Jokowi Disamakan dengan Soeharto, Ngabalin Minta YLBHI Buka Mata dan Hati

Senin, 14 Februari 2022 - 11:21 WIB
loading...
Jokowi Disamakan dengan...
Tenaga Ahli Utama KSP Ali Mochtar Ngabalin meminta YLBHI untuk membuka mata dan hatinya dalam menilai pemerintahan Presiden Jokowi. FOTO/DOK.SINDOnews
A A A
JAKARTA - Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden (KSP) Ali Mochtar Ngabalin meminta Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) untuk membuka mata dan hatinya dalam menilai pemerintahan Presiden RI Joko Widodo. YLBHI memposting sebuah foto yang menunjukkan foto Presiden RI Joko Widodo dengan Presiden Soeharto saling beririsan di akun Instagram-nya, Minggu (13/2/2022).

"Mereka harus turun ke lapangan. Kalau Yayasan itu betul untuk nirlaba dan memperjuangkan kepentingan masyarakat mereka harus turun. Supaya mereka tahu," ujar Ngabalin, Senin (14/2/2022) ketika dikonfirmasi awak media.

Ia menyebutkan seharusnya YLBHI dan pihak terkait yang mendiskreditkan Presiden Jokowi untuk lebih objektif dan jernih dalam berpikir dan menarasikan pemerintahan Jokowi memiliki kesamaan dengan pemerintahan Orde Baru di era Presiden Soeharto.



"Kalau kasus Wadas dia sejajarkan Jokowi dengan Soeharto, dua hal boleh jadi mereka tidak tahu dan tidak sampai ke lapangan. Karena per hari ini KSP itu tim yang dibentuk Pak Moeldoko itu masih ada di lapangan. Sehingga dia mesti tahu persis apa yang terjadi di lapangan. Agar Yayasan ini jangan sampai menjadi sumber fitnah," kata Ngabalin.

Ia menanyakan ke YLBHI apakah sudah memberikan penilaian masa pemerintahan Soeharto. "Seluruhnya jelek atau tidak adakah secuil kebaikan yang Pak Harto lakukan. Atau suruh buka mata dan hatinya menilai kinerja pemerintahan yang dipimpin Presiden Jokowi," ungkap Ngabalin.

Dalam kasus Wadas di Kabupaten Purworejo, Ngabalin menyebutkan pentingnya peran pemerintah daerah dalam hal ini Bupati Purworejo yang berada di daerahnya dan paling bertanggung jawab terkait kasus Wadas.

"Kalau kasus Wadas dia menyejajarkan Jokowi dan Pak Harto, tanyain dong dia musti cari tahu siapa Bupatinya di sana, di Purworejo itu siapa. Masak sih Bupatinya tidak bisa berfungsi untuk menangani masalah itu. Sedangkan Bupati itu mempunyai otoritas tertinggi di sana," tambah Ngabalin.

Baca juga: KSP Terjunkan Tim ke Wadas: Operasi Aparat di Lapangan Perlu Dievaluasi

Ia menilai postingan YLBHI yang melihat dalam kasus Wadas dan menyejajarkan Presiden Soeharto dengan Presiden Jokowi sebagai sikap yang sangat tendensius.

"Yayasan itu kan katanya isinya orang-orang pintar, punya moral tinggi. Kalau orang bermoral, orang punya pendidikan tinggi itu tidak nyinyir. Kemudian dia musti buktikan dong karya karya nyatanya," ungkap Ngabalin.

Ia meminta pihak-pihak yang mendiskreditkan pemerintahan Jokowi untuk melihat sejumlah capaian pemerintah dalam hal positif.

"Kalau Jokowi, memang dia pernah dengar MotoGP sepanjang sejarah dunia, baru seluruh pembalap memberikan pengakuan kepada hebatnya Sirkuit Mandalika sebagai sirkuit MotoGP terbaik di dunia. Itu matanya buta ya, hatinya tertutup ya, sejak kapan mereka tahu adanya MRT baru ada di pemerintahan Pak Jokowi," kata Ngabalin.

"Soekarno, Soeharto, sampai SBY, baru di Jokowi ini IKN (Ibu Kota Negara) dimulai. Jalan tol di atas seluruh gunung Papua, Sumatera, Kota Jakarta ini seperti kota di Atas Kota. Baru zaman siapa itu. Pakai hati pakai pikiran, jangan menjadi manusia-manusia tidak bermoral dalam melihat satu masalah. Tidak ada bedanya dengan sampah nanti," tutup Ngabalin.
(abd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
UNCLOS 82, Strategi...
UNCLOS 82, Strategi Sea Denial Melawan AT Mahan
2 Jam Diperiksa Polda...
2 Jam Diperiksa Polda Metro Jaya, Ketum YLBHI Ditanya soal Pembentukan Tim Investigasi Kasus Andrie Yunus
YLBHI Desak Polda Metro...
YLBHI Desak Polda Metro Jaya Naikkan Status Perkara Andrie Yunus
Dudung Bertemu Pimpinan...
Dudung Bertemu Pimpinan KPK, Bahas Indikasi Korupsi Jual Beli Titik Dapur MBG
Ali Mochtar Ngabalin...
Ali Mochtar Ngabalin Sebut Trump Ingin Mendikte Teheran lewat Perang Iran-AS
Dudung Bakal Buka Layanan...
Dudung Bakal Buka Layanan Aduan 24 Jam, Begini Alurnya
Prabowo Dapat Laporan...
Prabowo Dapat Laporan Puskesmas di Miangas Belum Pernah Diperbaiki Sejak Era Soeharto
Jaga Kepercayaan Publik,...
Jaga Kepercayaan Publik, YLBHI Diminta Terbuka Terhadap Pengawasan Publik
Aksi FPMI Menuntut YLBHI...
Aksi FPMI Menuntut YLBHI Transparan soal Sumber Pendanaan yang Diperoleh
Rekomendasi
Fregat Rusia Tembaki...
Fregat Rusia Tembaki Kapal Pesiar Inggris, Starmer: Tindakan Sembrono
Dikhianati Suami, Shiena...
Dikhianati Suami, Shiena Bangkit Bongkar Perselingkuhan di Microdrama V+Short Replaceable
Implementasi B50 Dimulai...
Implementasi B50 Dimulai 1 Juli 2026, Jubir ESDM: Bisa Hemat Devisa Rp157 Triliun
Berita Terkini
Qodari: Stimulus Tarif...
Qodari: Stimulus Tarif Transportasi Dikucurkan saat Libur Sekolah dan Nataru
Kejagung Segel Gudang...
Kejagung Segel Gudang Motor Listrik Milik BGN di Bogor
KPK Telusuri Dugaan...
KPK Telusuri Dugaan Aliran Uang Kasus Kuota Haji dari Kemenag ke Pansus DPR
Dharma Pongrekun Gugat...
Dharma Pongrekun Gugat UU Kesehatan, Berharap Hakim MK 'Diketuk Hatinya oleh Tuhan'
Prabowo Apresiasi Pelaksanaan...
Prabowo Apresiasi Pelaksanaan Haji 2026, Beri Catatan Ini untuk Tahun Depan
Ajukan Jadi JC, Mantan...
Ajukan Jadi JC, Mantan Waka BNN Sony Sonjaya Diperiksa di Kejagung Besok
Infografis
5 Manfaat Makan Kurma...
5 Manfaat Makan Kurma Saat Sahur dan Buka Puasa
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved