Torehkan Tinta Emas di AS, Calon Jenderal Kopassus Ini Pernah Jadi Pedagang Asongan
Sabtu, 19 Februari 2022 - 21:44 WIB
loading...
A
A
A
Penghargaan tersebut bukan sembarangan, melainkan sangat prestisius dari lembaga terhormat kelas dunia. Prestasi tersebut sekaligus menjadi catatan sejarah tersendiri Indonesia di pentas internasional karena nama Alzaki terukir di Wall of Fame (WOF) US Army Command and General Staff College (CGSC).
"Alzaki kembali ke Tanah Air pada 2019 setelah empat tahun di Fort Leavonworth (Kansas) dengan membawa gelar-gelar sepanjang gerbong kereta api di belakang namanya (MM, MBA, MMAS)," tulis buku 'Kopassus untuk Indonesia: Profesionalisme Prajurit Kopassus' karya Iwan Santosa dan EA Natanegara.
Dalam keterangan tertulis Dinas Penerangan Angkatan Darat (Dispenad) beberapa waktu lalu, Alzaki telah menunjukkan kualitasnya sebagai perwira siswa Indonesia yang brilian. Karya tulisnya tentang Strategi Pengembangan Kekuatan Pertahanan Siber memperoleh penghargaan sebagai tulisan terbaik dari The Simon Centre.
The Simon Centre merupakan lembaga di US Army CGSC yang melaksanakan riset strategis pertahanan. Alzaki merupakan perwira non-AS pertama yang meraih penghargaan tersebut.
"Alzaki kembali ke Tanah Air pada 2019 setelah empat tahun di Fort Leavonworth (Kansas) dengan membawa gelar-gelar sepanjang gerbong kereta api di belakang namanya (MM, MBA, MMAS)," tulis buku 'Kopassus untuk Indonesia: Profesionalisme Prajurit Kopassus' karya Iwan Santosa dan EA Natanegara.
Dalam keterangan tertulis Dinas Penerangan Angkatan Darat (Dispenad) beberapa waktu lalu, Alzaki telah menunjukkan kualitasnya sebagai perwira siswa Indonesia yang brilian. Karya tulisnya tentang Strategi Pengembangan Kekuatan Pertahanan Siber memperoleh penghargaan sebagai tulisan terbaik dari The Simon Centre.
The Simon Centre merupakan lembaga di US Army CGSC yang melaksanakan riset strategis pertahanan. Alzaki merupakan perwira non-AS pertama yang meraih penghargaan tersebut.
(maf)
Lihat Juga :