Jokowi Ajak Pulang Ainun Najib, PCINU Inggris: Perlu Skema agar Khidmah Diaspora Santri Maksimal
Kamis, 03 Februari 2022 - 20:23 WIB
loading...
A
A
A
Munawir Aziz mengatakan, pulang ke Indonesia atau tidak merupakan pilihan dari masing-masing individu diaspora. Namun ia memandang akan lebih baik jika para diaspora diberikan waktu 5-10 untuk mengembara ke berbagai negara untuk memaksimalkan jaringan sembari menapaki karir profesional di berbagai bidang.
Baca juga: Profil Ainun Najib, Ahli Sains dan Teknologi NU yang Diminta Pulang Jokowi
Meskipun berada di luar negeri, para diaspora tetap bisa berkhidmah untuk NU dan Indonesia. Kuncinya,
adanya target dan sistem koordinasi yang jelas, komunikasi yang rapi, dan baseline project-nya realistis dan do-able, maka para diaspora santri akan bisa menyesuaikan ritme untuk khidmah.
Sebagai contoh, diaspora India dan China di berbagai negara justru melebarkan sayap dan menapaki karir. Mereka diminta berkontribusi, tanpa harus diwajibkan pulang. Para diaspora ini tetap bisa berkarir dan bisa membantu negaranya."Sesekali bisa pulang untuk koordinasi, tapi memang harus ada sebagian yang menguatkan networking di luar negeri," katanya.
Munawir menegaskan, PCINU Inggris Raya siap berkhidmah untuk transformasi digital dan inovasi PBNU saat ini dan mendatang. Ada puluhan santri yang ahli di lintas bidang. Sebagian sudah bergelar profesor, sebagian peneliti ahli di kampus-kampus Inggris, sebagian lagi praktisi di perusahaan-perusahaan internasional.
"Begitu juga dengan PCINU lainnya. Kalau didata secara serius, ada ratusan diaspora santri yang punya keahlian bidang sains, dan bidang-bidang lain, dan siap mengabdi," katanya.
Baca juga: Profil Ainun Najib, Ahli Sains dan Teknologi NU yang Diminta Pulang Jokowi
Meskipun berada di luar negeri, para diaspora tetap bisa berkhidmah untuk NU dan Indonesia. Kuncinya,
adanya target dan sistem koordinasi yang jelas, komunikasi yang rapi, dan baseline project-nya realistis dan do-able, maka para diaspora santri akan bisa menyesuaikan ritme untuk khidmah.
Sebagai contoh, diaspora India dan China di berbagai negara justru melebarkan sayap dan menapaki karir. Mereka diminta berkontribusi, tanpa harus diwajibkan pulang. Para diaspora ini tetap bisa berkarir dan bisa membantu negaranya."Sesekali bisa pulang untuk koordinasi, tapi memang harus ada sebagian yang menguatkan networking di luar negeri," katanya.
Munawir menegaskan, PCINU Inggris Raya siap berkhidmah untuk transformasi digital dan inovasi PBNU saat ini dan mendatang. Ada puluhan santri yang ahli di lintas bidang. Sebagian sudah bergelar profesor, sebagian peneliti ahli di kampus-kampus Inggris, sebagian lagi praktisi di perusahaan-perusahaan internasional.
"Begitu juga dengan PCINU lainnya. Kalau didata secara serius, ada ratusan diaspora santri yang punya keahlian bidang sains, dan bidang-bidang lain, dan siap mengabdi," katanya.
(abd)
Lihat Juga :