Sebanyak 8 Peneliti DPR Bergabung ke BRIN, Ini Nama-namanya
Selasa, 01 Februari 2022 - 15:22 WIB
loading...
Sekretaris Jenderal DPR RI Indra Iskandar melepas 8 peneliti DPR RI bergabung ke Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Foto/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Sekretaris Jenderal DPR RI Indra Iskandar melepas 8 peneliti DPR RI bergabung ke Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), menyusul peleburan beberapa lembaga riset ke BRIN yang kini menjadi induk lembaga riset di Indonesia.
"Tentu pelepasan ini bukan artinya kami ingin cepat-cepat melepas bapak/ibu, namun kami ingin memberikan penghargaan atas semangat, dedikasi, sumbangsih serta juga pengabdian yang diberikan kepada Sekretariat Jenderal DPR," kata Indra di Gedung Nusantara II, Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, dikutip Selasa (1/2/2022).
Indra menambahkan, pengabdian para peneliti kepada Sekretariat Jenderal (Setjen) DPR RI selama ini telah memberikan warna, prestasi dan kinerja yang baik bagi organisasi. Sehingga membawa Setjen DPR RI yang lebih maju, dan memasuki fase yang lebih moderen.
Baca juga: 5 Fakta Alat Tes Covid-19 Buatan BRIN yang Mampu Deteksi Omicron
"Tentu suatu kehilangan dan kesedihan bagi kami, namun tentu saja kita semua harus mematuhi ketentuan dari pemerintah. Ini adalah sebuah pilihan hidup, sebuah strategi hidup, di mana kita bisa bekerja di mana pun sesuai dengan apa yang kita harapkan ke depan," ucapnya.
"Tentu pelepasan ini bukan artinya kami ingin cepat-cepat melepas bapak/ibu, namun kami ingin memberikan penghargaan atas semangat, dedikasi, sumbangsih serta juga pengabdian yang diberikan kepada Sekretariat Jenderal DPR," kata Indra di Gedung Nusantara II, Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, dikutip Selasa (1/2/2022).
Indra menambahkan, pengabdian para peneliti kepada Sekretariat Jenderal (Setjen) DPR RI selama ini telah memberikan warna, prestasi dan kinerja yang baik bagi organisasi. Sehingga membawa Setjen DPR RI yang lebih maju, dan memasuki fase yang lebih moderen.
Baca juga: 5 Fakta Alat Tes Covid-19 Buatan BRIN yang Mampu Deteksi Omicron
"Tentu suatu kehilangan dan kesedihan bagi kami, namun tentu saja kita semua harus mematuhi ketentuan dari pemerintah. Ini adalah sebuah pilihan hidup, sebuah strategi hidup, di mana kita bisa bekerja di mana pun sesuai dengan apa yang kita harapkan ke depan," ucapnya.
Lihat Juga :