Ini Sederet Alutsista Terbaru yang Bakal Memperkuat TNI AU Setelah Rafale dan F-15 EX
Minggu, 20 Februari 2022 - 07:56 WIB
loading...
TNI AU terus memperkuat kemampuan tempurnya dengan mengakuisisi jet tempur Dassault Rafale, Prancis dan F-15EX, Amerika Serikat. Foto/istimewa
A
A
A
JAKARTA - TNI Angkatan Udara (AU) terus memperkuat kemampuan tempurnya. Setelah berhasil mengakuisisi jet tempur Dassault Rafale, Prancis dan F-15EX, Amerika Serikat, kini sejumlah alutsista modern dan canggih bakal masuk dalam daftar pengadaan.
Rencana pengadaan sejumlah alutsista terbaru tersebut diungkapkan Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI Fadjar Prasetyo dalam bukunya berjudul “Plan Bobcat: Transformasi Menuju Angkatan Udara yang Disegani di Kawasan”
”Dalam membangun postur TNI AU di masa depan, sebelum merancang sistem persenjataan yang dibutuhkan, perlu dirumuskan landasan konseptual tentang peran TNI AU di masa perang dan damai serta perannya dalam konteks pertahanan, ekonomi dan kehidupan sosial di Indonesia,” tulis Fadjar yang dikutip SINDOnews, Minggu (20/2/2022).
Baca juga: Sangar! Ini Kecanggihan dan Persenjataan Pesawat Tempur Rafale
Sebagai negara kepulauan terbesar kedua di dunia, sambung Fadjar, Indonesia berada tepat di tengah kawasan yang menjadi pusat perhatian politik dunia yaitu, Indo Pasifik. Di mana kawasan ini kental dengan rivalitas hegemonik antara Amerika Serikat dan China. Saat ini, situasi di kawasan Indo Pasifik penuh ketidakpastian. Kondisi ini pun mendorong sejumlah negara-negara di kawasan memperkuat militernya.
“Menyikapi kondisi tesebut sudah sepantasnya kekuatan militer Indonesia terutama matra udara diperkuat sehingga dapat membangun pertahanan negaranya dari intimidasi dan serangan pihak asing. Jika Indonesia lemah maka Indonesia sulit menegakkan kedaulatan wilayahnya di tengah meningkatnya ketegangan antar ekstra mural,” ucap mantan Pangkoops I ini.
Rencana pengadaan sejumlah alutsista terbaru tersebut diungkapkan Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI Fadjar Prasetyo dalam bukunya berjudul “Plan Bobcat: Transformasi Menuju Angkatan Udara yang Disegani di Kawasan”
”Dalam membangun postur TNI AU di masa depan, sebelum merancang sistem persenjataan yang dibutuhkan, perlu dirumuskan landasan konseptual tentang peran TNI AU di masa perang dan damai serta perannya dalam konteks pertahanan, ekonomi dan kehidupan sosial di Indonesia,” tulis Fadjar yang dikutip SINDOnews, Minggu (20/2/2022).
Baca juga: Sangar! Ini Kecanggihan dan Persenjataan Pesawat Tempur Rafale
Sebagai negara kepulauan terbesar kedua di dunia, sambung Fadjar, Indonesia berada tepat di tengah kawasan yang menjadi pusat perhatian politik dunia yaitu, Indo Pasifik. Di mana kawasan ini kental dengan rivalitas hegemonik antara Amerika Serikat dan China. Saat ini, situasi di kawasan Indo Pasifik penuh ketidakpastian. Kondisi ini pun mendorong sejumlah negara-negara di kawasan memperkuat militernya.
“Menyikapi kondisi tesebut sudah sepantasnya kekuatan militer Indonesia terutama matra udara diperkuat sehingga dapat membangun pertahanan negaranya dari intimidasi dan serangan pihak asing. Jika Indonesia lemah maka Indonesia sulit menegakkan kedaulatan wilayahnya di tengah meningkatnya ketegangan antar ekstra mural,” ucap mantan Pangkoops I ini.
Lihat Juga :