Soal Keberangkatan CPMI, Kinerja dan Pelayanan BP2MI Diapresiasi
Jum'at, 28 Januari 2022 - 06:03 WIB
loading...
A
A
A
Ia mengungkapkan, terkait banyaknya sentimen negatif di media sosial terhadap pemerintah soal PMI, hanya hasutan-hasutan dari pihak yang tidak bertanggung jawab. Karena ia merasakan sendiri bahwa CPMI sangat dilayani dengan baik, bahkan dilindungi hak-haknya.
"Jujur, yang dari Facebook dulu banyak yang menghujat kepada pemerintah. Namun setelah datang ke sini, semuanya berubah pikiran. Pokoknya mantap buat BP2MI. Salut," tutupnya.
Terkait hal itu, Kepala BP2MI Benny Rhamdani mengatakan, maraknya hasutan di media sosial dilakukan oleh pihak yang memanfaatkan momentum penutupan atau penundaan keberangkatan CPMI ke luar negeri akibat situasi pandemi Covid-19.
"Selama ini terlalu banyak di hasut di media sosial dituduhkan penutupan karena pemerintah Indonesia atau dituduhkan penutupan karena BP2MI. Apa urusannya negara menutup atau menghalangi orang bekerja, tapi kan hasutan-hasutan di media sosial ramai," ujar Benny saat pelepasan 98 orang CPMI program G to G ke Korea Selatan, di Wisma Hijau, Depok, Kamis (27/9/2022).
Ia pun mengungkapkan, telah mengetahui pihak-pihak yang gencar melakukan penghasutan di media sosial tersebut yang dilakukan demi keuntungan bisnis pribadi dan jelas-jelas bertentangan dengan negara.
"Pertama kelompok mafia penempatan ilegal yang terus menghasut, dia memanfaatkan momentum penutupan ke media sosial. Kedua para ijon rente para rentenir yang kita putus bisnisnya, mereka marah juga karena bisnisnya hilang. Mafia penempatan ilegal bisnisnya hilang karena kita tangkap, kita gerebek dan kita proses hukum," ungkapnya.
"Jujur, yang dari Facebook dulu banyak yang menghujat kepada pemerintah. Namun setelah datang ke sini, semuanya berubah pikiran. Pokoknya mantap buat BP2MI. Salut," tutupnya.
Terkait hal itu, Kepala BP2MI Benny Rhamdani mengatakan, maraknya hasutan di media sosial dilakukan oleh pihak yang memanfaatkan momentum penutupan atau penundaan keberangkatan CPMI ke luar negeri akibat situasi pandemi Covid-19.
"Selama ini terlalu banyak di hasut di media sosial dituduhkan penutupan karena pemerintah Indonesia atau dituduhkan penutupan karena BP2MI. Apa urusannya negara menutup atau menghalangi orang bekerja, tapi kan hasutan-hasutan di media sosial ramai," ujar Benny saat pelepasan 98 orang CPMI program G to G ke Korea Selatan, di Wisma Hijau, Depok, Kamis (27/9/2022).
Ia pun mengungkapkan, telah mengetahui pihak-pihak yang gencar melakukan penghasutan di media sosial tersebut yang dilakukan demi keuntungan bisnis pribadi dan jelas-jelas bertentangan dengan negara.
"Pertama kelompok mafia penempatan ilegal yang terus menghasut, dia memanfaatkan momentum penutupan ke media sosial. Kedua para ijon rente para rentenir yang kita putus bisnisnya, mereka marah juga karena bisnisnya hilang. Mafia penempatan ilegal bisnisnya hilang karena kita tangkap, kita gerebek dan kita proses hukum," ungkapnya.
Lihat Juga :