Wayang, Islam dan Jati Diri Bangsa
Sabtu, 19 Februari 2022 - 11:21 WIB
loading...
A
A
A
Pola dakwah demikian bukan hanya sukses besar melakukan Islamisasi Tanah Jawa dalam tempo yang sangat cepat dan mengakar kuat dalam semua dimensi kehidupan masyarakat di Jawa dan Nusantara secara umum. Kondisi ini terwujud karena melalui wayang para waliyullah melalui wayang dapat melakukan pendekatan psikologi, sejarah, paedagogi, hingga politik.Tak kalah pentingnya, dakwah melalui wayang dan budaya secara umum telah membentuk karakter Islam moderat, lentur, toleran dan kaya dengan kearifan lokal.
Munculnya sikap antiterhadap wayang, hingga seolah-olah bertentangan dengan nilai-nilai Islam dan karena itu harus dimusnahkan, seperti ditunjukkan seorang penceramah dan kelompoknya baru-baru ini tertentu adalah ahistoris. Mereka sama sekali tidak memahami watak masyarakat Jawa dan Nusantara sekaligus tidak mampu menangkap subtansi wayang dan berbagai budaya adiluhung lain.
Sejatinya, sikap yang ditunjukkan tokoh agama bukan sekadar kegagalpahaman secara personal. Lebih dari itu, mereka memang bermaksud mencerabut akar budaya masyarakat Jawa dan memisahkannya dengan Islam, dan kemudian menghilangkan jati diri Indonesia.
Kesimpulan ini bisa dilihat puzzle-puzzle sikap pendakwah dari kelompok tertentu yang tidak mengakui keberadaan para waliyullah, mensyirikkan berbagai tradisi dan budaya Nusantara, membidahkan ziarah kubur dan lain sebagainya. Bahkan mereka menolak pengibaran bendera merah putih dan mengumandangkan lagu Kebangsaan Indonesia raya yang merupakan wujud persatuan dan kesatuan sebagai sebuah bangsa.
Munculnya sikap antiterhadap wayang, hingga seolah-olah bertentangan dengan nilai-nilai Islam dan karena itu harus dimusnahkan, seperti ditunjukkan seorang penceramah dan kelompoknya baru-baru ini tertentu adalah ahistoris. Mereka sama sekali tidak memahami watak masyarakat Jawa dan Nusantara sekaligus tidak mampu menangkap subtansi wayang dan berbagai budaya adiluhung lain.
Sejatinya, sikap yang ditunjukkan tokoh agama bukan sekadar kegagalpahaman secara personal. Lebih dari itu, mereka memang bermaksud mencerabut akar budaya masyarakat Jawa dan memisahkannya dengan Islam, dan kemudian menghilangkan jati diri Indonesia.
Kesimpulan ini bisa dilihat puzzle-puzzle sikap pendakwah dari kelompok tertentu yang tidak mengakui keberadaan para waliyullah, mensyirikkan berbagai tradisi dan budaya Nusantara, membidahkan ziarah kubur dan lain sebagainya. Bahkan mereka menolak pengibaran bendera merah putih dan mengumandangkan lagu Kebangsaan Indonesia raya yang merupakan wujud persatuan dan kesatuan sebagai sebuah bangsa.
(ynt)
Lihat Juga :