Jokowi Diminta Perkuat Ketahanan Digital Nasional
Kamis, 10 Februari 2022 - 15:58 WIB
loading...
A
A
A
”Contohnya, saat fenomena sederhana NFT Ghozali Everyday yang viral, di mana masyarakat ikut-ikutan mengirim foto ke platform OpenSea tanpa ada pemahaman bagaimana mengelola teknologi tersebut. Pandemi Covid-19 juga mendesak masyarakat yang tadinya gagap teknologi untuk belajar teknologi secara otodidak dan ini yang membuat kondisi literasi digital masyarakat masih sangat jauh dari kata sempurna,” katanya.
Menurut dia, target Indonesia Emas 2045 Presiden Jokowi juga harus selaras dengan ekonomi kerakyatan dan bonus demografi yang digaung-gaungkan. Pemerintah pusat dan daerah sendiri masih sporadik dalam menyikapi ekonomi digital yang ada di desa. Padahal dengan produk unggulan di setiap desa, potensi ekonomi digital ini bisa menjadi akselerator ekonomi Indonesia, sebab 97% ekonomi nasional digerakan oleh UMKM yang mayoritas ada di pedesaan.
”Hadirnya Tol Langit dan 4G di tiap desa merupakan peluang yang luar biasa, atau malah bisa menjadi petaka yang tidak terhindarkan masuknya elemen asing ke setiap rumah warga desa,” ucapnya.
Mendigitalisasi UMKM di desa-desa akan memberikan dampak ekonomi bukan hanya skala kecil tetapi nasional. Selama dua tahun terakhir pandemi Covid-19 telah membuka mata bagaimana ekonomi digital dan UMKM berperan menyokong ekonomi nasional selama krisis.
Ekonomi digital dilihat sebagai masa depan sehingga pemerintah menargetkan digitalisasi Indonesia satu dekade ke depan. Namun, sayangnya masih ada celah dalam rencana ini, yakni minimnya SDM yang menguasai literasi digital terutama di desa-desa dan belum adanya masterplan TIK nasional secara spesifik.
”Selain itu, Road Map Indonesia Digital 2021-2024 juga belum memuat koordinasi antarlembaga atau kementerian secara spesifik. Termasuk tidak adanya Chief Information Officer (CIO) dari pemerintah pusat untuk masterplan TIK yang bertujuan menguatkan ketahanan digital nasional. Ini sebagai masalah yang mesti diperhatikan,” paparnya.
Sejak jauh hari dia mengaku sudah menggagas Warung Kopi Digital (Warkop Digital) bekerja sama dengan Gubernur Provinsi Bengkulu Rohidin Mersyah. Visi Warkop Digital adalah untuk menciptakan SDM yang menguasai perkembangan digital hingga membuka usaha digital di desa-desa dengan langkah sederhana. Program ini nantinya akan menjadi motor penggerak ekonomi digital di pedesaan.
Menurut dia, target Indonesia Emas 2045 Presiden Jokowi juga harus selaras dengan ekonomi kerakyatan dan bonus demografi yang digaung-gaungkan. Pemerintah pusat dan daerah sendiri masih sporadik dalam menyikapi ekonomi digital yang ada di desa. Padahal dengan produk unggulan di setiap desa, potensi ekonomi digital ini bisa menjadi akselerator ekonomi Indonesia, sebab 97% ekonomi nasional digerakan oleh UMKM yang mayoritas ada di pedesaan.
”Hadirnya Tol Langit dan 4G di tiap desa merupakan peluang yang luar biasa, atau malah bisa menjadi petaka yang tidak terhindarkan masuknya elemen asing ke setiap rumah warga desa,” ucapnya.
Mendigitalisasi UMKM di desa-desa akan memberikan dampak ekonomi bukan hanya skala kecil tetapi nasional. Selama dua tahun terakhir pandemi Covid-19 telah membuka mata bagaimana ekonomi digital dan UMKM berperan menyokong ekonomi nasional selama krisis.
Ekonomi digital dilihat sebagai masa depan sehingga pemerintah menargetkan digitalisasi Indonesia satu dekade ke depan. Namun, sayangnya masih ada celah dalam rencana ini, yakni minimnya SDM yang menguasai literasi digital terutama di desa-desa dan belum adanya masterplan TIK nasional secara spesifik.
”Selain itu, Road Map Indonesia Digital 2021-2024 juga belum memuat koordinasi antarlembaga atau kementerian secara spesifik. Termasuk tidak adanya Chief Information Officer (CIO) dari pemerintah pusat untuk masterplan TIK yang bertujuan menguatkan ketahanan digital nasional. Ini sebagai masalah yang mesti diperhatikan,” paparnya.
Sejak jauh hari dia mengaku sudah menggagas Warung Kopi Digital (Warkop Digital) bekerja sama dengan Gubernur Provinsi Bengkulu Rohidin Mersyah. Visi Warkop Digital adalah untuk menciptakan SDM yang menguasai perkembangan digital hingga membuka usaha digital di desa-desa dengan langkah sederhana. Program ini nantinya akan menjadi motor penggerak ekonomi digital di pedesaan.
Lihat Juga :