Jokowi Ajak Pulang Ainun Najib, PCINU Inggris: Perlu Skema agar Khidmah Diaspora Santri Maksimal

Kamis, 03 Februari 2022 - 20:23 WIB
loading...
Jokowi Ajak Pulang Ainun...
Sekretaris PCINU Inggris Raya/United Kingdom, Munawir Aziz. FOTO/IST
A A A
JAKARTA - Presiden Jokowi sempat menyebut nama kader muda Nahdlatul Ulama (NU) Ainun Najib saat pengukuhan PBNU masa khidmat 2022-2027 di Balikpapan, Kalimantan Timur, Senin (31/1/2022). Jokowi bahkan meminta kepada kiai untuk membujuk Ainun yang kini bekerja di Singapura untuk mau mengabdi di dalam negeri.

Sekretaris PCINU Inggris Raya/United Kingdom, Munawir Aziz mengaku ikut bangga dengan penyebutan nama Ainun Najib oleh Presiden Jokowi. Menurutnya, Ainun merupakan seorang santri sekaligus profesional yang memiliki khidmah luar biasa.

Menurutnya, selain Ainun Najib, masih ada ratusan santri nahdliyyin yang saat ini belajar dan bekerja di luar negeri. Mereka juga mempunyai keahlian di berbagai bidang, baik data scince, artificial intelligence, robotika, financial technology dan berbagai keahlian lain. Bahkan, ada sebagian diaspora santri yang juga profesor dan berpengaruh di berbagai kampus internasional. Beberapa praktisi juga menjadi experts di lembaga-lembaga internasional.



"Mereka sebenarnya siap khidmah, dan sangat mau diajak berjuang bersama-sama untuk mengabdi ke NU dan Indonesia," kata Munawir Aziz dalam keterangan tertulisnya, Kamis (3/2/2022).

Ia menyarankan kepada PBNU untuk menyiapkan skema agar khidmah bisa dilangsungkan dengan sistem digital yang terintegrasi. Ada komando tugas, koordinasi project, dan kemudian tim-tim kecil antardiaspora santri yang saling mendukung untuk membantu satu inovasi yang disiapkan PBNU.

"Kalau basic-nya tugas/project dengan tenggat waktu yang jelas dan koordinasi teknis yang rapi, maka di mana pun khidmahnya akan memungkinkan. Bisa jadi, timnya dari Singapura, Jepang, Jerman, Belanda, Inggris, Amerika, Australia, atau negara mana pun. Tapi, tetap dikomando dan diorkestrasi oleh PBNU," katanya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
PBNU Gelar Munas dan...
PBNU Gelar Munas dan Konbes di Ploso Kediri pada 20-23 Juni 2026, Presiden Prabowo Diundang
Kritik Menggema Jelang...
Kritik Menggema Jelang Muktamar, Warga NU Depok Soroti Tata Kelola PBNU
Jelang Muktamar ke-35,...
Jelang Muktamar ke-35, Calon Ketum PBNU Gus Salam Silaturahmi dengan PWNU dan PCNU se-NTT
Tata Kelola Saja Tidak...
Tata Kelola Saja Tidak Cukup, Gus Ma’shum: NU juga Butuh Tata Krama
Nahdlatul Ulama: Pesantren...
Nahdlatul Ulama: Pesantren dan Kedaulatan Masyarakat Sipil
Halaqoh Kiai Muda NU...
Halaqoh Kiai Muda NU Soroti Kepemimpinan di PBNU
Inggris Caplok Armada...
Inggris Caplok Armada Bayangan Rusia, Akankah Picu Perang Besar?
Promosikan Startup ke...
Promosikan Startup ke Dunia, Indonesia Gabung London Tech Week
Inggris, Australia,...
Inggris, Australia, dan Kanada Luncurkan Dana untuk Dukung Upaya Solusi 2 Negara
Rekomendasi
Audisi Miss Indonesia...
Audisi Miss Indonesia 2026 Yogyakarta Disambut Antusias, Jakarta Jadi Kota Terakhir Seleksi
Jerman vs Curacao: Sang...
Jerman vs Curacao: Sang Debutan Jadi Ujian Perdana Die Mannschaft
Militerisasi Jepang...
Militerisasi Jepang dan Bahaya Radiasi Radio Aktif
Berita Terkini
Walhi Minta Pembahasan...
Walhi Minta Pembahasan Revisi UU HAM Ditunda
WNI Dianiaya di Malaysia,...
WNI Dianiaya di Malaysia, Kemlu Sebut 4 Pelaku Sudah Diamankan
Prabowo Panggil Purbaya...
Prabowo Panggil Purbaya hingga Bahlil ke Kertanegara, Ini yang Dibahas
PBNU Gelar Munas dan...
PBNU Gelar Munas dan Konbes di Ploso Kediri pada 20-23 Juni 2026, Presiden Prabowo Diundang
PKB Jabar Fest, Gus...
PKB Jabar Fest, Gus Muhaimin: Kita Tak Butuh Pemimpin Pencitraan
Denny JA Sebut Algoritma...
Denny JA Sebut Algoritma Lahirkan Kelas Baru Pekerja Digital yang Rentan
Infografis
Profil Prof Soenardi...
Profil Prof Soenardi Prawirohatmodjo, Namanya Ada di Ijazah Jokowi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved