Positif Covid-19 Nyaris 10 Ribu Kasus Sehari, Kemenkes Imbau Waspada tapi Tidak Perlu Panik
Sabtu, 29 Januari 2022 - 09:08 WIB
loading...
Pemerintah melaporkan kasus Covid-19 di Tanah Air terus melonjak. Bahkan dilaporkan per Jumat (28/1/2022) konfirmasi positif Covid-19 nyaris di angka 10 ribu kasus dalam sehari. Foto/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Pemerintah melaporkan kasus Covid-19 di Tanah Air terus melonjak. Bahkan dilaporkan per Jumat (28/1/2022) konfirmasi positif Covid-19 nyaris di angka 10 ribu kasus dalam sehari.
Merespons hal ini, Juru Bicara Vaksinasi Kementerian Kesehatan Siti Nadia Tarmizi meminta agar masyarakat tetap waspada namun tidak perlu panik. “Artinnya kita tetap waspada tapi tidak perlu panik,” ujar Nadia dalam keterangannya, Sabtu (29/1/2022). Baca juga: Bertambah 263 Orang, RSDC Wisma Atlet Rawat 3.935 Pasien Covid-19
Nadia juga mengatakan bahwa peningkatan kasus tersebut terjadi dikarenakan varian Omicron. “Pertama kita tahu memang varian Omicron ini di banyak negara menyebabkan peningkatan kasus yang sangat cepat dibandingkan varian Delta.”
“Tetapi angka fatalitas yang artinya angka untuk kemudian orang masuk ke rumah sakit ataupun berakhir kematian itu hanya di bawah 15%, yang dirawat di rumah sakit itu 20 sampai 25%, yang berakhir pada kematian itu kurang dari 5%,” sambung Nadia.
Merespons hal ini, Juru Bicara Vaksinasi Kementerian Kesehatan Siti Nadia Tarmizi meminta agar masyarakat tetap waspada namun tidak perlu panik. “Artinnya kita tetap waspada tapi tidak perlu panik,” ujar Nadia dalam keterangannya, Sabtu (29/1/2022). Baca juga: Bertambah 263 Orang, RSDC Wisma Atlet Rawat 3.935 Pasien Covid-19
Nadia juga mengatakan bahwa peningkatan kasus tersebut terjadi dikarenakan varian Omicron. “Pertama kita tahu memang varian Omicron ini di banyak negara menyebabkan peningkatan kasus yang sangat cepat dibandingkan varian Delta.”
“Tetapi angka fatalitas yang artinya angka untuk kemudian orang masuk ke rumah sakit ataupun berakhir kematian itu hanya di bawah 15%, yang dirawat di rumah sakit itu 20 sampai 25%, yang berakhir pada kematian itu kurang dari 5%,” sambung Nadia.
Lihat Juga :