Belajar dari Kasus Andara, Jaga Etika Saat Berkendara
Kamis, 27 Januari 2022 - 14:56 WIB
loading...
Pengendara yang melanggar aturan lalu lintas saat melintas di jalan tol harus ditindak tegas karena sangat membahayakan keselamatan jiwa orang lain. (KORAN SINDO/Wawan Bastian)
A
A
A
MASYARAKAT dihebohkan dengan ulah sejumlah anggota komunitas mobil mewah yang menggunakan ruas jalan tol Km 02+400 Andara (jalan tol Depok-Antasari), Minggu 23 Januari 2022.
Kabar itu mulanya diunggah oleh akun media sosial TMC Polda Metro Jaya. Dalam akun media sosial tersebut dijelaskan Satuan PJR melakukan penindakan kepada para pengemudi kendaraan mobil mewah beriringan yang sedang melaksanakan dokumentasi di dalam ruas tol sehingga menyebabkan kemacetan dan mengganggu pengemudi lain.
Tak hanya ramai di media sosial, media massa pun juga ramai memberitakan. Sebab, berkendara di ruas tol dengan tak mematuhi ketentuan sangat membahayakan pengemudi lain. Karenanya, untuk mengurangi risiko terjadinya kecelakaan saat berkendara di jalan, pengemudi wajib memiliki pengetahuan dan etika berkendara yang baik.
Sayangnya, kritikan media massa nasional itu justru tak disikapi dengan bijak. Bahkan, ada oknum influencer dengan pengikut berjumlah besar melakukan provokasi dengan mendiskreditkan media massa.
Berkendara bukan sekadar melintas di jalanan, tetapi juga harus cerdas dan memahami bagaimana etika berkendara. Kecerdasan dalam berkendara adalah wajib untuk memastikan keselamatan pengendara lain yang melintas di ruas jalan yang sama. Cerdas dan memiliki etika berkendara selain untuk menghormati pengendara lain juga untuk menjaga keselamatan pengendara itu sendiri, penumpangnya, dan orang lain.
Kabar itu mulanya diunggah oleh akun media sosial TMC Polda Metro Jaya. Dalam akun media sosial tersebut dijelaskan Satuan PJR melakukan penindakan kepada para pengemudi kendaraan mobil mewah beriringan yang sedang melaksanakan dokumentasi di dalam ruas tol sehingga menyebabkan kemacetan dan mengganggu pengemudi lain.
Tak hanya ramai di media sosial, media massa pun juga ramai memberitakan. Sebab, berkendara di ruas tol dengan tak mematuhi ketentuan sangat membahayakan pengemudi lain. Karenanya, untuk mengurangi risiko terjadinya kecelakaan saat berkendara di jalan, pengemudi wajib memiliki pengetahuan dan etika berkendara yang baik.
Sayangnya, kritikan media massa nasional itu justru tak disikapi dengan bijak. Bahkan, ada oknum influencer dengan pengikut berjumlah besar melakukan provokasi dengan mendiskreditkan media massa.
Berkendara bukan sekadar melintas di jalanan, tetapi juga harus cerdas dan memahami bagaimana etika berkendara. Kecerdasan dalam berkendara adalah wajib untuk memastikan keselamatan pengendara lain yang melintas di ruas jalan yang sama. Cerdas dan memiliki etika berkendara selain untuk menghormati pengendara lain juga untuk menjaga keselamatan pengendara itu sendiri, penumpangnya, dan orang lain.
Lihat Juga :