Kapolri Sebut Penyimpangan Personel Polri di Tahun 2021 Turun
Senin, 24 Januari 2022 - 15:45 WIB
loading...
Dalam Raker dengan Komisi III DPR, Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit mengklaim, penyimpangan yang dilakukan anak buahnya mengalami penurunan di 2021. Foto/MPI/Arif Julianto
A
A
A
JAKARTA - Dalam Rapat Kerja (Raker) dengan Komisi III DPR, Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit mengklaim, penyimpangan yang dilakukan anak buahnya mengalami penurunan di 2021. Pelanggaran itu baik pelanggaran disiplin, kode etik profesi, hingga pidana.
Baca juga: Kapolri Sebut 136.408 Pelanggar ETLE Ditindak Sepanjang 2021
"Dalam hal penyimpangan anggota Polri, pelanggaran disiplin, kode etik profesi, dan pidana di tahun 2021, seluruhnya mengalami penurunan," kata Kapolri di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Senin (24/1/2022).
"Dengan rincian pelanggaran disiplin menurun 20,67%, pelanggaran KEPP (kode etik profesi Polri) menurun 37,29%, dan pidana oleh anggota Polri menurun 18,31%," tambahnya.
Menurut Listyo, hal ini membuktikan Polri terus melakukan perbaikan secara bertahap. Meskipun diakuinya, masih ada persepsi yang berkembang di media massa maupun media sosial (medsos), mengenai pelanggaran yang dilakukan polisi.
"Tentunya data ini menunjukkan, Polri secara bertahap melakukan perbaikan, meskipun masih sering terjadi beberapa kejadian persepsi yang berkembang di media mainstream maupun media sosial terkait dengan pelanggaran yang dilakukan oleh anggota Polri," ujarnya.
Baca juga: Kapolri Sebut 136.408 Pelanggar ETLE Ditindak Sepanjang 2021
"Dalam hal penyimpangan anggota Polri, pelanggaran disiplin, kode etik profesi, dan pidana di tahun 2021, seluruhnya mengalami penurunan," kata Kapolri di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Senin (24/1/2022).
"Dengan rincian pelanggaran disiplin menurun 20,67%, pelanggaran KEPP (kode etik profesi Polri) menurun 37,29%, dan pidana oleh anggota Polri menurun 18,31%," tambahnya.
Menurut Listyo, hal ini membuktikan Polri terus melakukan perbaikan secara bertahap. Meskipun diakuinya, masih ada persepsi yang berkembang di media massa maupun media sosial (medsos), mengenai pelanggaran yang dilakukan polisi.
"Tentunya data ini menunjukkan, Polri secara bertahap melakukan perbaikan, meskipun masih sering terjadi beberapa kejadian persepsi yang berkembang di media mainstream maupun media sosial terkait dengan pelanggaran yang dilakukan oleh anggota Polri," ujarnya.
Lihat Juga :