Debat Terbuka Luhut Vs Rizal Ramli Dikhawatirkan Berujung Pelaporan ke Polisi
Sabtu, 13 Juni 2020 - 08:10 WIB
loading...
A
A
A
Katanya, saling terbuka itu penting dan sangat menyenangkan daripada mempergunakan lembaga kepolisian untuk membenci seseorang. "Apalagi LBP ini, dimana-mana selalu bilang bahwa dia sangat mengagumi sosok almarhum Gus Dur. Meskipun sangat mengagumi, ternyata LBP tidak memahami sosok seorang Gus Dur. Dimana Gus dur setiap hari dikritik dan dihina tetapi semua diterima dengan lapang dada. Tidak ada dendam, malahan memberikan maaf kepada orang orang yang membencinya," ungkapnya.
Begitu juga Gus Dur tidak pernah menagih maaf kepada orang yang melakukan kritik atau menghinanya. Uchok menilai, pantang bagi seorang Gus dur melakukan somasi atau mempenjarakan orang-orang yang menghina dan
Hal ini dianggap kurang bermanfaat bagi perkembangan nadi demokrasi kita. Selain itu, Gus dur masih menganggap, kita ini lagi belajar berdemokrasi. Biarkan hinaan dan kritikan jadi pelajaran untuk kita bersama. "Gitu saja kok repot," ketus Uchok menirukan Gus Dur.
Jadi dari cerita Gus dur seperti di atas, sambung dia, seharusnya LBP bisa mempraktikkan dengan lebih baik. Penghinaan atau kritik dalam video tersebut kepada LBP itu masalah kecil yang tidak perlu dipersoalkan. Jangan sedikit-sedikit tersingung, langsung lapor ke polisi. Tidak sehat buat perjalanan demokrasi kita.
"Lihat Gus Dur dan keluarganya, berkali kali dikritik atau dihina tidak membuatnya mereka begitu repot sampai melaporkan ke polisi," katanya.
Maka untuk itu, seorang LBP harus semakin dewasa sebagai tokoh publik atau sebagai pejabat yang paling tertinggi negara ini. Apalagi saat ini, yang namanya LBP itu menjadi sorotan bagi publik. Statemen-statemen memang banyak membuat marah dan 'gemes' masyarakat. (Baca juga: Rizal Ramli Siap Ladeni LBP Soal Utang Luar Negeri)
"Tapi itu, biarpun statemen membuat marah, ada ketegasan dan kepastian di lapangan bila LBP yang memberikan pernyataan. Tidak seperti pejabat tinggi yang lain, ngomongnya saja mencla mencle, bisa berubah-ubah setiap waktu, dan tidak bisa dipegang sebagai sebuah kebijakan," pungkasnya.
Begitu juga Gus Dur tidak pernah menagih maaf kepada orang yang melakukan kritik atau menghinanya. Uchok menilai, pantang bagi seorang Gus dur melakukan somasi atau mempenjarakan orang-orang yang menghina dan
Hal ini dianggap kurang bermanfaat bagi perkembangan nadi demokrasi kita. Selain itu, Gus dur masih menganggap, kita ini lagi belajar berdemokrasi. Biarkan hinaan dan kritikan jadi pelajaran untuk kita bersama. "Gitu saja kok repot," ketus Uchok menirukan Gus Dur.
Jadi dari cerita Gus dur seperti di atas, sambung dia, seharusnya LBP bisa mempraktikkan dengan lebih baik. Penghinaan atau kritik dalam video tersebut kepada LBP itu masalah kecil yang tidak perlu dipersoalkan. Jangan sedikit-sedikit tersingung, langsung lapor ke polisi. Tidak sehat buat perjalanan demokrasi kita.
"Lihat Gus Dur dan keluarganya, berkali kali dikritik atau dihina tidak membuatnya mereka begitu repot sampai melaporkan ke polisi," katanya.
Maka untuk itu, seorang LBP harus semakin dewasa sebagai tokoh publik atau sebagai pejabat yang paling tertinggi negara ini. Apalagi saat ini, yang namanya LBP itu menjadi sorotan bagi publik. Statemen-statemen memang banyak membuat marah dan 'gemes' masyarakat. (Baca juga: Rizal Ramli Siap Ladeni LBP Soal Utang Luar Negeri)
"Tapi itu, biarpun statemen membuat marah, ada ketegasan dan kepastian di lapangan bila LBP yang memberikan pernyataan. Tidak seperti pejabat tinggi yang lain, ngomongnya saja mencla mencle, bisa berubah-ubah setiap waktu, dan tidak bisa dipegang sebagai sebuah kebijakan," pungkasnya.
(kri)
Lihat Juga :