Ibas: Jangan Sampai Rakyat Kelaparan
Jum'at, 28 Januari 2022 - 17:07 WIB
loading...
Anggota Komisi VI DPR RI Fraksi Demokrat Edhie Baskoro Yudhoyono. Foto/Dok.SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Anggota Komisi VI DPR RI Edhie Baskoro Yudhoyono melakukan kunjungan kerja spesifik Komisi VI DPR ke PT Perkebunan Nusantara (PTPN) V, di Pekanbaru, Provinsi Riau, Kamis (27/1/2022). Kegiatan tersebut dalam rangka peninjauan produk sawit untuk mendukung ketersediaan produksi minyak goreng dan turunannya.
Menurut pria yang akrab disapa Ibas ini, PTPN V sebagai payung besar sawit harus mampu menjadi jangkar stabilitas komoditas kebutuhan pokok yang dibutuhkan rakyat. Sehingga, mampu mendorong produksi sawit untuk kebutuhan domestik.
“PTPN V harus mampu mendorong produksi sawit untuk kebutuhan domestik, jangan hanya digunakan untuk kepentingan ekspor semata. Sesuai dengan moto, PTPN V harus menunjukkan kapabilitasnya sebagai ‘Pekebun Hebat’ dalam menjamin stabilitas persediaan sawit dalam negeri,” kata Ibas dalam keterangannya, Jumat (28/1/2022).
Baca juga: Ibas Dorong Percepatan Vaksinasi Daerah Agar Belajar Mengajar Kembali Efektif
Sebagai BUMN, kata Ibas, PTPN V sudah semestinya berkontribusi terhadap pendapatan negara, namun jangan sampai target ini justru memberikan beban kepada rakyat dalam kelangkaan produksi sawit dan turunannya. Ibas menjelaskan, bisnis minyak goreng sendiri saat ini dikuasai oleh perusahaan-perusahaan raksasa bermodal besar, jarang sekali perusahaan skala kecil yang berbisnis pengolahan CPO dan turunannya.
Hal tersebut bisa jadi penyebabnya karena adanya berbagai peraturan dan syarat yang cukup berat untuk dilakukan pebisnis-pebisnis kecil. “Oleh karena itu, PTPN V memiliki peranan penting agar ke depan jangan sampai ada praktik kartel minyak goreng di Indonesia,” tambah Ketua Fraksi Partai Demokrat DPR ini.
Putra Presiden ke-6 RI ini menyampaikan, kenaikan harga tentunya akan berkontribusi terhadap inflasi. Jika inflasi tinggi akan mengakibatkan semua harga komoditas naik, yang akhirnya berdampak pada rakyat. Dan hal ini akan berdampak buruk bagi konsumen, karema minyak goreng adalah kebutuhan pokok yang diperlukan orang banyak. Jangan sampai kenaikan minyak goreng ini berdampak sistematik.
Menurut pria yang akrab disapa Ibas ini, PTPN V sebagai payung besar sawit harus mampu menjadi jangkar stabilitas komoditas kebutuhan pokok yang dibutuhkan rakyat. Sehingga, mampu mendorong produksi sawit untuk kebutuhan domestik.
“PTPN V harus mampu mendorong produksi sawit untuk kebutuhan domestik, jangan hanya digunakan untuk kepentingan ekspor semata. Sesuai dengan moto, PTPN V harus menunjukkan kapabilitasnya sebagai ‘Pekebun Hebat’ dalam menjamin stabilitas persediaan sawit dalam negeri,” kata Ibas dalam keterangannya, Jumat (28/1/2022).
Baca juga: Ibas Dorong Percepatan Vaksinasi Daerah Agar Belajar Mengajar Kembali Efektif
Sebagai BUMN, kata Ibas, PTPN V sudah semestinya berkontribusi terhadap pendapatan negara, namun jangan sampai target ini justru memberikan beban kepada rakyat dalam kelangkaan produksi sawit dan turunannya. Ibas menjelaskan, bisnis minyak goreng sendiri saat ini dikuasai oleh perusahaan-perusahaan raksasa bermodal besar, jarang sekali perusahaan skala kecil yang berbisnis pengolahan CPO dan turunannya.
Hal tersebut bisa jadi penyebabnya karena adanya berbagai peraturan dan syarat yang cukup berat untuk dilakukan pebisnis-pebisnis kecil. “Oleh karena itu, PTPN V memiliki peranan penting agar ke depan jangan sampai ada praktik kartel minyak goreng di Indonesia,” tambah Ketua Fraksi Partai Demokrat DPR ini.
Putra Presiden ke-6 RI ini menyampaikan, kenaikan harga tentunya akan berkontribusi terhadap inflasi. Jika inflasi tinggi akan mengakibatkan semua harga komoditas naik, yang akhirnya berdampak pada rakyat. Dan hal ini akan berdampak buruk bagi konsumen, karema minyak goreng adalah kebutuhan pokok yang diperlukan orang banyak. Jangan sampai kenaikan minyak goreng ini berdampak sistematik.
Lihat Juga :