Komnas HAM Umumkan Jajaran Struktur Baru

Sabtu, 13 Juni 2020 - 17:18 WIB
loading...
Komnas HAM Umumkan Jajaran...
Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) mengumumkan adanya perubahan baru dalam beberapa posisi pimpinan di struktur lembaganya untuk periode 2020-2022. Foto/SINDOnews
A A A
JAKARTA - Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) mengumumkan adanya perubahan baru dalam beberapa posisi pimpinan di struktur lembaganya untuk periode 2020-2022. Perombakan itu disepakati setelah seluruh komisioner menggelar sidang paripurna khusus.

(Baca juga: 658 WNI di Luar Negeri Sembuh Corona, 1.037 Positif dan 316 Orang Dirawat)

"Sesuai Tata Tertib Komnas HAM, maka seluruh komisioner melaksanakan Sidang Paripurna Khusus tanggal 11-12 Juni 2020. Dari Sidang Paripurna Khusus tersebut dihasilkan keputusan struktur kepemimpinan Komnas HAM periode 2020-2022," demikian pernyataan Ketua Komnas HAM Ahmad Taufan Damanik yang diperoleh SINDOnews, Sabtu (13/6/2020).

(Baca juga: Gelar Pilkada di Tengah Pandemi, 218 Daerah Perlu Perhatian Ekstra)

Berdasarkan keterangan resmi itu, posisi Ketua Komnas HAM masih dipegang oleh Ahmad Taufan Damanik. Adapun posisi Wakil Ketua Internal saat ini dijabat Munafrizal Manan yang menggantikan Hairansyah. Demikian juga untuk Wakil Ketua Eksternal, dari Sandrayati Moniaga menjadi Amiruddin.

(Baca juga: Fraksi PPP Dukung Maklumat MUI Tentang RUU HIP)

Sementara itu, Koordinator Subkomisi Pemajuan HAM masih dipegang oleh Beka Ulung Hapsara. Ia juga tetap menduduki Komisioner Pendidikan dan Penyuluhan.

Beka dibantu oleh Sandrayati Moniaga yang mengisi tugas Komisioner Pengkajian dan Penelitian. Kemudian, didukung juga Amiruddin selaku Ex officio Pemajuan.

Tugas sebagai Koordinator Subkomisi Penegakan HAM yang baru menjadi milik Hairansyah. Dirinya juga sekaligus memegang jabatan sebagai Komisioner Mediasi, menggantikan Munafrizal Manan.

Selain itu, Komisi Penegakan HAM juga diisi poleh Komisioner Pemantauan/Penyelidikan yaitu M Choirul Anam dan Ex officio Munafrizal Manan.

"Komposisi kepemimpinan yang berlaku selama 2,5 tahun mendatang ini selaras dengan Rencana Strategis 2020-2024 yang sudah ditetapkan awal tahun. Komnas HAM RI didorong untuk menjawab tantangan hak asasi manusia yang lebih kompleks baik di dalam negeri (nasional dan daerah) maupun ikut berperan di tingkat internasional," jelas Ahmad.

Terkait perombakan itu, ada juga beberapa isu prioritas turut diputuskan. Di antaranya adalah pelanggaran HAM yang terkait konflik agrarian, pelanggaran HAM yang berat, penataan kelembagaan.

Isu utama lainnya yaitu intoleransi dan ekstrimisme dengan kekerasan, akses atas keadilan, kekerasan aparat negara dan kelompok masyarakat, serta kebebasan berpendapat, berekspresi, dan berserikat.
(maf)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
RUU HAM Diyakini Perkuat...
RUU HAM Diyakini Perkuat Independensi Komnas HAM, Kembalikan sebagai Rumah Aktivis dan Pembela HAM
Yusril: Fungsi Pengawasan...
Yusril: Fungsi Pengawasan dan Penegakan Komnas HAM Tak Bisa Diambil Pemerintah
Roy Suryo dan dr Tifa...
Roy Suryo dan dr Tifa Layangkan Surat ke Komnas HAM Senin, Ini Isinya
Komnas HAM: Penyerang...
Komnas HAM: Penyerang Andrie Yunus Pakai Identitas Anak-anak hingga Lansia untuk Samarkan Jejak
Komnas HAM Ungkap 5...
Komnas HAM Ungkap 5 Pelanggaran HAM Aparat Negara di Kasus Andrie Yunus
Komnas HAM: Serangan...
Komnas HAM: Serangan Air Keras terhadap Aktivis KontraS Andrie Yunus Terkoordinasi
Soal Penembakan di Papua,...
Soal Penembakan di Papua, Koops TNI: Dua Insiden Berbeda, Tidak Berkaitan
Guru Tewas Diserang...
Guru Tewas Diserang KKB di Yahukimo, MPSI: Ini Kejahatan Kemanusiaan
Rieke Diah Pitaloka...
Rieke Diah Pitaloka Emosional Bahas Child Grooming, Singgung Kasus Aurelie Moeremans
Rekomendasi
9 Negara yang Memiliki...
9 Negara yang Memiliki Anggaran Terbesar Mengembangkan Bom Nuklir
Wasit Resmi Piala Dunia...
Wasit Resmi Piala Dunia 2026 Ditolak Masuk AS, FIFA Diminta Bayar Kompensasi Rp1,6 Miliar
Menganalisis Kekuatan...
Menganalisis Kekuatan Pesawat Su-35 dan Rafale setelah Pertemuan di Laut Baltik
Berita Terkini
Prabowo Minta Menkes...
Prabowo Minta Menkes Perluas CKG-Perkuat Penanggulangan TBC
Konflik PPP Banten Dinilai...
Konflik PPP Banten Dinilai Lebih dari Sekadar Pergantian Ketua
4 Oknum Prajurit TNI...
4 Oknum Prajurit TNI Terdakwa Penyiraman Air Keras ke Andrie Yunus Hari Ini Divonis
3 Guru Besar Kedokteran...
3 Guru Besar Kedokteran Bakal Jadi Saksi Ahli Dokter Tifa
Kasus Mega Korupsi BGN...
Kasus Mega Korupsi BGN dan Kitas-Kitap
Luhut: Bansos ke Depan...
Luhut: Bansos ke Depan Tak Lagi Barang, Diberi Cash Transfer Rp5,4 Juta per Orang
Infografis
Siapa John Ternus, Bos...
Siapa John Ternus, Bos Baru Apple Pengganti Tim Cook?
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved