Pelapor Dugaan Penistaan Jenderal Dudung Akan Hadirkan Saksi Ahli dari MUI

Kamis, 10 Februari 2022 - 08:24 WIB
loading...
Pelapor Dugaan Penistaan...
Koalisi Ulama, Habaib dan Pengacara Anti Penodaan Agama (KUHAP APA) berencana menghadirkan saksi ahli dari MUI ke Puspomad. FOTO/MPI/MNC/Riezky Maulana
A A A
JAKARTA - Koalisi Ulama, Habaib dan Pengacara Anti Penodaan Agama (KUHAP APA) berencana menghadirkan saksi ahli dari Majelis Ulama Indonesia ( MUI ) ke Puspomad. Hal itu berkaitan dengan pelaporan dugaan penodaan agama KSAD Jenderal TNI Dudung Abdurachman .

"Jadi kami lagi berusaha untuk mendatangkan ahli dari Majelis Ulama Indonesia," kata Pengacara KUHAP APA, Damai Hari Lubis di Mapuspomad, Jakarta Pusat, Rabu (9/2/2022).

Dia menjelaskan, nantinya saksi ahli tersebut berkompetensi di bidang syar'i. Dari ahli tersebut nanti terlihat apakah masuk ke dalam unsur penodaan agama atau tidak.



"Itu ahli mengenai bidang syar'i agama, apakah ucapan Jenderal Dudung itu adalah sebuah penodaan atau penistaan atah bukan ya. Karena memang itu kewenangan ahli bidang agama," jelasnya.

Jika keterangan ahli menyatakan tidak ada unsur penodaan agama dari pernyataan Jenderal Dudung, Damai menyatakan kliennya pun akan menerima. "Kita kalau dinyatakan nanti tidak memenuhi unsur, ya kita harus menerimanya," katanya.

Diberitakan sebelumnya, dalam permintaan keterangan oleh penyidik Puspomad, pelapor mendapat cecaran 50 pertanyaan. Adapun pemeriksaan dilakukan pada Rabu 9 Februari pukul 10.00 WIB. "Ya tadi sekitar dimulai jam 10 pagi sampai sekarang masih berjalan (pukul 18.00), baru 30 pertanyaan, sekitar 50 pertanyaan direncanakan," katanya.

Baca juga: Koalisi Ulama Tak Gentar Hadapi KSAD Dudung, Datangi Puspomad Bawa Bukti
(abd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
37 Organisasi Tolak...
37 Organisasi Tolak Desakan MUI Agar Pelaku dan Pengkampanye LGBT Dipidana
MUI Tegaskan LGBT adalah...
MUI Tegaskan LGBT adalah Penyimpangan: Wajib Disembuhkan
Kemenag Dukung MUI Desak...
Kemenag Dukung MUI Desak Aturan Tegas Jerat Pelaku LGBT
MUI Desak Hukuman Tegas...
MUI Desak Hukuman Tegas Bagi Pelaku dan Pengkampanye LGBT
MUI Minta Presiden Prabowo...
MUI Minta Presiden Prabowo Selamatkan 5 WNI yang Ditangkap Israel
MUI Minta Komdigi Blokir...
MUI Minta Komdigi Blokir dan Perketat Pengawasan Akses Platform Judi Online
KSAD Soroti Produksi...
KSAD Soroti Produksi Film Pesta Babi: Duitnya dari Mana?
MUI Ajak Umat Islam...
MUI Ajak Umat Islam Jadikan Iduladha Momentum Perkuat Persatuan dan Tingkatkan Kepedulian
Beda Fatwa dengan MUI...
Beda Fatwa dengan MUI Soal Dam Haji, Kemenhaj: Bukan Paksakan, Tapi Sediakan Keleluasaan Fiqh Haji
Rekomendasi
Momen Riuh di Gorontalo,...
Momen Riuh di Gorontalo, Massa Kompak Teriakkan Nama Seskab Teddy di Depan Presiden Prabowo
Rusia Klaim Senjata...
Rusia Klaim Senjata Nuklir Jadi Satu-satunya Jaminan pada Perang Global, Ini 3 Alasannya
Bill Gates Ngaku Jadi...
Bill Gates Ngaku Jadi Korban Epstein, tapi Fakta Berbicara Lain
Berita Terkini
PAMA Group Tanam 2.000...
PAMA Group Tanam 2.000 Bibit Mangrove di Pesisir Semarang: 'Jadi Benteng Alami dari Perubahan Iklim'
Buku Sang Arsitek Presisi...
Buku Sang Arsitek Presisi Polri Ulas Kepemimpinan Kapolri Listyo Sigit Prabowo
Dokter Tifa: Dakwaan...
Dokter Tifa: Dakwaan Jaksa Penuntut Umum Berisi Pasal Lemah
Dokter Tifa Mulai Disidang...
Dokter Tifa Mulai Disidang 2 Juli: Insya Allah Kami Siap
Gus Yaqut Sakit, KPK...
Gus Yaqut Sakit, KPK Bantarkan Penahanannya ke RS Polri Kramatjati
1 Lagi Calon Manajer...
1 Lagi Calon Manajer Kopdes Merah Putih Meninggal Dunia saat Latsarmil, Total 3 Orang
Infografis
Smartphone dan Komputer...
Smartphone dan Komputer akan Bebas dari Tarif Trump
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved