Kemenkes Minta Tingginya Kasus Covid-19 di Jakarta dan Jabar Jadi Alarm Daerah Lain

Sabtu, 29 Januari 2022 - 13:58 WIB
loading...
Kemenkes Minta Tingginya Kasus Covid-19 di Jakarta dan Jabar Jadi Alarm Daerah Lain
Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Kementerian Kesehatan Siti Nadia Tarmizi mengatakan kenaikan kasus Covid-19 di DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Banten harus menjadi alarm bagi provinsi lainnya di Jawa Bali. Foto/SINDOnews
A A A
JAKARTA - Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Kementerian Kesehatan Siti Nadia Tarmizi mengatakan kenaikan kasus Covid-19 di DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Banten harus menjadi alarm bagi provinsi-provinsi lainnya di Jawa Bali. Sebab, menurut Nadia, tren kenaikan kasus Covid-19 di Jawa Bali biasanya satu paket.

Apalagi, kenaikan kasus harian di empat provinsi lainnya wilayah Jawa Bali saat ini masih di kisaran 300-an ke bawah. “Nah ini tentunya menjadi alarm juga ya. Kita tahu mobilitas Jawa Bali ini pasti terjadi dan sangat tinggi. Orang ke Bali, orang ke Jakarta, balik lagi orang dari Surabaya ke Bali itu masih tinggi," kata Nadia dalam Diskusi Polemik Trijaya bertajuk Menahan Gelombang Omicron, Sabtu (29/1/2022).

Jadi, kata dia, tentunya provinsi-provinsi di Jawa Bali ini jadi prioritas pemerintah untuk dilihat tren peningkatannya. Dia mengatakan bahwa DKI jakarta, Jawa Barat (Jabar), dan Banten saat ini menjadi penyumbang kasus Covid-19 terbanyak.

Baca juga: Melonjak! Varian Omicron Jadi 2.613 Kasus, Tersebar di 26 Kabupaten/Kota



Dari penambahan 9.905 kasus harian kemarin, DKI Jakarta menyumbang 4.558 kasus, Jawa Barat 2.313, dan Banten 1.754 kasus. “Jadi kalau lihat DKI Jakarta, Jawa Barat, Banten adalah tiga provinsi yang koneksinya sangat dekat. Dan mobilitas antara warganya sangat tinggi. Tentunya saat ini kita lihat sebagai penyumbang kasus terbesar pada kasus konfirmasi positif,” kata juru bicara Vaksinasi Covid-19 Kementerian Kesehatan (Kemenkes) ini.

(rca)
Mungkin Anda Suka
Komentar
Copyright © 2022 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.2378 seconds (10.177#12.26)