Prabowo Dipameri Drone hingga Rudal Tempur Buatan UGM
Sabtu, 05 Februari 2022 - 10:27 WIB
loading...
Menteri Pertahanan Prabowo Subianto melihat beberapa inovasi pengembangan di bidang pertahanan yang dibuat oleh Universitas Gadjah Mada (UGM) saat berkunjung, Jumat (4/2/2022). FOTO/KEMHAN
A
A
A
JAKARTA - Menteri Pertahanan Prabowo Subianto melihat beberapa inovasi pengembangan di bidang pertahanan yang dibuat oleh Universitas Gadjah Mada ( UGM ) saat berkunjung, Jumat (4/2/2022). Di antaranya pesawat tanpa awak atau UAV Fiachra Aeromapper, UAV Amphibi Gama V2, Rudal Pasopati Rocket Assisted Take-Off, Drone Palapa S-1, dan Geospatial Artificial Intelligence (GEOAI) untuk bidang pertahanan dan keamanan.
Azhar Aulia Rasidin (22), mahasiswa Teknik Mesin UGM angkatan 2017 yang ikut mengembangkan Drone Palapa S-1 mengatakan, pesawat nirawak itu berfungsi untuk pemantauan (surveillance). Drone yang memiliki daya jelajah sekitar 500 kilometer dalam waktu enam jam dan dapat mencapai ketinggian 1 kilometer ini dikembangkan sejak 2021 oleh Tim Force UGM.
"Itu untuk pemantauan wilayah misal kebakaran hutan. Kelebihannya yang paling menonjol dari drone ini adalah kemampuan take off langsung vertikal. Jadi bisa langsung mencapai ketinggian yang kita mau terus langsung bergerak maju. Langsung dari sana," kata Azhar dikutip dari keterangan tertulis Kemhan, Sabtu (5/2/2022).
"Kalau untuk pertahanan mungkin bisa di daerah perbatasan, untuk memantau daerah perbatasan kalau misalnya ada sesuatu yang mencurigakan bisa segera di laporkan," katanya.
Azhar Aulia Rasidin (22), mahasiswa Teknik Mesin UGM angkatan 2017 yang ikut mengembangkan Drone Palapa S-1 mengatakan, pesawat nirawak itu berfungsi untuk pemantauan (surveillance). Drone yang memiliki daya jelajah sekitar 500 kilometer dalam waktu enam jam dan dapat mencapai ketinggian 1 kilometer ini dikembangkan sejak 2021 oleh Tim Force UGM.
"Itu untuk pemantauan wilayah misal kebakaran hutan. Kelebihannya yang paling menonjol dari drone ini adalah kemampuan take off langsung vertikal. Jadi bisa langsung mencapai ketinggian yang kita mau terus langsung bergerak maju. Langsung dari sana," kata Azhar dikutip dari keterangan tertulis Kemhan, Sabtu (5/2/2022).
"Kalau untuk pertahanan mungkin bisa di daerah perbatasan, untuk memantau daerah perbatasan kalau misalnya ada sesuatu yang mencurigakan bisa segera di laporkan," katanya.
Lihat Juga :