3 Prajurit Raider Gugur di Papua, Bagaimana Pesan Jenderal Dudung KKB Adalah Saudara?
Kamis, 27 Januari 2022 - 12:00 WIB
loading...
Tiga prajurit raider yang bertugas di Pos TNI di Bukit Tepuk Kampung Jenggernok, Distrik Gome, Kabupaten Puncak, Papua gugur akibat diserang KKB. Foto/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Aksi kekerasan bersenjata oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Papua kembali terjadi. Kali ini Pos TNI di Bukit Tepuk Kampung Jenggernok, Distrik Gome, Kabupaten Puncak, Papua menjadi sasaran penyerangan.
Akibat serangan Kelompok Separatis Teroris Papua (KSTP) tersebut tiga prajurit TNI dari Satgas Pamtas Mobile Yonif R 408/SBH bernama Serda Rizal, Pratu Baraza dan Pratu Rahman gugur terkena tembakan. Sedangkan, Pratu Saeful saat ini kondisinya masih kritis. Gugurnya ketiga prajurit terbaik TNI AD ini mengingatkan kembali pesan Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Dudung Abdurachman terkait penanganan konflik di Papua.
Baca juga: Prajurit TNI Gugur saat Baku Tembak di Papua Jadi 3 Orang, 1 Kritis
Saat kunjungannya ke Timika, Papua, Dudung menekankan pentingnya pendekatan secara manusiawi dalam menanganani teror KKB di Papua. Menurut mantan Pangkostrad ini, keberhasilan dalam menangani KKB Papua tidak diukur dari senjata. "Satgas tidak harus memerangi KKB namun mereka perlu dirangkul dengan hati yang suci dan tulus karena mereka adalah saudara kita," katanya, Selasa 23 November 2021.
Baca juga: Temui Prajurit Kasuari, KSAD: Jangan Berpikir Bunuh KKB Tapi untuk Amankan Rakyat Papua
Dudung juga mengatakan, pentingnya melihat mereka sebagai saudara. Keberhasilan prajurit dalam bertugas bukan diukur dengan dapat senjata. ”Namun bagaimana saudara kita bisa sadar dan kembali ke pangkuan NKRI. Jangan sedikit pun berpikir untuk membunuh, kalian harus sayang masyarakat dan kalian harus tunjukkan rasa sayang kepada masyarakat Papua," katanya.
Pernyataan yang sama juga disampaikan Dudung, di depan para Perwira dan Komandan Satuan (Dansat) jajaran Kodam Kasuari, mantan Pangdam Jaya ini meminta kepada prajurit yang bertugas agara tidak berpikiruntuk membunuh KKB.
Akibat serangan Kelompok Separatis Teroris Papua (KSTP) tersebut tiga prajurit TNI dari Satgas Pamtas Mobile Yonif R 408/SBH bernama Serda Rizal, Pratu Baraza dan Pratu Rahman gugur terkena tembakan. Sedangkan, Pratu Saeful saat ini kondisinya masih kritis. Gugurnya ketiga prajurit terbaik TNI AD ini mengingatkan kembali pesan Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Dudung Abdurachman terkait penanganan konflik di Papua.
Baca juga: Prajurit TNI Gugur saat Baku Tembak di Papua Jadi 3 Orang, 1 Kritis
Saat kunjungannya ke Timika, Papua, Dudung menekankan pentingnya pendekatan secara manusiawi dalam menanganani teror KKB di Papua. Menurut mantan Pangkostrad ini, keberhasilan dalam menangani KKB Papua tidak diukur dari senjata. "Satgas tidak harus memerangi KKB namun mereka perlu dirangkul dengan hati yang suci dan tulus karena mereka adalah saudara kita," katanya, Selasa 23 November 2021.
Baca juga: Temui Prajurit Kasuari, KSAD: Jangan Berpikir Bunuh KKB Tapi untuk Amankan Rakyat Papua
Dudung juga mengatakan, pentingnya melihat mereka sebagai saudara. Keberhasilan prajurit dalam bertugas bukan diukur dengan dapat senjata. ”Namun bagaimana saudara kita bisa sadar dan kembali ke pangkuan NKRI. Jangan sedikit pun berpikir untuk membunuh, kalian harus sayang masyarakat dan kalian harus tunjukkan rasa sayang kepada masyarakat Papua," katanya.
Pernyataan yang sama juga disampaikan Dudung, di depan para Perwira dan Komandan Satuan (Dansat) jajaran Kodam Kasuari, mantan Pangdam Jaya ini meminta kepada prajurit yang bertugas agara tidak berpikiruntuk membunuh KKB.
Lihat Juga :