
Aliansi BEM Bersatu...
Aliansi BEM Bersatu Endus Dugaan Keterlibatan Politikus PDIP dalam Aksi Tolak MBG
Megawati Tegaskan Prabowo...
Megawati Tegaskan Prabowo Bukan Musuh: Itu Teman Saya
Megawati Ziarah ke Makam...
Megawati Ziarah ke Makam Bung Karno, Hasto: Untuk Merawat Api Perjuangan yang Tak Pernah Padam
SDN di NTT Dibongkar...
SDN di NTT Dibongkar untuk KDMP, Andreas PDIP: Jangan Korbankan Program Lainnya
Kondisi Fiskal dan Moneter...
Kondisi Fiskal dan Moneter RI Disentil PDIP: Utang Harus Dibayar dengan Utang
Rekomendasi
Kawasaki Bikin Skutik?...
Kawasaki Bikin Skutik? Tiga Kejutan dari Booth PRJ 2026
Cara Seru Nonton Beragam...
Cara Seru Nonton Beragam Microdrama di V+Short, Bikin Ketagihan!
Trauma Jadi Korban KDRT,...
Trauma Jadi Korban KDRT, Tami Tinggalkan Rumah dan Cari Tempat Tinggal Baru
Berita Terkini
Roy Suryo dan Dokter...
Roy Suryo dan Dokter Tifa Ditangkap, Polda Metro Jaya: Berkas Perkara Lengkap
Usai Ditangkap, Roy...
Usai Ditangkap, Roy Suryo dan Dokter Tifa Bakal Dibawa ke RS Polri
KPK Kembali Periksa...
KPK Kembali Periksa Silmy Karim, Bukti-bukti Dugaan Pemerasan dan Gratifikasi Didalami
Sikapi Putusan PN Jakpus,...
Sikapi Putusan PN Jakpus, Kuasa Hukum PPP Maluku Akan Tempuh Kasasi
Penangkapan dr Tifa...
Penangkapan dr Tifa dan Ujian Negara Hukum di Tengah Polemik Ijazah Jokowi
Protes Penangkapan Roy...
Protes Penangkapan Roy Suryo dan Dokter Tifa, Ahmad Khozinudin Bandingkan Silfester Matutina yang Tak Kunjung Dieksekusi
Infografis
Alasan Ramalan dalam...
Alasan Ramalan dalam Serial The Simpsons Selalu Jadi Kenyataan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved